Categories
Artikel Hadits

Puasa sehari, Menghapus dosa 2 tahun

Obral penghapusan dosa hanya puasa sehari, menghapus dosa 2 tahun
.
Puasa Arafah
9 Dzulhijjah 1442 H
.
.
Bertepatan dengan hari senin tanggal 19 JULI 2021 M
.
.
Rasulullah bersabda :
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
.
.
Web : parapencintasunnah.com
IG : parapencintasunnah
FB : para pencinta sunnah
Twitter : PPSunnah
Youtube : Para Pencinta Sunnah
.
.

puasaarofah

arofah

penghapusdosa

puasasunnah

sunnah

https://www.instagram.com/p/CRdAbPWBYxj/?utm_medium=share_sheet

Categories
Artikel

Maklumat Pemakaian Logo PPS

Categories
Artikel

MINTALAH KEPADA ALLAH DENGAN NAMA-NAMANYA YANG BAIK

Di antara salah satu keutamaan tauhid asma’ wa shifat adalah bahwasannya seseorang tidaklah mungkin menyembah Allah Ta’ala dengan sempurna sampai dia mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala sehingga dia menyembah Allah Ta’ala atas dasar ilmu. Demikian pula dalam masalah doa. Allah Ta’ala berfirman,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

”Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna. Maka berdoalah dengan menyebut nama-nama yang husna itu.” (QS. Al-A’raf [7]: 180)

Berdasarkan ayat tersebut, maka termasuk kesempurnaan dalam berdoa adalah seseorang menjadikan perantaraan (ber-“tawassul”) dalam doanya dengan menyebutkan nama-nama Allah Ta’ala yang sesuai dengan isi permintaannya. Jika kita ingin meminta rizki, maka kita ber-tawassul dengan nama Allah “Ar-Rozzaaq” (Yang Maha pemberi rizki). Jika kita meminta ampun kepada Allah, maka kita ber-tawassul dengan nama Allah “Al Ghofuur” (Yang Maha mengampuni). Inilah salah satu bentuk tawassul dalam berdoa yang disyariatkan. Bahkan inilah yang telah dicontohkan oleh para Rasul ketika mereka berdoa kepada Allah Ta’ala.
⠀⠀⠀
Wallaahu ta’ala a’lam.
⠀⠀⠀
♻️ Silakan Disebarluaskan Agar yang Lain Juga Bisa Menerima Manfaat
⠀⠀⠀


1¹⠀⠀⠀⠀⠀⠀
📺 Fatwa TV Bisa
🌏 www.dewanfatwa.com
⠀⠀⠀⠀⠀⠀

Categories
Artikel

FIQIH Ad Da’wah – Kaidah ke 1


.
Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah.. nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa man waalah..
.
Kita akan memulai mengambil fawaaid dari kitab qowaid dan dhowaabit fiqih ad da’wah.. kaidah-kaidah dan batasan-batasan dalam fiqih berdakwah menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah..
.
PEMBUKAAN

Buku ini penting sekali untuk kita pahami karena setiap kita mau tidak mau pasti harus berdakwah.
.
Dan tentunya berdakwah harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh para ulama agar dakwah kita sesuai dengan manhaj para Nabi.
.
⚉ KAIDAH PERTAMA:
.
AMAL ITU SESUAI NIATNYA
.
➡️ berdasarkan hadits yang masyhur dari ‘Umar bin Al-Khotthob rodhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa ia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
.
‎إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
.
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rosul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju..” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
.
Bagaimana praktek kaidah ini didalam dakwah..? Beliau membawakan contoh-contoh praktek dalam dakwah.
.
➡️ Contoh 1:
Tidak boleh seseorang berdakwah dengan niat karena ingin mendapatkan keuntungan dunia. . atau hanya sebatas ingin mendapatkan ketenaran.. dan maslahat-maslahat dunia yang lainnya.
.
Walaupun dengan nama-nama amar ma’ruf nahi munkar, kalau ternyata niatnya hanya karena dunia.. karena itu semua tidak akan dinilai oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Allah tidak akan menerima suatu amal kecuali yang benar benar ikhlas karena-Nya.
.
➡️ Contoh 2:
Tidak boleh kita menyuruh kepada kebaikan atau melarang dari kemunkaran hanya sebatas karena ingin riya atau membela diri atau mencari kedudukan atau mencari ketenaran.
.
Maka kalau kita menshare kajian di media sosial atau sebagai admin atau siapapun yang ingin berdakwah dengan cara menshare ilmu hendaklah ia berusaha ikhlas mengharapkan wajah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Tentunya setelah memeriksa keotentikan dan kelurusan kajian yang hendak ia share itu.
.
➡️ Contoh 3:
Tidak boleh meng-ghibah.. karena ingin memperlihatkan kelebihan. Karena ghibah itu ada yang boleh, ada yang haram.
.
Adapun yang boleh.. kalau memang untuk kemaslahatan agama.. seperti meng-ghibah ahli bid’ah karena pemikirannya yang menyesatkan, agar manusia berhati-hati dari pemikirannya tersebut.. maka yang seperti ini boleh.
.
Namun terkadang ada orang yang melakukan itu karena ingin terlihat kelebihannya.. atau sebetulnya dia marah kepada orang yang dia anggap ahli bid’ah, padahal ternyata bukan ahli bid’ah.. tapi kemudian dia memperlihatkan seakan-akan dia melakukannya karena Allah padahal sebetulnya karena hawa nafsunya.
.
Seperti dizaman sekarang.. ada orang mudah mentahzir orang hanya karena tidak ngaji ke gurunya.. bukan karena dia menyimpang dari manhaj salaf.
.
➡️ Contoh 4:
Wajib atas para ulama dan para da’i untuk membela kebenaran. Semua itu karena Allah, bukan mengharapkan keuntungan dunia. Demikian pula orang yang berfatwa kepada manusia, jangan sama sekali punya niat ingin dipuji bahwa ia berilmu dan yang lainnya.
.
Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0878-5113-4664
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel

Memadharatkan Dunia Atau Akhirat ?

Memadharatkan Dunia Atau Akhirat ?

Imam Abu Nu’aim membawakan dengan sanadnya sampai kepada Khalaf bin Hausyab rahimahullah yang berkata : Umar radhiallahu anhu berkata :

نظرت في هذا الأمر فجعلت إذا أردت الدنيا أضر بالآخرة، وإذا أردت الآخرة أضر بالدنيا، فإذا كان الأمر هكذا فأضروا بالفانية

“Aku memperhatikan urusan agama ini, lalu kusimpulkan bahwa jika aku menghendaki dunia maka akan memadharatkan akhiratku, dan jika aku menghendaki akhirat maka akan memadharatkan duniaku. Kalau seperti itu masalahnya berarti aku harus memadharatkan urusan yang fana ini ( dunia – pent ).”

Hilyatul Aulia 1/ 86 no 121 – cetakan Darul Kitab Al Ilmiyyah, Beirut – dengan tahqiq Musthafa Abdul Qadir Atha – 2010

Riwayat ini juga dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Az Zuhud no 665.

🖌️ Abu Asma Andre

Categories
Artikel

Dibalik hikmah sabar

💫 Dibalik hikmah sabar …

Mutiara nasehat para sahabat Nabi.

Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk menjadikan sabar sebagai penopang hidupnya demikian pula sholat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.’ [QS. Al-Baqarah: 153]

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله, Setelah menyampaikan penjelasan mengenai perintah bersyukur, Allah pun menjelaskan makna sabar dan bimbingan untuk memohon pertolongan melalui kesabaran dan shalat. Karena sesungguhnya seorang hamba itu adakalanya ia mendapatkan nikmat kemudian mensyukurinya atau ditimpa bencana kemudian bersabar atasnya.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits dalam kitab Musnad Ahmad, Rasulullah bersabda: “Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin itu, Allah tidak menentukan suatu hal melainkan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kebahagiaan, ia lalu bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan Jika mendapatkan kesusahan, lalu ia bersabar, maka yang demikian itu adalah baik baginya.” (HR. Ahmad).
Allah Ta’ala juga menerangkan bahwa sebaik-baik sarana yang dapat membantu dalam menjalani berbagai musibah adalah kesabaran dan shalat. Sebagaimana telah diuraikan dalam firman Allah Ta’ala sebelumnya yang artinya:
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Dalam hadits disebutkan: “Bahwa Rasulullah jika menghadapi suatu masalah, maka beliau mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad dan an-Nasai).
Kesabaran itu ada dua macam. Pertama, sabar dalam meninggalkan berbagai hal yang diharamkan dan perbuatan dosa. Dan kedua, sabar dalam berbuat ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Jenis yang kedua ini lebih besar pahalanya, karena inilah yang dimaksudkan.
Ada juga kesabaran jenis ketiga, yaitu kesabaran dalam menerima dan menghadapi berbagai macam musibah dan cobaan. Yang demikian itupun wajib, seperti istighfar dari berbagai aib. Sebagaimana dikemukakan oleh Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam mengenai dua pintu kesabaran, yaitu sabar menjalankan hal-hal yang disukai Allah Ta’ala. meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. Dan kedua sabar dalam menghindari hal-hal yang dibenci Allah Ta’ala meskipun sangat diinginkan oleh hawa nafsu. Jika seseorang telah melakukan hal itu, maka ia benar-benar termasuk orang-orang sabar yang insya Allah akan memperoleh keselamatan.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, hal ini diperkuat oleh firman Allah Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [QS. Az-Zumar: 10]

Sa’id bin Jubair mengatakan: “Sabar berarti pengaduan seorang hamba kepada Allah atas musibah yang menimpanya dan ketabahannya di sisi Allah dengan mengharapkan pahala dari-Nya. Terkadang, seseorang digoncangkan (dengan berbagai masalah), namun ia tetap tegar, dan tidak melihat pilihan yang lain kecuali bersabar.”
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

Ada nasehat yang indah yang disampaikan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab رضي الله عنه tentang sabar.

قال عمر بن الخطاب رضى الله عنه:
وجدنا خير عيشنا بالصبر.

📚 درر من اقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Amirul Mukminin Umar bin Khattab رضي الله عنه,
Kami mendapati bahwa sebaik-baik kehidupan kami adalah dengan kesabaran.

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0878-5113-4664
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel

Dari yang jujur sampai yang fujur

💦 Dari yang jujur sampai yang fujur …?

Mutiara nasehat para sahabat Nabi.

Berbagai macam tipe sifat manusia yang Allah ciptakan. Hanya saja Allah telah memberikan petunjuk jalannya.

Allah berfirman,

إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجࣲ نَّبۡتَلِیهِ فَجَعَلۡنَـٰهُ سَمِیعَۢا بَصِیرًا.
إِنَّا هَدَیۡنَـٰهُ ٱلسَّبِیلَ إِمَّا شَاكِرࣰا وَإِمَّا كَفُورًا.
إِنَّاۤ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَـٰفِرِینَ سَلَـٰسِلَا۟ وَأَغۡلَـٰلࣰا وَسَعِیرًا.
إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ یَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسࣲ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا.

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.” [QS Al-Insan 2 – 5]

Manusia sudah disempurnakan ciptaannya. Ada yang dikembalikan hina karena sifatnya yang jahat, dan ada yang dikecualikan karena keimanan dan amal sholihnya.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ.
ثُمَّ رَدَدۡنَـٰهُ أَسۡفَلَ سَـٰفِلِین.
إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَیۡرُ مَمۡنُونࣲ.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” [QS At-Tin 4 – 6]

Para Salaf telah memberikan pencerahan tentang tipe-tipe sifat manusia agar supaya mereka berhati-hati dan memilih yang terbaik.

قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:
أكيس الكيس التقوى، وأحمق الحمق الفجور، وأصدق الصدق الأمانة، وأكذب الكذب الخيانة.

📚 من اقوال الصحابه
(https://mawdoo3.com)

Berkata Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه,
Secerdas cerdasnya yang cerdas adalah ketakwaan. Sedungu dungunya yang dungu adalah kemaksiyatan. Sejujur jujurnya yang jujur adalah yang amanah. Sedangkan sedusta dustanya yang dusta adalah khiyanat.

📚 Min Aqwalis Shahabah (https://mawdoo3.com)

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0878-5113-4664
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel

Makna kalimat tauhid

🩸 Makna kalimat tauhid لا إله إلا الله …

Ilmu yang paling utama untuk dipelajari adalah memahami kalimat tauhid لا إله إلا الله.

Allah berfirman,

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ.

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah.” [QS. Muhammad : 19]

Dan seutama-utama persaksian adalah persaksian kalimat tauhid لا إله إلا الله. Sebagaimana firman Allah,

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلۡعِلۡمِ قَاۤىِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ.

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. Ali ‘Imran: 18]

Makna kalimat tauhid “La ilaaha illallah”
Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhannahu wa Ta’ala , menta’ati hal tersebut dan mengamalkannya.
La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”.
Khabar “َLa” harus ditaqdirkan “al haq” (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan “maujud” (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu ke-batilan yang nyata.

Kalimat “La ilaaha illallah” telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain:

· “Tidak ada sesembahan kecuali Allah”
Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.

· “Tidak ada pencipta selain Allah”
Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.

· “Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah”
Ini juga sebagian dari makna tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup.
Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami peringatkan di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti) adalah :
_“tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”.
Hal ini berdasarkan firman Allah,

ذَ ٰ⁠لِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا یَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِیُّ ٱلۡكَبِیرُ.

“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [QS. Luqman : 30]

(Dinukil dengan perubahan dan tambahan dari kitab Tauhid, jil. 1)

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0878-5113-4664
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel

Ketika orang alim masih terus dalam keadaan jahil …?

Ketika orang alim masih terus dalam keadaan jahil …?

Mutiara nasehat para Ulama Salaf.

Seorang alim menjadi alim bukan semata karena ilmunya. Karena mempelajari ilmu itu bukanlah hanya untuk menguasai ilmu itu saja, namun ilmu dipelajari untuk diamalkan dalam kehidupannya. Dan seluruh ilmu yang ada dalam agama, itu diperintahkan untuk mempelajarinya sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah.

Berkata sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud رضي الله عنه,

من تعلم علما لم يعمل به لم يزده إلا كبرا

“Siapa yang belajar ilmu (agama) lantas ia tidak mengamalkannya, maka hanya kesombongan pada dirinya yang terus bertambah.” (Atsar diriwayatkan Imam Adz Dzahabi dalam Al Kabair, hal. 75)

Disebutkan dalam sebuah sya’ir,

ﻭﻋﺎﻟﻢ ﺑﻌﻠﻤﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﻤﻠﻦ ◎
ﻣﻌﺬﺏ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻋﺒﺎﺩ اﻟﻮﺛﻦ

Orang alim yang tidak mau,
Mengamalkan ilmunya
Mereka akan disiksa sebelum disiksanya para penyembah berhala.(Hasyiyah Tsalatsatul Ushul, hal. 12)

Dan Allah mewajibkan setiap muslim dalam sholat untuk berlindung dari jalannya orang-orang yang dimurkai Allah karena mereka tidak mau mengamalkan ilmunya. Yaitu bacaan Al-Fatihah:

اﻫﺪﻧﺎ اﻟﺼﺮاﻁ اﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ◎ ﺻﺮاﻁ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﻧﻌﻤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka dan bukan jalan jalan orang yang Engkau murkai bukan pula orang-orang yang sesat.”
[QS. Al-Fatihah 6-7]

ﻓﺴﻤﻰ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻳﻦ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﺪﻭﻥ ﻋﻠﻢ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ، ﻭاﻟﺬﻳﻦ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﺎﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ

Maka Allah menamakan orang-orang yang beramal tanpa ilmu sebagai orang sesat dan orang-orang yang sudah berilmu tapi tidak mengamalkan sebagai orang yang di murkai.
(Syarh Tsalsat Al-Ushuli 24-26)

قال الفضيل بن عياض رحمه الله: لا يزال العالم جاهلا بما علم، حتى يعمل به، فإذا عمل به، كان عالماً.

📚 درر من اقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Imam Fudhoil bin Iyadh رحمه الله,
Seorang alim masih terus dalam keadaan jahil dengan yang telah dia ilmui, sehingga dia mengamalkan dengan ilmunya itu. Apabila dia sudah mengamalkan dengan ilmunya maka dia menjadi orang yang alim.

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0878-5113-4664
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel

Semua Rasul hanya mengajak menyembah Allah saja

Semua Rasul hanya mengajak menyembah Allah saja…

Tauhid Uluhiyah Adalah Inti Dakwah Para Rasul

Allah berfirman,

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَیۡهِ ٱلضَّلَـٰلَةُۚ فَسِیرُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُوا۟ كَیۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِینَ.

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” [QS. An-Nahl : 36]

Berkata Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, Allah Ta’ala memberitahukan kepada semua manusia dalam ayat ini, bahwa hujjah-Nya telah ditegakkan kepada semua umat dengan mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi sesembahan selain Allah.
Terhadap seruan rasul tersebut, manusia terbagi menjadi dua golongan; ada yang mengikuti para rasul baik dalam hal ilmu maupun amal, dan ada pula yang tidak mengikutinya, dan inilah orang yang disesatkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Kamu tidak menemukan seorang pun yang mendustakan rasul kecuali akhir kehidupannya dengan dibinasakan.
(Aisarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)

Allah menyampaikan secara jelas dalam ayat ini bahwa Dia telah mengutus pada setiap umat terdahulu seorang Rasul yang mengajak umatnya untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya, berupa berhala, setan dan lainnya. Di antara mereka ada yang Allah beri taufik lalu dia beriman kepada-Nya, mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya. Di antara mereka ada yang kafir kepada Allah, mendurhakai Rasul-Nya maka Allah tidak memberinya taufik lalu ia pun tersesat. Maka berjalanlah di muka bumi agar kalian melihat dengan mata kepala kalian bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan sesudah mereka ditimpa hukuman dan azab.

Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyari’atkan seperti do’a, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakkal, raghbah (senang), rahbah (takut) dan inabah (kembali/taubat).
Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul, mulai rasul yang pertama hingga yang terakhir. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’.” (An-Nahl: 36)
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” (Al-Anbiya’: 25)
Setiap rasul selalu melalui dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah. Sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib, dan lain-lain: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi-mu selainNya.” (Al-A’raf: 59, 65, 73, 85)
“Dan ingatlah Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya, ‘Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepadaNya’.” (Al-Ankabut: 16)
Dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam : “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyem-bah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (men-jalankan) agama’.” (Az-Zumar: 11)
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam sendiri bersabda: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Kewajiban awal bagi setiap mukallaf adalah bersaksi laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), serta mengamalkannya. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disem-bah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…”. (Muhammad: 19)
Dan kewajiban pertama bagi orang yang ingin masuk Islam adalah mengikrarkan dua kalimah syahadat. Jadi jelaslah bahwa tauhid uluhiyah adalah maksud dari dakwah para rasul. Disebut demikian, karena uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh namaNya, “Allah”, yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki uluhiyah). Juga disebut “tauhid ibadah”, karena ubudiyah adalah sifat ‘abd (hamba) yang wajib menyembah Allah secara ikhlas, karena ketergantungan mereka kepadanya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ketahuilah, kebutuhan seorang hamba untuk menyembah Allah tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu pun, tidak memiliki bandingan yang dapat dikiaskan, tetapi dari sebagian segi mirip dengan kebutuhan jasad kepada makanan dan minuman. Akan tetapi di antara keduanya ini terdapat perbedaan mendasar.
Karena hakikat seorang hamba adalah hati dan ruhnya, ia tidak bisa baik kecuali dengan Allah yang tiada Tuhan selainNya. Ia tidak bisa tenang di dunia kecuali dengan mengingat-Nya. Seandainya hamba memperoleh kenikmatan dan kesenangan tanpa Allah, maka hal itu tidak akan berlangsung lama, tetapi akan berpindah-pindah dari satu macam ke macam yang lain, dari satu orang kepada orang lain. Adapun Tuhannya maka Dia dibutuhkan setiap saat dan setiap waktu, di mana pun ia berada maka Dia selalu bersamanya.” [Majmu Fatawa, /24]

Tauhid ini adalah inti dari dakwah para rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal. Tanpa merealisasikannya, semua amal ibadah tidak akan diterima. Karena kalau ia tidak terwujud, maka bercokollah lawannya, yaitu syirik. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. (An-Nisa’: 48, 116)
“…seandainya mereka mempersekutukan Alah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 88)
“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 65)

Dan tauhid jenis ini adalah kewajiban pertama segenap hamba. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak …”. (An-Nisa’: 36)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya …” (Al-Isra’: 23)
“Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu dari Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan kamu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak …’.” (Al-An’am: 151)
(Kitab At-Tsuhid, jil. 1)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0811-360-7893
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah