Bersabar bersama orang-orang yang selalu mengingat Allah …



0 Comment

Tadabbur Al-Qur’an surat Al-Kahfi

Hidup akan menjadi tenang dan tentram dipenuhi kebahagiaan jika bersama orang-orang yang selalu mengharapkan wajah Allah.
Walaupun bersabar bersama mereka itu berat dan tidak mudah, akan tetapi mereka yang sudah merasakan manisnya kehidupan di lingkungan mereka akan merasakan betah didalamnya.

Allah memerintahkan hambanya untuk bersabar bersama mereka,

(28). وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖوَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖوَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

(29). وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖفَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚوَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚبِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”.

(30). إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,
Bersabarlah kamu dan teguhlah bersama-sama orang-orang lemah yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hanya karena beribadah dan mengharap keridhaan-Nya. Janganlah palingkan kedua matamu kepada mereka yang mengharapkan perhiasan dunia ini. Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari dzikir dan mengingat Alquran juga mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan melewati batas. Ayat ini turun untuk kumpulan petinggi Qurays yang meminta Nabi untuk membersihkan majlis dan sahabatnya dari orang-orang miskin, agar mereka dibuatkan tempat dan perkumpulan khusus untuk mereka.
Wahai Nabi katakanlah kepada orang musyrik yang meminta engkau untuk mengusir orang-orang miskin dari majlismu: “Kebenaran dalam Alquran itu datangnya dari Allah, bukan dari hawa nafsu ataupun manusia. Termasuk adanya penggantian (nasakh mansukh) itu juga dari Allah. Maka barangsiapa yang ingin beriman kepada Islam dan Alquran hendaklah ia beriman, dan itu adalah suatu kebenaran dan kebaikan. Barangsiapa yang ingin kafir atas agama ini silakan ia kafir”. Ini adalah ancaman dan janji untuk mereka. Sesungguhnya Kami telah sediakan neraka yang besar bagi orang orang zalim itu, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya dan mengerajakan amal shalih, bagi mereka balasan baik yang paling besar. Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala-pahala mereka, dan tidak pula menguranginya atas kebajikan yang mereka perbuat sebaik-baiknya. [Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar]

Allah menyuruh Nabi-Nya untuk mengatakan kepada orang-orang yang lalai itu : “risalah yang aku bawa kepada kalian adalah kebenaran dari tuhan kalian. Maka barangsiapa diantara kalian yang mau mengimani dan mengamalkannya, maka segeralah dia melakukannya dan itu merupakan kebaikan bagi dirinya. Dan barangsiapa ingin mengingkari, segeralah dia melakukannya, karena dia tidaklah menzhalimi kecuali dirinya sendiri. Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir api yang sangat panas yang panas apinya meliputi mereka. Jika orang-orang kafir itu meminta tolong di dalam api neraka dengan meminta air minum lantaran rasa haus yang mencekik, maka akan disodorkan kepada mereka air yang seperti minyak sangat panas yang akan membakar wajah-wajah mereka. Amat buruk minuman yang tidak mereka rasa haus mereka, bahkan menambah rasa kehausan mereka. Dan amat buruk neraka sebagai tempat tinggal dan beristirahat. Dalam ayat ini terkandung ancaman dan peringatan keras bagi orang yang berpaling dari kebenaran, dia tidak beriman kepada risalah Muhammad dan tidak mengamalkan tuntutannya.

Abu Umamah menceritakan, Rasulullah pernah keluar menemui ahli kisah yang sedang bercerita. Lalu beliau menghentikannya seraya bersabda: “Berkisahlah. Duduk pagi hari sampai matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat budak.” [HR Imam Ahmad]

Rasulullah صلى اللهرعليه وسلم bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir kepada Allah, yang dengannya mereka tidak menghendaki kecuali wajah-Nya, melainkan ia akan diseru oleh seorang penyeru dari langit, ‘Bangunlah kalian dalam keadaan terampuni, dan berbagai keburukanmu telah diganti dengan kebaikan.” [HR Imam Ahmad] (Tafsir Ibnu Katsir)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerajakan amal shalih, bagi mereka balasan baik yang paling besar. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala-pahala mereka, dan tidak pula menguranginya atas kebajikan yang mereka perbuat sebaik-baiknya.

Dan sebaik-baik tempat duduk adalah duduk bermajelis dengan ahli dzikr karena disana ada ketenangan dan ketentraman.
Rasulullah shallallahu صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ المَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

‘Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.’” [HR. Muslim, no. 2700]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0811-360-7893
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah