Categories
Beriman kepada Malaikat Materi HSI

Halaqah 8 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 3

*■ Halaqah 8 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 3*

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-8 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat bagian ke-3”.

Sifat yang ke-7 diantara sifat-sifat fisik malaikat, bahwasanya:

⑺ Malaikat bisa dilihat.

Kebiasaan malaikat adalah tidak menampakkan dirinya dari manusia namun terkadang menampakkan diri dengan izin Allāh di hadapan makhluq yang lain.

Dalil-dalil telah menunjukkan bahwasanya malaikat bisa dilihat.

Nabi Ibrāhīm dan Nabi Lūth ‘alayhimassalām telah melihat malaikat dalam bentuk manusia.

Maryam ‘alayhāssalām melihatnya dalam bentuk manusia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah melihat Jibrīl dalam bentuk aslinya dan sering dalam bentuk manusia.

Dan sebagian shahābat radhiyallāhu ‘anhum pernah melihat Jibrīl dalam bentuk manusia.

Disebutkan didalam hadīts bahwa ayam yang berkokok sedang melihat malaikat.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ؛ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكاً ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ؛ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَاناً

“Apabila kalian mendengar kokok ayam maka mintalah kepada Allāh dari karunia Allāh karena sesungguhnya ayam tersebut melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai maka hendaklah kalian berlindung dari syaithān karena keledai tersebut melihat syaithān.”
[HR. Bukhāri dan Muslim]

Namun seseorang hendaklah waspada, jangan sampai dia menyangka melihat malaikat atau mimpi melihat malaikat padahal dia adalah iblis yang ingin menyesatkan manusia.

Yang ke-8 bahwasanya:

⑻ Jumlah malaikat sangat banyak, tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allāh.

Allāh berfirman:

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

“Tidak mengetahui jumlah tentara-tentara Rabbmu (yaitu malaikat) kecuali Dia.” [Al-Muddatstsir 31]

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bercerita di antara apa yang Beliau lihat ketika Isrā dan Mi’rāj, Beliau mengatakan :

فَرُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ ، فَقَالَ : هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ ، يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“Maka diperlihatkan kepadaku Al-Baitul Ma’mūr. Aku bertanya kepada Jibrīl dan dia menjawab: ‘Ini adalah Al-Baitul Ma’mūr, setiap hari shalāt di dalamnya 70.000 malaikat. Apabila telah keluar dari Al-Baitul Ma’mūr maka mereka tidak akan kembali ke sana’.”

Dan berapakah jumlah malaikat yang telah shalāt di sana di semenjak Allāh menciptakan Al-Baitul Ma’mūr sampai sekarang dan sampai Hari Kiamat?

Suatu hari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendengar suara (deritan) langit. Lalu Beliau berkata:

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ ، أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit mengeluarkan suara (deritan) dan dia berhak untuk mengeluarkan suara karena tidak ada sebuah tempat seluas 4 jari kecuali di situ ada seorang malaikat yang meletakkan dahinya bersujud untuk Allāh.”
[Hadīts hasan, riwayat Tirmidzi dan Ibnu Mājah]

Langit yang tujuh mengeluarkan deritan karena sangat banyaknya dan sangat beratnya malaikat yang tinggal di sana.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

‘Abdullāh Roy,
==============
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Beriman kepada Malaikat Materi HSI

Halaqah 7 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 2)

*■ Halaqah 7 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 2)*

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-7 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian yang ke-2”.

Sifat yang ke-5 bahwasanya:

⑸ Malaikat berbicara

Dalil di dalam Al-Qurān dan Hadīts banyak menunjukkan bahwasanya malaikat berbicara.

Mereka berbicara dengan Allāh, sebagaimana firman Allāh:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan ketika Rabbmu berkata kepada malaikat-malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi seorang khalīfah.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah? Sedangkan kami bertasbih dan memujiMu dan mensucikanMu.’ Allāh berkata: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui’.”(Al-Baqarah 30)

Mereka berbicara dengan para Nabi, sebagaimana ayat yang menceritakan pembicaraan mereka dengan Nabi Ibrāhīm (lihat Adz-Dzāriyāt 24-34).

Dan pembicaraan mereka dengan Nabi Lūth (lihat Surat Hūd ayat 81).

Dan di dalam hadīts Jibrīl, malaikat Jibrīl ‘alayhissalām berbicara dengan Nabi kita, Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, bertanya tentang Islām, Īmān dan juga Ihsān (HR. Muslim)

Dan mereka berbicara dengan orang-orang shālih, sebagaimana firman Allāh menceritakan tentang pembicaraan malaikat kepada Maryam :

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan ketika para malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allāh telah memilihmu dan mensucikanmu dan memilihmu di antara wanita-wanita seluruh alam’.” (Āli ‘Imrān 42)

Mereka berbicara dengan penduduk surga (lihat Surat Ar-Ra’d 23-24).

Dan mereka berbicara dengan penduduk neraka (lihat Surat Ghāfir 49-50).

Dan diantara sifat malaikat, bahwasanya:

⑹ Malaikat memiliki kemampuan menjelma sebagai manusia dengan izin Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh berfirman di dalam kisah Maryam:

فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَاإِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Maka Maryam memasang hijāb (tabir) yang melindungi diri beliau dari keluarganya. Maka Kami pun mengutus kepadanya roh Kami (Jibrīl) maka Jibrīl menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.” (Maryam 17)

Kisah Ibrāhīm dan Lūth bersama malaikat dan juga hadīts Jibrīl termasuk di antara dalil-dalil tentang sifat malaikat ini.

Dan hendaknya kita mewaspadai keyakinan sebagian orang yang mengingkari sifat ini, seperti kelompok Mu’tazilah, yang menganggap ini adalah khayalan orang yang melihat.

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

‘Abdullāh Roy,
==============
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Beriman kepada Malaikat Materi HSI

Halaqah 6 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 1)

*■ Halaqah 6 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 1)*

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 1”.

Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allāh dan RasulNya.

Sifat-sifat malaikat ada 2;

⑴ Sifat-sifat fisik (penciptaan)
⑵ Sifat-sifat akhlaq (perangai)

Di antara sifat-sifat fisik malaikat:

⑴ Malaikat diciptakan dari cahaya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خلقت الملائكة من نور

“Diciptakan malaikat dari cahaya.” (HR. Muslim)

⑵ Malaikat memiliki sayap.

Ada di antara mereka yang memiliki 2 sayap, ada yang 3 sayap, 4 sayap bahkan ada yang lebih dari itu.

Allāh berfirman:

الحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Segala puji bagi Allāh yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap-sayap, ada yang 2, 3, 4. Allāh menambah di dalam penciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allāh Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.” (Fāthir 1)

‘Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat Jibrīl dan beliau memiliki 600 sayap.

(HR. Bukhāri dan Muslim)

Sifat yang ke-3 bahwasanya,

⑶ Malaikat bukan laki-laki dan juga bukan juga perempuan.

Allāh berfirman:

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

“Apakah Kami menciptakan malaikat sebagai wanita-wanita dan mereka menyaksikan?.” (Ash-Shāffāt 150)

Di dalam ayat di atas Allāh menafi’kan bahwasanya malaikat adalah perempuan.

Dan di sana tidak ada dalil yang shahīh bahwasanya mereka adalah laki-laki.

⑷ Malaikat tidak makan dan tidak minum.

Sebagaimana ketika Allāh menceritakan kisah Nabi Ibrāhīm bersama malaikat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (٢٨)

(24) Apakah telah datang kepadamu kabar tentang tentang tamu-tamu Ibrāhīm?

(25) Ketika mereka masuk rumah dan mengatakan “Keselamatan atasmu”. Ibrāhīm berkata: “Keselamatan atas kalian wahai kaum yang tidak dikenal”.

(26) Maka segeralah Ibrāhīm pergi ke keluarganya dan datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.

(27) Kemudian menghidangkannya kepada mereka seraya berkata: “Kenapa kalian tidak memakannya?”.

(28) Maka timbullah rasa takut di dalam hati beliau maka mereka pun berkata: “Janganlah engkau takut”. Kemudian mereka pun memberi kabar gembira kepada Ibrāhīm dengan kedatangan seorang anak yang ‘ālim.”

(Adz-Dzāriyāt 24-28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

 

_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Hikmah dalam sunnah

HIKMAH DALAM SUNNAH-4, wudhu Rosulullah ﷺ

*📖 HIKMAH DALAM SUNNAH-4*

📚Dari Abdullah ibnu Zaid menceritakan mengenai gambaran wudhu Rosulullah ﷺ.:

شُمَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْخَلَ  بِيَدَيْهِ  فَمَضْمَضَ وَسْتَنْثَقَ مِنْ كَفٍ وَاحِدٍ

.   يَفْعَلُ  ذَلِكَ  ثَلاَثًا . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

”Kemudian Rasulullah ﷺ memasukkan kedua tangannya(untuk mengambil air), lalu *berkumur* dan ber-istinsyaq dari telapak tangan yang sama. Hal ini beliau lakukan sebanyak tiga kali.” ( _Muttafaq ’alaih_ )

📚Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

_“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan *memerintahkan mereka bersiwak* setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Al-Bukhari)_

Kesehatan mulut sangat lah penting disamping untuk kesempurnaan proses pencernaan makanan saat mengunyah, juga bermanfaat untuk mencegah timbul nya komplikasi penyakit akibat penyakit Gigi dan mulut salah satunya penyakit jantung.

Rasulullah ﷺ dalam tuntunannya sangat menganjurkan untuk menjaga kesehatan mulut dengan *berkumur paling sedikit 5 Kali salam sehari* sebagaimana yg disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas. Dia menceritakan,

تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّة
Nabi ﷺ berwudhu sekali-sekali. (HR. Bukhari)

📌 Disamping berkumur ternyata Nabi sangat ingin agar umat nya menggosok gigi nya yang menjadi sarana dalam sistem pencernaan agar penyerapan makanan menjadi lebih baik.

⚠ Mulut merupakan tempat yang ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan baik, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan tumbuh menjadi plak yang pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Dampak lain dari tidak menjaga Kesehatan mulut adalah
1⃣ Gusi bengkak dan berdarah
2⃣ Nafas tidak segar (baru)
3⃣ Gigi goyang/sensitif
4⃣ Sariawan.

Mulai sekarang biasakanlah diri kita dan keluarga untuk menjaga wudhu dengan benar dan bersikat gigi sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Semoga bermanfaat
🗓 8 Rabi’ul Awwal 1439 H
Ditulis oleh Mochamad Faishal Riza, SpJP

Categories
Beriman kepada Malaikat Materi HSI

Halaqah 5 | Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat

*■ Halaqah 5 | Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat*

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah tentang “Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat.”

Di sana ada nama-nama malaikat yang masyhūr di kalangan kaum Muslimin akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahīh.

⑴ IZRĀIL, sebagai nama dari malaikat pencabut nyawa.

Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Izrāīl adalah nama dari malaikat pencabut nyawa.

Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Malakul Maut” (malaikat kematian).

Allāh berfirman:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah Malakul Maut (malaikat kematian) yang ditugaskan kepada kalian akan mewafatkan kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (As-Sajdah 11)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ

“Diutus Malakul Maut kepada Mūsā, maka ketika malaikat tersebut mendatangi Mūsa, Nabi Mūsā menamparnya. Maka kembalilah malaikat tersebut kepada Rabbnya.” (Hadīts shahīh, riwayat Bukhāri dan Muslim)

⑵ RIDHWĀN, sebagai nama dari seorang malaikat penjaga surga.

Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Ridhwān adalah malaikat penjaga surga.

Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Penjaga”, tanpa menyebut nama.

Allāh berfirman:

سِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka ke surga dalam keadaan berkelompok-kelompok sehingga ketika mereka mendatanginya dan dibuka pintu-pintu surga dan berkatalah para penjaga surga kepada mereka: ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah kalian ke dalam surga kekal selamanya’.” (Az-Zumār 73)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ : مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ : مُحَمَّدٌ ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Maka aku meminta dibukakan, maka berkatalah Penjaga: ‘Siapakah engkau?’. Maka aku berkata: ‘Muhammad’. Maka dia berkata: ‘Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu’.” (HR. Muslim)

Demikian pula disana ada nama Ismā’īl, Syarāhīl, Harāhīl dan nama-nama malaikat yang lain yang tidak ada dalilnya.

Tidak boleh seorang Muslim memberi nama malaikat tanpa berdasarkan dalil yang shahīh.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Beriman kepada Malaikat Materi HSI

Halaqah 4 | Beriman Dengan Nama-Nama Khusus Malaikat

*■ Halaqah 4 | Beriman Dengan Nama-Nama Khusus Malaikat*

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

 

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman Dengan Nama-nama Khusus Malaikat.”

Diantara cara beriman dengan malaikat yaitu beriman dengan nama-nama khusus sebagian yang ada di dalam dalil yang shahīh.

Adapun yang tidak kita ketahui namanya dan mereka ini jauh lebih banyak, maka kita beriman secara global, artinya beriman dengan adanya mereka meskipun kita tidak mengetahui namanya.

Dan diantara malaikat yang kita ketahui namanya:
⑴ JIBRĪL
Allāh berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Katakanlah: ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrīl maka sesungguhnya dia telah menurunkan wahyu ke dalam hatimu dengan izin Allāh’.” (Al-Baqarah 97)

⑵ MĪKĀIL
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِه ِوَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allāh, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibrīl dan juga Mīkāil maka sesungguhnya Allāh adalah musuh bagi orang-orang yang kāfir.” (Al-Baqarah 98)

⑶ ISRĀFĪL
Di dalam sebuah hadits, diantara do’a iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ. اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allāh Rabbnya Jibrīl, Mīkāil dan Isrāfīl yang telah menciptakan langit dan juga mengetahui yang ghāib maupun yang kelihatan. Engkau menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan. Maka tunjukilah aku yang benar di dalam apa yang diperselisihkan dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.” (HR. Muslim)

⑷ MĀLIK
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka (penduduk neraka) memanggil: ‘Wahai Mālik, hendaklah Rabbmu mematikan kami.’ Maka Mālik berkata: ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal’.”(Az-Zukhruf 77)

⑸ MUNKAR & ⑹ NAKĪR
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَر النَّكِيرُ

“Apabila seorang mayyit atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka akan didatangi 2 orang malaikat yang hitam, yang biru. Dinamakan yang pertama adalah Munkar dan yang lain An-Nakīr.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan)

⑺ HĀRŪT & ⑻ MĀRŪT

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ

“Dan tidaklah Sulaiman kafir, akan tetapi syaithan-syaithanlah yang kafir. Mereka mengajarkan manusia sihir dan apa yang telah diturunkan kepada 2 orang malaikat di Bābil yang bernama Hārūt dan juga Mārūt.” (Al-Baqarah 102)

Dan yang selanjutnya, diantara nama khusus malaikat adalah:

⑼ AR-RA’D
Di dalam sebuah hadits datang orang-orang Yahudi kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Kemudian mereka berkata:

يا أبا القاسم أخبرنا عن الرعد ما هو ؟

“Wahai Abul Qāsim (yaitu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam), kabarkanlah kepada kami tentang Ra’d, apa itu?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

ملك من الملائكة موكل بالسحاب معه مخاريق من نار يسوق بها السحاب حيث شاء الله

“Seorang malaikat di antara malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menggiring awan, bersamanya alat yang terbuat dari api untuk menggiring awan tersebut sesuai dengan kehendak Allāh.” (Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Tirmidzi)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

 

Abdullāh Roy
———————
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

 

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Kitab Mu'aamalatul Hukkam

Kitab Mu’aamalatul Hukkaam (Bag.2)

📎 *Kitab Mu’aamalatul Hukkaam (Bag.2).*

*_Karya Syaikh Abdussalam Barjas_*

 

,;; *Fenomena Perhatian Salaf Terhadap Prinsip Mendengar & Taat Pada Penguasa* ;;,

 

Fenomena perhatian dan kepedulian salaf terhadap prinsip Ahlis Sunnah wal Jama’ah berupa ‘Mendengar & Taat Pada Penguasa’ ini sangat beragam, sebagaimana yang telah dinukilkan kepada kita melalui riwayat-riwayat yang shahih. Dan berikut ini fenomena perhatian salaf tersebut secara global :

1. Tahdzir/peringatan keras dari bersikap Khuruj/keluar/memberontak baik dengan ucapan lisan/provokasi, apalagi pemberontakan dengan kekerasan/senjata.

Contoh nyata dari hal ini adalah apa yang dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang merupakan teladan mulia di dalam mempraktekkan prinsip taat terhadap penguasa kaum muslimin ini.

Penguasa di zaman beliau telah membangun sebuah ajaran sesat, bahkan ajaran kufur yang disepakati kekufurannya oleh para ulama’.

Dan penguasa memaksa rakyatnya untuk meyakini kekufuran ini dengan kekerasan dan pedang. Banyak sekali para ulama yang ditumpahkan darahnya dikarenakan masalah ini. Ajaran sesat ini ditetapkan menjadi kurikulum di madrasah-madrasah kaum muslimin dan lain-lain berupa musibah dan mala petaka disebabkan kejahatan penguasa kala itu.

Hanbal mengatakan mengisahkan kejadian kala itu :

اجتمع فقهاء بغداد فى ولاية الواثق إلى عبد الله (يعنى الإمام أحمد بن حنبل) و قالوا له: إن الأمر قد تفاقم و فشا (يعنون إظهار القول بخلق القرآن، و غير ذلك) و لا نرضى بإمارته، و لا سلطانه. فناظرهم فى ذلك، و قال: عليكم بالإنكار فى قلوبكم، و لا تخلعوا يدا من طاعة، و لا تشقوا عصا المسلمين، و لا تسفكوا دماءكم و دماء المسلمين معكم، و انظروا فى عاقبة أمركم، و اصبروا حتى يستريح من بر و يُستراح من فاجر، و قال: ليس هذا (يعنى: نزع أيديهم من طاعته صوابا، و هذا خلاف الآثار)

“Para fuqoha’ kota Baghdad pada masa kekuasaan Al-Watsiq berkumpul menemui Abu Abdillah (yaitu Imam Ahmad bin Hanbal) dan mereka berkata kepadanya ; ‘Sesungguhnya masalah ini semakin parah dan semakin berbahaya (yaitu musibah berupa keyakinan sesat yang disebarkan penguasa berupa keyakinan Qur’an adalah makhluk dan juga musibah lainnya). Dan kami tidak ridha dengan kekuasaan dia.

Lantas Imam Ahmad mendebat para ulama’ tersebut dengan menyatakan ; ‘Wajib bagi kalian mengingkari dalam hati kalian, dan jangan mencabut ketaatan kepadanya dan janganlah kalian memporak-porandakan persatuan kaum muslimin. Jangan kalian menumpahkan darah kalian sendiri dan juga darah kaum muslimin (dengan memberontak-pent). Bersabarlah kalian sampai datang pertolongan Allah’

Dan Imam Ahmad mengatakan ; Cara seperti ini, yaitu mencabut ketaatan pada penguasa jahat bukanlah cara yang benar, ia adalah cara yang menyelisihi Atsar.”

(Al-Adab Asy-Syar’iyyah : 1/195-196 Oleh Imam Ibnu Muflih, As-Sunnah : 133 oleh Imam Al-Khallal).

Ini merupakan fenomena paling menakjubkan yang pernah dinukilkan dari salaf kepada kita. Menjelaskan sejauh mana perhatian salaf terhadap prinsip agung ini serta menerangkan dengan gamblang PRAKTEK NYATA madzhab Ahlissunnah Wal Jama’ah dalam permasalahan ini.

2. Berusaha keras untuk mendoakan kebaikan bagi penguasa kaum muslimin.

Imam Al-Barbahari menyatakan :

إذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى، وإذا سمعت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح، فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله ـ تعالى ـ

“Jika kalian engkau ada seseorang mendoakan keburukan bagi penguasa maka ketahuilah ia seorang pengekor hawa nafsu. Dan jika engkau mendengar ada seseorang mendoakan kebaikan bagi penguasa kaum muslimin, maka ketahuilah ia adalah seorang pengikut Sunnah Insya Allah.”

Kemudian beliau menukilkan ucapan Fudhail bin Iyadh yang berkata :

لو أن لي دعوة مستجابة ما جعلتها إلا في السلطان.
قيل له: يا أبا علي فسر لنا هذا.
قال: إذا جعلتها في نفسي لم تعدني، وإذا جعلتها في السلطان صلح، فصلح بصلاحه العباد والبلاد.

Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, akan aku peruntukkan bagi penguasa.

Dikatakan kepada beliau ; Wahai Abu Abdillah, tafsirkanlah ucapanmu itu kepada kami !’

Beliau menjawab : ‘Jika doa tersebut aku peruntukkan bagi diriku ia tidak akan kembali kepadaku. Jika aku peruntukan

bagi penguasa, ia akan menjadi baik, dan jika penguasa baik maka rakyat dan negri pun akan ikut baik.'”

Imam Al-Barbahari kembali menyatakan :

فأمرنا أن ندعو لهم [بالصلاح] ، ولم نؤمر أن ندعو عليهم وإن ظلموا، وإن جاروا؛ لأن ظلمهم وجورهم على أنفسهم، وصلاحهم لأنفسهم وللمسلمين.

“Kita diperintahkan untuk mendoakan kebaikan bagi penguasa dan tidak memerintahkan untuk mendoakan keburukan bagi mereka meskipun mereka zalim serta jahat. Karena kezaliman dan kejahatan penguasa untuk mereka sendiri, sedang kebaikan penguasa itu untuk diri mereka dan juga untuk kaum muslimin.”

(Syarhus Sunnah : 1/113-114, Oleh Imam Al-Barbahari).

3. Memberikan udzur bagi penguasa.

Para ulama mengatakan, jika kalian melihat penguasa itu baik dan lurus, maka perbanyaklah bersyukur kepada Allah Ta’ala. Dan jika kalian melihat keburukan, kezaliman dan kejahatan penguasa, maka instrospeksi dirilah karena banyaknya dosa serta kesalahan yang kalian lakukan.

Dan berilah udzur kepada penguasa Karena banyaknya urusan mereka, banyaknya tekanan dari kanan dan kiri terhadap mereka. Serta banyaknya musuh dan sedikitnya orang yang menasehati mereka. Juga karena banyaknya orang-orang yang suka menipu lagi tamak di sekitar mereka

(Sirajul Muluk : 43).

Barangsiapa memahami hal ini dengan obyektif, maka akan menjadi jelaslah kesalahan orang-orang yang tidak mau peduli dengan hak penguasa, tidak menghormati mereka, dan menutup mata dari kebenaran yang ada pada penguasa, semuanya serba salah dan serba dicurigai. Itu mereka lakukan karena pengaruh hawa nafsu yang mereka ikuti dengan membabi buta.

Wallahu a’lam.

 

Diringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

Categories
Kitab Mu'aamalatul Hukkam

Kitab Mu’aamaltul Hukkam (bag.1)

  • 📎 *Kitab Mu’aamaltul Hukkam (bag.1)*

*_Karya Syaikh Abdussalam Barjas_*

Sesungguhnya mendengar dan taat pd penguasa kaum muslimin merupakan salah satu prinsip dari sekian banyak prinsip ahlis sunnah wal jamaah. Sedikit sekali kitab aqidah yang tidak membahas masalah ini. Karena dg prinsip ini akan terwujud kemaslahatan/kebaikan duniawiyah maupun kebaikan agama/diniyyah.

Dan telah kita ketahui bersama di dalam agama Islam bahwa ;

“Tidak ada agama melainkan dengan jama’ah, dan tidak ada jama’ah melainkan dengan imam/penguasa. Dan tidak ada penguasa melainkan dengan ketaatan.”

Kutipan dalam tanda kutip di atas merupakan ucapan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi : 1/69.

Imam Hasan Al-Basri menyatakan : “Para penguasa itu bertanggung jawab penuh terhadap urusan kaum muslimin dalam lima perkara :

– Shalat jum’ah
– Jama’ah
– Hari raya
– Jihad
– Dan penegakan pidana (had/hukum syariat bagi pelaku kriminal).

Demi Allah agama tidak akan tegak melainkan dengan keberadaan penguasa, meskipun mereka jahat dan zalim. Demi Allah apa yang Allah perbaiki dengan sebab mereka para penguasa itu lebih banyak dari pada kerusakan yang mereka timbulkan. Dan mentaati penguasa itu merupakan kebaikan sebaliknya menyelisihi mereka merupakan sebab kekufuran.” (Adabul Hasan Al Basri oleh Imam Ibnul Jauzi : hal. 121).

Maknanya dalam kelima hal tersebut di atas wajib bagi kita mengikuti instruksi pemerintah dalam permasalahan tersebut. Dan haram hukumnya kita menyelisihi keputusan serta himbauan serta perintan penguasa dalam kelima hal tersebut di atas.

Dan para salafush shalih memiliki perhatian penuh terhadap prinsip ini (prinsip mendengar dan taat pada penguasa kaum muslimin meskipun jahat). Terutama ketika telah muncul benih-benih fitnah/kekacauan. Mengingat jika kita bodoh terhadap prinsip ini, hal tersebut akan mengakibatkan timbulnya kerusakan yang sangat besar, yang berdampak buruk bagi rakyat dan seluruh negri serta penyimpangan dari jalan yang lurus.

Wallahu a’lam.

 

Diringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

 

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 

Categories
Al-Qowāidul Arba Kitab

SILSILAH Al-Qowāidul Arba (Halaqah 17, Qoidah)

■ *SILSILAH Al-Qowāidul Arba*
■ *Halaqah 17 | Qoidah*

 

Halaqah yang ke-17 Penjelasan Al-Qowāidul Arba’.

Dan Ayat yang lain, contohnya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

 

“Maka tidak akan bermanfaat pada hari itu syafa’at orang-orang yang memberikan syafa’at ” [al Muddatsir : 48].

Siapa mereka?

⇒Mereka adalah orang-orang yang didunia nya meminta syafa’at kepada selain Allāh.

Maka syafa’at di Hari kiamat saat itu bagi mereka adalah syafa’at yang diingkari. Tidak ada syafa’at bagi mereka.

Di dalam ayat yang lain Allāh Subhānahu wa Ta’āla menerangkan tentang bagaimana keadaan orang-orang yang dahulu di dunia mencari syafa’at dari selain Allāh dan bagaimana akhir nasib mereka di hari kiamat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ
[Surat Al-An’am 94]

 

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ

“dan sungguh kalian (sekarang) telah datang kepada Kami dalam keadaan sendiri²”

✓ Yaitu pada hari kiamat

كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ

“sebagaimana Kami telah menciptakan kalian pada saat pertama kali ”

✓Ketika mereka pertama lahir, datang dalam keadaan sendiri

وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُم

” dan kalian telah meninggalkan dunia yang dahulu Kami berikan kepada kalian dibelakang kalian, kalian tinggalkan harta kalian kemudian kalian datang pada hari ini dalam keadaan sendiri sendiri ”

وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ

” dan Kami tidak melihat bersama kalian orang-orang / makhluk ² yang akan memberikan syafa’at bagi kalian ”

الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ

” Syufaa² yang kalian menyangka bahwasanya mereka adalah شُرَكَاءُ (sekutu²) bagi kalian ”

Allāh mengatakan :

وَمَا نَرَىٰ مَعَكُم

” Kami tidak melihat mereka (bersama kalian) ”

Mana makhluk² sesembahan² yang dahulu kalian anggap mereka adalah orang-orang yang akan memberikan syafa’at bagi kalian di sisi Kami (yaitu disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla).

لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ

” dan sungguh telah terputus diantara kalian ”

✓ Sekarang tidak ada hubungan antara kalian dengan mereka. Kalian adalah makhluk mereka adalah makhluk dan masing-masing dari kalian akan mempertanggung jawabkan amalan nya disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Terputus antara diri kalian dengan orang-orang tersebut.

وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ

“dan telah tersesat /telah hilang dari kalian apa yang dahulunya kalian sangka”

 

Ini Adalah nasib di hari kiamat bagi orang-orang yang didunianya mencari syafa’at bukan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan tetapi dari selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒Inilah yang diingkari oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, jadi beliau rahimahullah menerangkan tentang Qoidah² ini bukan berarti beliau mengingkari syafa’at secara keseluruhan dihari kiamat. Beliau ingin menerangkan disana ada syafa’at yang diingkari oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan disana ada syafa’at yang ditetapkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Ini Adalah ilmu yang sangat penting yang hendaknya diketahui oleh seorang muslim, karena apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin ternyata itu bukan hilang begitu saja dan masih diperaktekan oleh sebagian manusia setelah mereka, sebagian meminta syafa’at kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla, meminta kedekatan kepada Allāh dengan cara menyembah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Meskipun namanya berbeda dengan yang disembah oleh orang-orang musyrikin, mereka meminta syafa’at kepada orang yang shaleh yang sudah meninggal dunia berharap kepada mereka, berdoa kepada mereka dan ketika ditanya mengatakan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang akan memberikan syafa’at kepada kami disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Dan ini adalah sesuatu yang perlu diluruskan & apa yang dilakukan ini sama persis dengan apa yang dilakukan dengan orang-orang musyrikin quraisy di zam

an Rasulullãh ﷺ.

 

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh

 

Abdullāh Roy
———————
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

 

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Al-Qowāidul Arba Kitab

SILSILAH Al-Qowāidul Arba (Halaqah 16, Qoidah)

■ *SILSILAH Al-Qowāidul Arba*
■ *Halaqah 16 | Qoidah*

 

Halaqah yang ke-16 Penjelasan Al-Qowāidul Arba’.

Kemudian beliau mengatakan:

والدليل قوله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Dan dalilnya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dalil apa?

● Dalil bahwasanya dihari Kiamat ada syafa’at yang tidak bermanfaat, ada syafa’at yang diingkari, Allāh berfirman yang artinya

” Wahai orang-orang yang beriman (wahai orang-orang yang beriman yang mengaku beriman kepada Allāh, kepada Rasul-Nya, kepada Hari Akhir, kepada Malaikat, kepada takdir) wahai orang-orang yang beriman infaq kanlah dari apa yang telah kami rezeki kan kepada kalian, infaq kanlah – bershodaqohlah dari sebagian apa yang telah Kami rezeki kan kepada kalian, perintah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla bagi orang-orang yang beriman untuk berinfaq, bukan dengan seluruh hartanya tetapi dari sebagian apa yg Allāh berikan kepada mereka,

مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَة

Sebelum datang suatu hari (kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla) dimana hari tersebut tidak ada perdagangan disana (tidak ada jual beli) demikian pula tidak ada ke kasih dan juga tidak ada syafa’at.

 

Kita diperintahkan untuk berinfaq, bershodaqoh dari apa yang Allāh berikan kepada kita sebelum datang suatu hari dimana disana tidak ada jual beli tidak ada menjual barang / tidak ada membeli barang, [ وَلَا خُلَّةٌ ] dan juga tidak ada kekasih tidak bermanfaat adanya kasih sayang disana, seorang bapak mengurus dirinya sendiri, seorang anak, mengurus dirinya sendiri, seorang teman tidak menanyakan temannya yang lain, masing-masing memperhatikan dirinya. [ وَلَا شَفَاعَةٌ ] dan juga tidak ada syafa’at (kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla), Allāh mengatakan وَلَا شَفَاعَةٌ tidak ada syafa’at dihari kiamat, disini Allāh mengingkari adanya Syafa’at dihari kiamat, apa yang diingkari?

● Syafa’at yang diminta dari selain Allāh.

Tadi kita sebutkan, bahwasanya syafa’at dihari kiamat ada, tetapi disini Allāh mengatakan – ولا شَفَاعَةٌ – apa yang dimaksud ?

⇒ Yang dimaksud adalah syafa’at yang diminta dari selain Allāh, contohnya seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin.

Ini yang diingkari oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

 

وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

” Dan Orang-orang yang kafir, merekalah orang-orang yang Dzolim ”

[Surat Al-Baqarah 254]

Ini Adalah termasuk ayat yang menunjukkan bahwasanya di Hari kiamat ada syafa’at yang diingkari dan tidak bermanfaat

 

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh

 

Abdullāh Roy
———————
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

 

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah