Beruntunglah orang yang ghuroba’ (asing)



0 Comment

🌹 *Beruntunglah orang yang ghuroba’ (asing) …*

Allah telah berjanji ketika mengutus Rasul-Nya untuk menolong dan memenangkan agama yang dibawa Rasul-Nya,

هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” [QS. At-Taubah: 33]

Namun demikian, tidak berarti Islam tidak terasing. Pertolongan Allah kepada Islam dan kaum muslimin, tidak menghilangkan sifat keterasingannya.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” [HR. Muslim, 145]

Siapakah manusia Ghuroba …?

Imam Al-Ajurri رحمه الله berkata,

أَغْرَبُ الْغُرَبَاء فِي وَقْتِنَا هَذَا
•مَنْ أَخَذَ بِالسُّنَنِ وَصَبَرَ عَلَيْهَا،
•وَحَذِرَ الْبِدَعَ وَصَبَرَ عَنْهَا،
•وَاتَّبَعَ آثَارَ مَنْ سَلَفَ مِنْ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ،
•وَعَرَفَ زَمَانَهُ وَشِدَّةَ فَسَادِهِ وَفَسَادَ أَهْلِهِ، فَاشْتَغَلَ بِإِصْلَاحِ شَأْنِ نَفْسِهِ مِنْ حِفْظِ جَوَارِحِهِ،
•وَتَرْكِ الْخَوْضِ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ وَعَمِلَ فِي إِصْلَاحِ كَسْرَتِهِ،
•وَكَانَ طَلَبُهُ مِنَ الدُّنْيَا مَا فِيهِ كِفَايَتُهُ وَتَرْكُ الْفَضْلِ الَّذِي يُطْغِيهِ.

“Orang yang paling asing di masa kita ini ialah:
•yang memegang sunnah dan bersabar di atasnya;
•yang berhati-hati dari bid’ah dan bersabar di atas kehati-hatian tersebut;
•yang mengikuti atsar para imam kaum muslimin yang terdahulu;
yang mengetahui keadaan zamannya berikut dahsyatnya kerusakannya serta kerusakan orang-orangnya, sehingga dia sibuk memperbaiki keadaan dirinya dengan menjaga anggota badannya,
•meninggalkan pembicaraan yang tidak bermanfaat, dan berusaha memperbaiki kekurangannya;
•yang mencari dunia sebatas kecukupannya dan meninggalkan kelebihannya yang akan menyebabkan dirinya melampaui batas.”
[Al-Ghuraba, al-Ajurri, no. 47]

Syaikh Ibnu Baz رحمه الله ketika ditanya tentang orang-orang asing yang beruntung sebagaimana dalam hadits, beliau berkata,

قيل يا رسول الله ومن الغرباء؟ فقال: الذين يصلحون إذا فسد الناس

Rasulullah ditanya “wahai rasulullah siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah menjawab: ”Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dan dalam lafadz yang lain:

هم الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي

”mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia” [www.binbaz.org]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Leave a Reply