Categories
Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin Resume Kajian

NASEHAT PAGI oleh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin

*KAJIAN ILMIAH ISLAMIYAH*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tema : “NASEHAT PAGI”

Tanggal : 8 April 2018, ba’da Shubuh – selesai
Pemateri: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin
Penerjemah : Ustadz Askar Wardhana, Lc.
Tempat : di Masjid Darul Hijrah STAI Ali Bin Abi Thollib, – Surabaya

*1. Nasihat Rasulullah*

قال الرسول صلى الله عليه وسلم: “عليكم بسنتي وسنة خلفاء الراشدين المهديين تمسك بها و عضوا عليها بالنواجد وإياكم و محدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار”(رواه الترمذي)

“Rasulullah shallallahu’alayhiwassalam bersabda ” berpegang teguh lah kalian diatas sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yg mendapat petunjuk ( Abu Bakar, Umar, Utsman, Dan Ali). Jauhilah oleh kalian perkara Baru dalam syariat, karena perkara Baru dalam syariat adalah bid’ah, setiap bid’ah itu sesat,Dan kesesatan itu dineraka. [HR. At Tirmidzi]

*2. Pesan Abu Bakar Ash Shiddiq*

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Dan senantiasa lah kalian memuji dan menyanjung Allah, Dan senantiasalah nyinyir dalam berdoa kepada Allah.

Nasehat ini adalah untuk senantiasa memuji Dan menyanjung Allah Subhanahuwata’ala serta menghadirkan rasa harap, cemas, takut, Dan penghambaan hanya kepada Allah. Dan perkataan yg paling Allah cintai adalah ” Subhanallah, walhamdulillah, walaillahaillallah, wallahuakbar”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” [HR. Muslim]

Rasa harap dan cemas adalah rukun utama dalam beribadah kepada Allah. Berharap pahala kepada Allah, kasih sayang Allah, Ridho Allah, harap agar diterima Allah Ibadah nya.
Dan cemas akan ibadah yg tertolak, cemas azab Allah, cemas akan siksa Allah. Apabila ini hadir dalam ibadah seorang hamba maka sampailah ia pada puncak kenikmatan ibadah
Allah telah mengisahkan tentang Zakaria dalam firman-Nya,

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (89) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (90)

”Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri (tanpa keturunan, pen) dan Engkaulah waris yang paling baik. Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepadanya Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap (rogbah) dan cemas (rohbah) dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami”. [QS. Al Anbiyaa’: 89-90]

Allah sangat menyukai seorang hamba yg senantiasa terus menerus mengulang-ulang doanya dalam meminta kepada Nya, barang siapa yg enggan berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya

Kesimpulan:

A. Wasiat abu bakar :

1. Agar senantiasa bertakwa kepada Allah takwa dalam artian melaksanakan perintahnya diatas cahaya semata-mata mengharapkan pahala disisiNya dan meninggalkan kemaksiatan diatas cahaya semata-mata takut akan adzab nya
2. Agar kita memperbanyak berdzikir kepada Allah diantaranya 4 ucapan yaitu subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar.
3. Agar kita mengumpulkan rasa harap dari pahala dan rasa takut dari adzab nya berharap cemas kepada Allah
4. Hendaknya kita merendahkan diri didalam meminta kepada Allah dan bersabar didalamnya.

*3. Berkata Umar Ibn Khattab*

” hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, timbangilah diri kalian sebelum kalian ditimbangi, berhiaslah kalian untuk pertemuan besar (pertemuan dengan Allah) yang hari itu tidak ada satupun yg bisa di sembunyikan.

حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan berhiaslah (beramal shalihlah) untuk persiapan hari ditampakkannya amalan hamba.”

Allah berfirman:

يَوْمَئِذٍ لاَ تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah)” [QS. Al Haqqah : 18].

Dan Allah ‘azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر/18)

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang sudah dia kerjakan untuk esok hari, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allahmengetahui apa yang kalian kerjakan” [QS. Al Badr:18]

Hiasi diri kita dengan ketaqwaan dan kecintaan kita hanya kepada Allah untuk kelak hari dimana kita akan berjumpa dengan Allah subhanahuwata’ala

Kesimpulan:

B. Wasiat Umar :
1. Agar senantiasa menghisab diri sebelum dihisab oleh Allah diakhirat amal” kita
2. Agar senantiasa kita menimbanng diri sebelum ditimbang baik buruk kita diakhirat.
3. Agar senantiasa menghiasi diri dengan ketakwaan kepada Allah

