AR-ROZZAAQ, AR ROOZIQ, MAHA PEMBERI REZEKI (Tema Asm’aul Husna)



0 Comment

📚 *[TEMA: ASMA’UL HUSNA]*

*الرزاق ، الرازق*

*AR-ROZZAAQ, AR ROOZIQ*
*MAHA PEMBERI REZEKI*

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين،  وبعد:

 

*SIAPAKAH YANG MENANGGUNG REZEKI MEREKA?*

 

🍂 Saudaraku.. Pernahkah Anda perhatikan bagaimana sebuah janin yang lemah bisa bertahan hingga masa dilahirkan ke dunia?  Siapakah yang menanggung kebutuhannya selama di perut ibunya?

▪Pernahkah Anda memikirkan bagaimana seekor gajah yang tidak punya ijazah bahkan tidak sekolah bisa mendapatkan rezeki dengan mudahnya, bahkan mereka gemuk-gemuk?

▪Pernahkah Anda merenungkan bagaimana cicak yang hinggap di dinding dan tidak bisa terbang bisa mendapatkan Rezeki padahal makanannya rata-rata bisa terbang?

▪Demikianlah manusia dan seluruh makhluk ciptaan Allah, Rezeki mereka ditanggung oleh Allah subhanahu wata’ala.

📖 Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ  كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

🍃 _”Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”_

[QS. Hud 11: Ayat 6]

🍂 Ya. Allahlah yang menanggung apa yang dibutuhkan oleh makhluk tersebut. Makanan, minuman, pasangan dan lain-lain. Termasuk ilmu, Allah turunkan kitabNya dan Allah utus RasulNya serta membekali setiap manusia dengan akal yang dengannya mereka bisa berfikir.

*ALLAH MAHA PEMBERI REZEKI*

🍂 Allah adalah Ar-Rozzaaq dan Ar Rooziq, yang Maha Pemberi Rezeki.

Berkata Imam Al Khattaby rahimahullah:

🎓 _”Allah yang menjamin rezeki pada setiap jiwa akan segala kebutuhan hidupnya terkhusus makanannya”_

📖 Allah Ta’ala berfirman :

اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ

🍃 _”Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”_

[QS. Adz-Dzaariyaat 51: Ayat 58]

وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ  خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

 

🍃 _”Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”_

[QS. Al-Maa’idah 5: Ayat 114]

📖 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إنَّ الله هو الخالقُ القابضُ الباسطُ، الرّازق المُسعِّر

🍃 _”Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta, Yang Maha Menggenggam, Yang Maha Membentangkan, Yang Maha Memberi Rezeki”_

[HR. Abu Dawud, At-Trmidzi]

*REZEKI ALLAH ADA DUA MACAM*

✅ Pertama, rezeki yang umum. Rezeki ini diberikan kepada orang beriman maupun kafir, yang baik maupun yang jahat. Yaitu rezeki yang sampai kepada badan, berupa makanan, minuman, dan lain-lain.

✅ Kedua, rezeki yang khusus. Hanya diberikan kepada orang-orang beriman dan yang berbuat baik. Yaitu rezeki yang sampai kepada hati, berupa ilmu, iman, dan rezeki yang halal yang menguatkan ketaatan kepada Allah.

 

*PENGARUH BERIMAN KEPADA DUA NAMA INI*

1⃣ Senantiasa beribadah hanya kepada Allah, berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan. Karena hanya Allahlah yang menanggung rizkinya.

2⃣ Tenangnya hati dan jiwa menghadapi kehidupan. Senantiasa Tawakal dan tidak khawatir terhadap permasalahan rezeki, karena semua sudah ditanggung rizekinya, bahkan seseorang tidak akan mati sampai terpenuhi semua rezekinya.

3⃣ Semakin Cinta kepada Allah, sehingga mendahulukan Allah di atas segalanya.

4⃣ Berusaha mengamalkan sebab-sebab datangnya rezeki. Diantara sebab yang paling utama adalah bertakwa kepada Allah Ta’ala.

📖 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مخرجا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ   ۗ  وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ   ۗ
🍃 _” Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”_

[QS. Ath-Thalaaq 65: Ayat 2-3]

5⃣ Akan senantiasa mencari rezeki Allah yang paling berharga, yaitu keridhoan Allah dan surgaNya.

6⃣ Tidak akan kikir kepada manusia, ujub (berbangga diri) dan sombong kepada mereka. Justru sebaliknya, ia akan dermawan dan tawadhu (rendah hati) karena ia yakin bahwa apa saja yang ia miliki dari harta dan ilmu semuanya berasal dari Allah Ta’ala.

 

📕Referensi :
Kitab: _Mukhtashor Kitab Walillahil Asmaul Husna_ karya: Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Al Jalil
Kitab: _Fiqhul Asmail Husna_ karya Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafizhahumallah

 

✍🏻 Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc.

Pesantren Tahfizh Al Hunafa,  23 Dzulhijjah1438 H
13 September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *