ASAL MUASAL PERKATAAN: “MEREKA (YANG TIDAK MENGIKUTI SUNNAH NABI) LEBIH BAIK AKHLAKNYA DARIPADA YANG MENGIKUTI SUNNAH



0 Comment

*ASAL MUASAL PERKATAAN: “MEREKA (YANG TIDAK MENGIKUTI SUNNAH NABI) LEBIH BAIK AKHLAKNYA DARIPADA YANG MENGIKUTI SUNNAH.”*

[1]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ أُوتُوْا نَصِيْبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْـجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” [QS. An-Nisaa’: 51]

[2]- Imam Ibnu Katsir -rahimahullaah- berkata:

“Firman Allah:

…وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“…dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”

Yakni: mereka (orang-orang Yahudi) menganggap orang-orang kafir (kaum musyrikin) lebih utama dari kaum muslimin. (Anggapan semacam ini) dikarenakan kebodohan mereka (Yahudi), dan tipisnya agama mereka, serta kekafiran mereka terhadap kitab Allah (Taurat) yang ada pada mereka.

Imam Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan (dengan sanadnya)…dari ‘Ikrimah, ia berkata: Huyay bin Akhthab dan Ka’b bin Al-Asyraf (tokoh-tokoh Yahudi) datang ke Makkah, mereka (kaum musyirikin) berkata (kepada orang-orang Yahudi tersebut): “Kalian adalah Ahlul Kitab dan Ahli ilmu, maka kabarkanlah kepada kami tentang kami dan tentang Muhammad!” Mereka (orang-orang Yahudi) berkata: “Bagaimana keadaan kalian dan keadaan Muhammad?” Mereka (kaum musyrikin) berkata: “Kami menyambung silaturahmi, menyembelih unta (untuk dibagikan), memberi minum air dan juga susu, memerdekakan budak-budak, dan memberi minum kepada jama’ah Haji. Sedangkan Muhammad adalah “Shunbuur” (terputus, tidak punya keturunan laki-laki), memutus silaturahmi, pengikutnya adalah para pencuri dari kaum Ghifar yang mencuri Jama’ah Haji. Maka, apakah kami yang lebih baik ataukah dia?” Maka orang-orang Yahudi menjawab: “Kalian lebih baik dan lebih benar jalannya.” Maka Allah menurunkan firman-Nya:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ أُوتُوْا نَصِيْبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْـجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” [QS. An-Nisaa’: 51]

(Tafsiran) ini diriwayatkan dari banyak jalan, dari Ibnu ‘Abbas, dan dari sekelompok ulama Salaf.”

[“Tafsiir Al-Qur’aan Al-‘Azhiim” (II/335- cet. Daar Thayyibah)]

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

Leave a Reply