*4. Berkata Utsman Ibn Affan*

“Ya anak adam, ketahuilah bahwa malaikat maut yg ditugaskan untuk mencabut nyawa mu senantiasa mengejar mu dan berada dekat dengan mu, maka dari itu persiapkanlah dirimu untuk kematian karena kematian itu tidak akan luput darimu”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah, Tirmidzi; Nasai; Ahmad]

Bertaubatlah, karena Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum sampai ke kerongkongan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَوْ لآ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ فَلَوْ لآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan. Padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu.Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar”. [QS. Al Waqi’ah: 83-87]

Kesimpulan:

C. Wasiat Utsman :
1. Agar mengingat kematian karena pemutus kenikmatan tersebut adalah kematian
2. Agar mempersiapkan diri terhadap kematian karena malakul maut senantiasa siap mengambil nyawa kita
3. Agar senantiasa kita bertaubat kepada Allah dan berharap berjumpa yang baik kepada Allah

*5. Berkata Ali bin abi thalib*

قال علي إن أخوف ما أخاف عليكم اثنتين طول الأمل واتباع الهوى فأما طول الأمل فينسي الآخرة وأما اتباع الهوى فيصد عن الحق رواه أحمد في الزهد

“Hai manusia, sesungguhnya yg paling aku takuti menimpa kalian ada dua. Yaitu angan angan yg panjang dan mengikuti hawa nafsu”

_Panjang angan angan akibatnya melupakan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akibatnya jauh dari kebenaran. Ingatlah bahwa dunia ini tempatnya beramal kebaikan dan tidak ada hisab, sedangkan akhirat adalah tempatnya penghisaban Dan tidak ada lagi amalan.

Kesimpulan:

D. Wasiat Ali :
1. Agar senantiasa menjauhi dan menghindar dari angan” yang panjang
2. Agar senantiasa menjauhi dari mengikuti hawa nafsu nya
3. Hendaknya kita mengharapkan menjadi hamba” akhirat yang senantiasa mengingat akhirat sebagai tempat penghisapan yang dimana tidak ada lagi amalan pada hari tersebut.

Afwan bila ada kurang lebihnya dalam ringkasan diatas

Penyusun: Dinan
Di posting ulang oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Kisah

PENYAMUN JADI ULAMA (PART 2-Habis)

*SERI KISAH*

*PENYAMUN JADI ULAMA (PART 2-Habis)*

Itulah kisah seorang penyamun (perampok) jahat berubah menjadi seorang ulama’ dan hamba yang sholeh, *Al-Imam Al-Fudhoil bin Iyadh* sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafizh Adz-Dzahabiy dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (8/423)

*Kisah ini amat ajaib, dimana Allah mengubah hati sekeras batu menjadi hati selembut air. Dia bertobat dengan sejujurnya di hadapan Allah sampai Allah mewariskan kepadanya hati amat lembut dan mudah mengingat Allah.*

Ibrahim bin Al-Asy’ats -rahimahullah- berkata, _*“Aku tak pernah melihat seseorang yang Allah dalam dadanya lebih agung dibandingkan Fudhoil.* Dahulu apabila ia mengingat Allah atau disebutkan di sisinya, ataukah ia mendengarkan Al-Qur’an, maka akan tampak pada dirinya rasa takut dan sedih, air matanya berlinang dan menangis sampai orang-orang yang hadir merasa kasihan kepadanya. Dia adalah seorang yang senantiasa bersedih dan kuat pikirannya. Aku tak pernah melihat seseorang yang menginginkan Allah dalam ilmunya, amalnya, pemberian dan pengambilannya, penahanan dan pengorbanannya, kebencian dan cintanya dan seluruh tindak-tanduknya selain Fudhoil. Dulu kami bila keluar bersamanya mengantar jenazah, maka ia selalu memberikan wejangan, mengingatkan dan menangis. Seakan-akan ia mau meninggalkan para sahabatnya menuju akhirat. (Ia lakukan hal itu) sampai tiba di pekuburan. Dia pun duduk pada tempatnya di antara mayat-mayat, karena rasa sedih dan tangisnya sampai beliau bangkit, sedang beliau seakan-akan kembali dari alam akhirat untuk mengabarkan tentangnya”._ [Lihat Hilyah Al-Awliyaa’ (8/426) karya Abu Nu’aim Al-Ashbahaniy, cet. Darul Kitab Al-Arobiy, dan Tarikh Dimasyqo (48/391) oleh Ibnu Asakir, cet. Darul Fikr, 1419 H dan Tarikh Al-Islam (12/336) oleh Adz-Dzahabiy, Darul Kitab Al-Arobiy 1407 H]

*IBRAH DAN RENUNGAN*

*Hati setiap insan dalam genggaman jari-jemari Allah.* Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia dari keburukan menuju kebaikan, atau sebaliknya. Karenanya, *mintalah petunjuk kepada Allah agar hati kita ditegarkan di atas hidayah dan selalu diarahkan kepada kebaikan serta dihindarkan dari segala keburukan.*

Tak ada kata terlambat bagi orang yang mau bertobat, kecuali jika ajal sudah tiba atau matahari sudah terbit dari arah barat.

Tobat yang jujur akan membimbing seseorang kepada kebaikan dan jalan-jalan ketaatan.

Seorang yang mau bertobat dengan benar, tobatnya harus dikuatkan, dibimbing dan didasari dengan ilmu agama. Karenanya, Fudhoil bin Iyadh -rahimahullah- setelah bertobat, maka ia rajin menghadiri majelis-majelis ilmu.

*Nasihat ringkas yang berasal dari ayat-ayat suci seringkali meluluhkan hati-hati yang kasar dan keras.* Lantaran itu, seorang dai atau muballigh sebaiknya memberikan nasihat dari nash atau kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- serta ucapan hikmah para ulama.

*Tak boleh seseorang melakukan vonis terhadap orang lain bahwa ia adalah penduduk neraka.* Sebab, boleh jadi ia mendapatkan hidayah untuk bertobat sebelum ia wafat.

Di dalam kisah ini terdapat keterangan bahwa *kesholehan seseorang akan menjadi sebab ia terlindungi dari keburukan.* Hal ini bisa anda lihat pada penghuni rumah yang akan masuki oleh Fudhoil malam itu. Ia dilindungi oleh Allah, karena berkah sholat tahajjud dan bacaan Al-Qur’annya yang ia lazimi setiap malamnya.

Sumber: al-atsariyyah.com

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin Resume Kajian

BUAH KEIMANAN, oleh Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin

*RESUME KAJIAN*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kajian Islamiah Ilmiah dan Tablik Akbar Sabtu Malam,

Tema : “BUAH KEIMANAN”
Tanggal : 21 Rajab 1439 H / 7 April 2018, ba’da Isya – selesai
Pemateri: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin
Penerjemah : Ustadz Dr.Firanda Andirja, Lc. MA.
Tempat : di Masjid Mujahidin, Perak Barat – Surabaya

Pembahasan mengenai iman sangatlah penting dan indah dirasakan, karena hal ini merupakan puncak dari apa yang didambakan setiap muslimin & muslimat.

Pemahaman atas buah-buah dan faedah keimanan perlu dimantapkan dalam diri seorang muslim, karena hanya dengan cara inilah seseorang akan semakin bersemangat dalam memperkokoh imannya tersebut kepada Allah Ta’ala.

Buah dari keimanan sangatlah banyak, dan dalam kesempatan kali ini hanya akan dibahas sebagian kecil saja.

Beberapa buah dari keimanan tersebut adalah :

1. Meraih kebahagiaan hakiki.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [QS. An-Nahl 16: Ayat 97].

» Orang yang beriman dan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala, tidak akan merasa sengsara.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

“Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” [QS. Al-Isra’ 17: Ayat 15].

» Petunjuk dari Allah Ta’ala akan mendatangkan kebahagiaan, bukan kesusahan.

Allah Ta’ala berfirman:
طٰهٰ

“Thaha.”

مَاۤ اَنْزَلْـنَا عَلَيْكَ الْـقُرْاٰنَ لِتَشْقٰۤى

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;” [QS. Ta-Ha 20: Ayat 2].

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu , dari Nabi Shallallahu‘alaihi Wasallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” [Shahih riwayat : Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43), At-Tirmidzi (no. 2624), An-Nasa`i (VIII/95-96), Ibnu Majah (no. 4033)].

2. Iman merupakan sebab seseorang istiqomah dalam berpindah-pindah dari satu kebaikan kepada kebaikan lainnya, dalam kondisi apapun (senang, sedih, lapang, sempit, kaya, miskin, sehat, sakit, dsb).

Dari Shuhaib bin Sinan Radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” [HR. Muslim no. 2999].

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” [QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35].

3. Keimanan merupakan sebab datangnya kebaikan dari Allah Ta’ala, berupa surga.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” [QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82].

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal,”

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَـبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا

“mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.” [QS. Al-Kahf 18: Ayat 107-108].

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ

“Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).” [QS. Al-Hijr 15: Ayat 45].

Diriwayatkan oleh Jarir bin Abdullah Radhiyallahu‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (Allah Ta’ala pada hari kiamat nanti) sebagaimana kalian melihat bulan purnama (dengan jelas), dan kalian tidak akan berdesak-desakan dalam waktu melihat-Nya. [HR al-Bukhari (no. 529) dan Muslim (no. 633)].

