BANGSA ARAB DI MASA JAHILIYAH



0 Comment

*🌙 SIRAH NABAWIYAH*

————— EPISODE 3 —————

*“BANGSA ARAB DI MASA JAHILIYAH”*

Mayoritas Bangsa Arab masih mengikuti dakwah Nabi Ismail alaihis salam ketika beliau mengajak mereka menganut agama yang dibawa ayahnya, Nabi Ibrahim alaihis salam. Mereka menyembah ALLAH dan menauhidkan-NYA, menganut din-NYA hingga lama kelamaan mereka lupa beberapa hal yang pernah diingatkan kepada mereka. Masih tersisa pada mereka ajaran tauhid dan syiar dari din Nabi Ibrahim alaihis salam, Hingga muncullah “Amr bin Luhay”, pemimpin Bani Khuza’ah.

Amr bin Luhay tumbuh dengan perilaku agung & perbuatan ma’ruf, bersedekah, antusiasme tinggi dalam urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya, tunduk terhadapnya, dan menganggap dirinya ulama besar serta wali yang dimuliakan.

Ia bepergian ke kawasan Syam lalu melihat penduduknya menyembah berhala-berhala. ‘Dia merespons positif hal tersebut dan mengiranya suatu kebenaran’. Maka ketika pulang dia membawa “berhala Hubal” dan meletakannya di dalam Ka’bah. Lalu mengajak penduduk Makkah berbuat syirik terhadap ALLAH dan mereka pun menyambut ajakannya tersebut. Selang berapa lama, penduduk Hijaz mengikuti cara penduduk Makkah karena mereka adalah para pengelola Baitullah dan pemilik al-Masjid al-Haram.

Kesyirikan merajalela & berhala-berhala pun banyak bertebaran di setiap tempat di Hijaz. Tiba musim haji, dia menyerahkan berhala-berhala kepada berbagai kabilah [Lihat Shahih al-Bukhari, 1/222]. Hingga setiap kabilah memillikinya bahkan di setiap rumah.

Demikianlah, kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala-berhala menjadi fenomena terbesar dari kepercayaan dan keyakinan orang-orang Jahiliyah, yang mengklaim bahwa mereka masih menganut agama Nabi Ibrahim alaihis salam.

Bangsa Arab Jahiliyah juga suka mengundi nasib dengan ‘al-Azlam’ (anak panah tak berbulu). Mereka mengundi nasib untuk menentukan aktivitas apa saja yang akan dilakukan, seperti bepergian, menikah, atau lain-lainnya.

Mereka juga percaya informasi yang disampaikan oleh ‘dukun (kahin)’,
‘tukang ramal (arraf)’, dan ‘ahli nujum (munajjimun/astrolog)’.

Pada mereka juga terdapat kepercayaan ‘ath-Thiyarah’, yaitu merasa pesimis terhadap sesuatu. Asal muasal keyakinan ini adalah dari kebiasaan mereka yang mendatangi seekor burung/kijang lalu membuatnya kabur. Jika burung/kijang ke arah kanan, Maka mereka jadi bepergian (dianggap pertanda baik). Namun jika burung/kijang itu ke arah kiri, Maka mereka tidak berani bepergian dan pesimis.

Bangsa Arab Jahiliyah masih dalam kondisi kehidupan demikian, Tetapi ajaran Nabi Ibrahim alaihis salam masih tersisa pada mereka & belum ditinggalkan semuanya, Seperti pengagungan terhadap Baitullah (Ka’bah), berthawaf, haji, umrah, wukuf di Arafah & Muzdalifah, serta mempersembahkan kurban berupa unta sembelihan.

Kaum Jahiliyah juga dikenal suka beristri banyak (poligami) tanpa batasan tertentu. Mereka mengawini dua bersaudara sekaligus, juga mengawini istri bapak-bapak mereka bila telah ditalak atau ditinggal (baca Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 22-23).

Perbuatan zina sudah marak pada setiap lapisan masyarakat. Hanya saja masih ada sekelompok laki-laki dan wanita yang keagungan jiwanya menolak keterjerumusan dalam perbuatan nista tersebut.

Di antara mereka ada yang mengubur hidup-hidup anak-anak wanita mereka karena takut, malu dan enggan menafkahinya, Lantaran takut menjadi fakir dan melarat (baca Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 151).

Sedangkan hubungan seorang laki-laki dengan saudaranya, anak-anak paman dan kerabatnya demikian rapat dan kuat. ‘Hidup dan mati mereka siap dikorbankan demi fanatisme terhadap suku’. Semangat bersatu telah terbiasa dijalankan antar sesama suku.

Singkat kata, Kondisi sosial mereka berada dalam sangkar kelemahan dan kebutaan. Kebodohan mencapai puncaknya dan khurafat merajalela sementara kehidupan manusia tak ubahnya seperti binatang ternak. Wanita diperjual-belikan bahkan terkadang diperlakukan bak benda mati. Hubungan antar umat sangat lemah, Sementara pemerintahan yang perhatian utamanya hanyalah untuk mengisi Gudang kekayaan mereka yang diambil dari rakyat atau menggiring mereka berperang melawan musuh-musuh yang mengancam kekuasaan mereka.

“Ikhwah fillah,”
‘Melihat keterpurukan akhlak Bangsa Arab pada masa Jahiliyah tersebut,
Dapatkah kita bayangkan betapa sangat sulitnya perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan betapa sangat luasnya kesabaran beliau dalam mendakwahkan kebenaran Islam kepada mereka?’

‘Nantikan di Episode selanjutnya ya..

Insyaa ALLAH kita semua sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..’

TO BE CONTINUED……………….

📜 “FOOTNOTES:”📜

*🗣 “AMR BIN LUHAY” 🗣*

Dialah yang pertama kali membawa perbuatan syirik dengan kegiatan penyembahan, pengagungan, dan pengharapan kepada selain ALLAH Ta’ala (menyekutukan-NYA), Yaitu kepada benda mati yakni berhala (berupa patung-patung), kepada penduduk Makkah pada awalnya. Hingga akhirnya tersebar di Tanah Hijaz.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda kepada Aktsam bin al-Jaun Radhiyallahu anhu, Wahai Aktsam, aku melihat ‘Amr bin Luhay bin Qama’ah bin Khindaf menarik-narik isi perutnya di dalam neraka. Aku belum pernah melihat ada seseorang yang mirip dengan orang lain dibanding engkau dengan dia dan dia dengan engkau”.
Aktsam berkata, ‘Ya Rasulullah, aku khawatir jika keserupaan itu akan membahayakanku.’
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidak, sesungguhnya engkau orang Mu’min, sedangkan dia orang kafir. Sesungguhnya dia adalah orang pertama yang merubah agama Nabi Isma’il, orang pertama yang mengadakan persembahan kepada berhala berupa bahîrah, sa’ibah dan Hamiy.” [Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, Maktabah al-Ma’arif lin Nasyr, 1415 H/1995 M. IV/242-244, no. 1678]

Imam al-Bukhari juga meriwayatkan,
dari az-Zuhri, dari Urwah,
sesungguhnya Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda “Aku melihat neraka jahannam sebagiannya saling membakar pada sebagian yang lain (apinya berkobar-kobar), dan aku melihat ‘Amr (bin Luhay al-Khuza’i) menarik-narik isi perutnya di dalam neraka. Dan dia adalah orang pertama yang memberikan persembahan berupa saa’ibah kepada berhala” [HR. Bukhari no. 4624 dalam Fathul Bari VIII/283]

ALLAH Ta’ala berfirman:
“ALLAH tidak pernah mensyari’atkan adanya bahirah, sa’ibah, washilah dan ham. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat dusta atas nama ALLAH, dan kebanyakan mereka tidak berakal.” [QS. Al-Ma’idah; 103]

*⚱ “KONDISI MORAL” ⚱*

Kita tidak dapat memungkiri bahwa pada Masyarakat Jahiliyah terdapat kehidupan nista dan hal-hal yang tidak dapat diterima akal sehat serta ditolak hati nurani. Namun demikian, mereka juga memiliki akhlak mulia, terpuji, dan amat menawan serta membuat terkesima & takjub. Di antaranya adalah:

1. ‘Kemurahan Hati’

Mereka berlomba-lomba memiliki sifat ini & berbangga dengannya. Seorang terkadang kedatangan tamu yang merintih kelaparan. Saat itu ia tak memiliki apa-apa selain ‘Unta betina yang menjadi gantungan hidupnya & keluarganya’. Karna terobsesi oleh getaran kemurahan hati membuatnya bergegas menyuguhkan sesuatu, dengan menyembelih satu-satunya unta miliknya untuk tamunya tersebut.

2. ‘Menepati Janji’

Janji dalam tradisi mereka laksana agama yang dipegang teguh, Bahkan untuk merealisasikannya mereka tidak segan membunuh anak-anak mereka dan menghancurkan tempat tinggal mereka.

3. ‘Harga Diri yang Tinggi & Sifat Pantang Menerima Pelecehan & Kezhaliman’

Implikasi sifat ini, tumbuhnya keberanian yang amat berlebihan, cemburu buta, dan emosi cepat meluap. Mereka tidak bisa bersabar jika dihina, dilecehkan. Mereka tak segan-segan menghunus pedang, serta mengobarkan peperangan yang panjang. Mereka tidak peduli bila nyawa menjadi taruhan demi mempertahankan sifat tersebut.

4. ‘Tekad yang Pantang Surut’

Bila sudah bertekad melakukan sesuatu yang dianggap suatu kemuliaan & kebanggaan, Maka tak ada satu pun yang dapat menyurutkan tekad mereka tersebut, Bahkan mereka nekat menerjang bahaya.

5. ‘Meredam Kemarahan, Sabar, dan Amat Berhati-hati’

Mereka menyanjung sifat-sifat semacam ini, Hanya saja keberadaannya seakan terselimuti oleh amat berlebihannya sifat pemberani & langkah cepat untuk berperang.

6. ‘Gaya Hidup Lugu dan Polos ala Badui dan belum Terkontaminasi oleh Peradaban dan Pengaruhnya’

Implikasi dari gaya hidup semacam ini adalah, Timbulnya sifat jujur, amanah serta anti menipu dan khianat.

Tertanamnya beberapa akhlak yang amat berharga ini, di samping letak geografis Jazirah Arab bagi dunia luar adalah sebagai sebab utama terpilihnya mereka untuk mengemban risalah yang bersifat umum dan memimpin umat manusia dan masyarakat dunia.

Sebab, meskipun sebagian akhlak di atas dapat membawa kepada kejahatan dan peristiwa tragis,
Namun esensi akhlak ini adalah akhlak yang amat berharga, Dan akan menciptakan keuntungan bagi umat manusia secara umum setelah adanya sedikit koreksi dan perbaikan atasnya. ‘Hal inilah yang dilakukan oleh Islam ketika datang’.

Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Sumber Buku:

– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply