Bermajelis dengan orang yang berilmu



0 Comment

Allah memerintahkan orang-orang mukmin agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” [QS. At Taubah: 119].

Iman kepada Allah merupakan amalan yang terdapat di dalam hati, namun ia perlu diikrarkan secara lisan dan perbuatannya sama, satu dan tidak berbeda. Dengan kata lain apa yang diucapkan oleh lisan haruslah menjadi keyakinan dalam hati, kemudian terejawantahkan dalam perbuatan, yang mencerminkan kejujuran keislaman yang diucapkan dengan lisan. Oleh karena itu, Allah dalam ayat ini berpesan agar orang-orang mukmin menjadi orang yang bersih dan jujur, serta selalu berada bersama orang-orang yang jujur dan benar.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi رحمه الله menjelaskan tentang pentingnya memilih teman duduk yang baik, dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memberikan permisalan pertemanan dengan dua model manusia, yaitu penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.
Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya, engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.
Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatan buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. [Bahjatu Quluubil Abrar, Syaikh As-Sa’di h. 148]

Untuk mendapatkan kebaikan dalam pertemanan, seorang muslim harus duduk di majelis ilmu. Karena tidak ada majelis yang lebih utama dari majelis ilmu, dan tidak ada jalan yang lebih selamat mengantarkan seorang ke surga selain jalan ilmu.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” [HR. At-Tirmidzi, 2682, Abu Daud, 3641, dishahihkan Al Albani]

Namun demikian, dalam bermajelis seseorang harus memilih yang dapat memberikan faedah ilmu. Karena banyak teman duduk dalam majelis yang mereka tidak berilmu, dan tidak pula mementingkan ilmu.

Sebagaimana nasihat Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه :

إيّاك وكلّ جليسٍ لا يفيدك علماً.

“Berhati-hatilah engkau terhadap setiap teman duduk yang tidak memberikan faedah ilmu kepadamu”
[Al-Adabusy-Syar’iyyah, Ibnu Muflih Al-Hanbaliy, 3/544].

Oleh karena itu, pilihlah mereka yang berilmu supaya bisa mengantarkanmu kepada keselamatan dan kebaikan.

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*Laporan Donasi Baksos Pengobatan Gratis Bojonegoro 2019*

Assalamu’alaikum ya ikhwah,

Alhamdulillah dana yang telah terkumpul hingga hari ini adalah *sebesar Rp. 4.835.000,-*

Adapun kekurangan dana dari total kebutuhan adalah *sebesar Rp. 10.165.000,-*

Berikut laporannya.

20-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
23-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
26-09-19, Jamaah Masjid Al Furqon Surabaya, 2.000.000
28-09-19, Hamba Allah, 35.000
1-10-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
3-10-19, Hamba Allah, 50.000
3-10-19, Hamba Allah, 200.000
4-10-19, Hamba Allah, 50.000
4-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
6-10-19, Hamba Allah, 200.000,-
7-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
22-10-19, Majelis Taklim, 1.100.000,-
23-10-19, Hamba Allah, 500.000,-

Bagi yang ingin berpartisipasi, bisa di transfer ke:

No. Rek : 2710696295
Bank : BCA
A.n. Nugroho Wicaksono

Setelah transfer, mohon memberikan konfirmasi ke:
1. +62 0857-3030-8161 (Yudi)
2. +62 0823-3603-7726 (Farid)
3. +62 0881-500-6720 (Nugroho)

Acara bakti sosial ini, In Syaa Allah akan diadakan di Desa Nglumber, Kec. Kepohbaru, Kab. Bojonegoro

Adapun rangkaian kegiatan sbb:
1. Pengobatan Gratis
2. Pengajian Umum bersama Ustadz Abdul Rouf hafidzahullah
3. Tebar buku

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

Acara ini diselenggarakan oleh:
1. Yayasan Para Pembela Sunnah
2. Para Pencinta Sunnah
3. Remas Masjid Al Furqon, RSUD dr. Soewandi Surabaya

#Mohon bantuannya untuk disebarluaskan.