Dari seorang sahabat yang mulia, Shuhaib bin Sinan Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah ta’ala berfirman: “Apakah kalian mau tambahan nikmat (dari kenikmatan surga yang telah kalian peroleh)? Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Dan Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? Kemudian Allah singkap hijab (penutup wajahNya yang mulia), dan mereka mengatakan,

فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزٌّ

“Tidak ada satupun kenikmatan yang lebih kami cintai dari memandang wajah Allah Ta’ala.” [HR. Muslim no. 181].

» Waiyya’udzubillahi min dzaalik, jangan sampai kita terhalang dari melihat wajah Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

كَلَّاۤ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَ

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.” [QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 15].

4. Iman yang sempurna akan memberi keselamatan bagi pemiliknya, terhindar dari siksa api neraka. Dan bagi seseorang yang imannya tidak sempurna, insyaAllah dia tidak akan kekal didalam neraka.

Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya (no. 183) dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu’anhu sesungguhnya Nabi Sallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “… (Allah) berfirman: “Kembalilah, Siapa saja yang kamu dapatkan di hatinya seberat Dzarroh (atom) dari kebaikan, maka keluarkan dia. Maka banyak sekali makhluk yang dikeluarkan….”

5. Keimanan pada seseorang merupakan sebab datangnya rasa aman dan petunjuk di dunia dan di akhirat kelak.

» Yang dimaksudkan disini adalah iman yang bersih dari kedzaliman (kesyirikan).

Allah Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” [QS. Al-An’am 6: Ayat 82].

6. Allah Ta’ala akan memberikan pertolonganNya bagi seorang muslim yang beriman.

Allah Ta’ala berfirman:

وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا اِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَآءُوْهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا ۗ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” [QS. Ar-Rum 30: Ayat 47].

Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu‘alaihi Wasallam berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :”…..Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya.” [Bukhari no. 6502].

7. Iman menjadikan seseorang mendapatkan perwalian (pertolongan) khusus dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰۤــئُهُمُ الطَّاغُوْتُ ۙ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” [QS. Al-Baqarah 2: Ayat 257].

8. Iman akan mengantarkan seseorang menuju ke segala kebaikan, kemuliaan dan ketinggian di dunia dan di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ يَهْدِيْهِمْ رَبُّهُمْ بِاِيْمَانِهِمْ ۚ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.” [QS. Yunus 10: Ayat 9].

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰٓئِكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى

“Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),” [QS. Ta-Ha 20: Ayat 75].

9. Tempat kembalinya seorang mu’min adalah kepada imannya.

» Terkadang hidup seseorang ditimpa dengan berbagai musibah, ujian dan masalah. Maka keimanan yang ada dalam dirinya, akan membuatnya kembali ke jalan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Dan hanya karunia Allah Ta’ala sajalah, yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْـفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًا وَّلٰـكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” [QS. An-Nur 24: Ayat 21].

» Jika bukan karena kasih sayang Allah Ta’ala, maka kami tidak akan mendapatkam hidayah, tidak bisa merasakan nikmatnya menjalankan ibadah sholat, berpuasa, dan sebagainya.

» Jika seorang mu’min telah berbuat maksiat, maka dia akan segera kembali mengingat Allah Ta’ala dan bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman:

“…Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” [QS. An-Nur 24: Ayat 31].

» Begitu pula jika seorang mu’min mendapatkan kesenangan, maka dia akan bersyukur. Dan jika mendapatkan musibah, maka dia akan bersabar.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” [QS. Ibrahim 14: Ayat 7].

Allah Ta’ala berfirman:

مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. At-Taghabun 64: Ayat 11].

10. Iman merupakan perhiasan dan keindahan hakiki. Tanpa iman seperti halnya jasad tanpa ruh.

» Allah Ta’ala telah menanamkan keimanan itu sebagai sesuatu yang indah dan kemaksiatan itu sesuatu yang buruk, di hati setiap orang.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًا ۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ۙ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” [QS. Al-A’raf 7: Ayat 26].

11. Keimanan merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Tanpa iman, hidup seseorang akan mirip seperti hewan ataupun orang yang mati.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” [QS. Al-A’raf 7: Ayat 179].

12. ‎Seorang yang beriman akan meraih seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” [QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201].

Marilah kita memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar menetapkan iman dalam diri kita, sampai akhir hayat kelak.

Wallahu Ta’ala A’lam.

(Diringkas oleh : Isfanz Rozyn)

~ Mohon maaf atas kurang lebihnya ringkasan diatas ~

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah