Categories
Aqidah Artikel Manhaj

Alqur’an dan Sunnah

*AQIDAH & MANHAJ*

*🍀 Kaidah yang ke 2 🍀*

_[Kitab Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah, tentang Manhaj salaf dalam masalah tarbiyah dan perbaikan]_

Karya Syaikh Al Ubailaan, حفظه الله تعالى

Bahwa landasan persyariatan demikian pula landasan dalam berdakwah beribadah adalah Alqur’an dan Sunnah yang shohihah.
Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan dalam Alqur’an untuk mentaati Allah dan Rasulnya.

Allah berfirman:

‎وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Taati Allah dan taati Rasul agar kamu di rahmati.” [Al- Imran : 132]

Allah juga berfirman [Az-Zukhruf :43]

‎فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Berpeganglah kepada yang di wahyukan kepadamu.”

Allah memerintahkan nabinya untuk berpegangan kepada wahyu.
Berarti kalau Rasulullah saja berpegangan kepada wahyu, kewajiban kita adalah untuk berpegang kepada wahyu seluruhnya.

Sedangkan Alqur’an dan hadits adalah wahyu.

Allah juga berfirman [Al-Hujurat :1]

‎بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ

“Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu mendahului Allah dan Rasulnya.”

Yaitu mendahului Allah dan Rasulnya dengan akal kita, pemikiran kita, dengan hawa nafsu atau mendahulukan pendapat siapapun diatas Allah dan Rasulnya.
Itu semua dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, selama berpegang pada 2 perkara tersebut, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.”

Kata Beliau (Syaikh Al Ubailaan):
“Ini sebetulnya penyempurnaan dari kaidah yang pertama.
Bahwa tidak akan di terima di sisi Allah kecuali apabila sesuai dengan apa yang di turunkan oleh Allah dalam Alqur’an dan Sunnah.
Kalau tidak sesuai dengan apa yang di turunkan, maka itu tertolak.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa yang beramal setengah suatu amalan yang dengan tidak ada perintah kami, maka itu tertolak.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah, taatilah Rasul dan Ulil Amri di antara kalian.”

Allah tidak mengatakan, dan taati ulil amri. Karena ketaatan kepada ulil amri — dan ulil amri yang dimaksud di sini ulama dan umaro — Ketaatan kepada mereka mengikuti ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.

Para ulama berkata: Allah memerintahkan manaati Allah, manaati Rasulnya dan menaati Ulil Amri dari kalangan ulama dan umaro.

Dan yang di maksud dengan ulil amri adalah ulama dan Umaro

Tapi ketaatan kita kepada ulil amri itu apabila sejalan dengan perintah Allah dan rasulnya.

Bukan dalam perkara yang menyelisihi perintah Allah dan perintah rasulnya.

Karena tidak boleh kita menaati mahluk untuk memaksiati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka inilah ya akhowati islam dasar kita dalam beragama, di dalam ibadah, dalam berdakwah.

Di dalam persyariatan semuanya harus berdasarkan kepada Alqur’an, yang kedua berdasarkan kepada hadits yang shohih.

Wallahu a’lam

📚 Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Aqidah Artikel Manhaj

Ikhlas dan Mutaba’ah

*AQIDAH & MANHAJ*

*🍀 Kaidah yang ke 1 🍀*

_[Kitab Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah, tentang Manhaj salaf dalam masalah tarbiyah dan perbaikan]_

Karya Syaikh Al Ubailaan, حفظه الله تعالى

kata beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Agama kita dibangun diatas 2 pokok yang agung.

Yang pertama yaitu ikhlas –> yaitu ikhlas, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Yang kedua adalah Mutaba’ah (ittiba kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam).

Ini adalah merupakan 2 POKOK YANG AGUNG, yang merupakan makna daripada _Asyhadu alla ilaaha illallah_
_Wa asyhadu anna_ _Muhammadar Rasulullah_.

Ketika kita mengucapkan _Asyhadu alla ilaaha illallah_ artinya mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan ketika kita mengatakan _Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah_ artinya kita memurnikan ittiba atau mutaba’ah kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Dimana amal kita harus sesuai dengan apa yang di syari’atkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam

Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 2:

‎الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ

“Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar Allah menguji kalian siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya.”

Berkata Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah:

“Yang lebih baik amalnya, artinya yang paling ikhlas dan yang paling benar.”

Yang paling ikhlas artinya yang betul-betul karena Allah.

Dan yang paling benar artinya yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Kata Beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Manusia di lihat dari 2 pokok ini, ada 4 macam:

1. Ahlul Ikhlas.

Mereka adalah orang-orang yang betul-betul ikhlas wal Mutaba’ah (dan betul-betul mengikuti Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam).

Maka ini adalah derajat yang paling tinggi.

2. Orang yang tidak ikhlas dan tidak pula mutaba’ah.

Sudahlah hatinya tidak ikhlas, tidak mengharapkan wajah Allah, sudah begitu tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Ini yang paling buruk tentunya

3. Orang yang ikhlas amalannya, tapi tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, namun ia berbuat mengada-ada kebid’ahan.

Maka amalannya juga tertolak.

4. Orang yang amalannya sesuai dengan sunnah Rasul tapi tidak ikhlas, maka inipun sama tidak diterima oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Maka yang terbaik adalah yang pertama, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan ia ikhlas di dalam mengamalkan ibadah tersebut.

Maka setiap kita berusahalah semaksimal mungkin akhowati islam untuk merealisasikan keikhlasan dengan cara mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah, bukan karena pujian manusia, bukan pula karena mengharap dunia, tidak pula karena ia ingin diberikan kesenangan dari kehidupan dunia ini.

Maka ini adalah merupakan akhwati islam kaidah yang harus kita benar-benar kita perhatikan dalam masalah tarbiyah dan islah, yaitu ikhlas dan mutaba’ah.

Wallahu a’lam

📚 Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj Tauhid

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 25

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 25*

بسم الله الرحمن الرحيم

“URGENSI TAUHID”

(Sambungan poin ke 3-6 dari bab ini)

3). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendidik para sahabatnya agar memulai dakwah kepada umat manusia dengan tauhid

Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam ketika mengutus Mu’adz ke Yaman sebagai da’i, beliau berpesan (kepadanya),

فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله” وفي رواية “أن يوحدوا الله”

“Hendaknya yang pertama kali engkau serukan mereka adalah bersaksi, “Sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Allah”, Dalam riwayat lain disebutkan, “Agar mereka mengesakan Allah (saja dalam ibadah)”, [Muttafaq ‘alaih]

4). Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah dengan benar) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

Maknanya, tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Kalimat syahadat ini bisa memasukkan orang kafir ke dalam agama Islam, karena ia adalah kunci Surga

Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama ia tidak merusaknya dengan sesuatu yang bisa membatalkannya, misalnya syirik atau kalimat kufur.

5). Orang-orang kafir Quraisy pernah menawarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kekuasaan, harta benda, isteri dan hal lain dari kesenangan dunia, tetapi dengan syarat beliau meninggalkan dakwah kepada tauhid dan tak lagi menyerang berhala-berhala (mereka)

Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihu wasallam tidak menerima semua tawaran itu dan tetap terus melanjutkan dakwahnya

Maka tak mengherankan, dengan sikap tegas itu, beliau bersama segenap sahabatnya menghadapi banyak gangguan dan siksaan dalam perjuangan dakwah, sampai datang pertolongan Allah dengan kemenangan dakwah tauhid

Setelah berlalu masa tiga belas tahun, kota Makkah ditaklukkan, berhala-berhala dihancurkan. Ketika itulah beliau membaca ayat,

جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا” (سورة الإسراء)

“(Dan katakanlah) yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” [QS. Al-Israa; 81]

6). Tauhid adalah tugas setiap muslim dalam hidupnya. Seorang muslim memulai hidupnya dengan tauhid. Meninggalkan hidup ini pula dengan tauhid

Tugasnya di dalam hidup adalah berdakwah dan menegakkan tauhid. Tauhid mempersatukan orang-orang beriman, menghimpun mereka dalam satu wadah kalimat tauhid.

Kita memohon kepada Allah, semoga menjadikan kalimat tauhid sebagai akhir dari ucapan kita di dunia, serta mempersatukan umat Islam dalam satu wadah kalimat tauhid. Aamiin.

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.24

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.24*

بسم الله الرحمن الرحيم

*”URGENSI TAUHID”*

1). Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka menyembah kepadaNya

Mengutus para rasul untuk menyeru semua manusia agar mengesakanNya

Al-Qur’anul karim dalam banyak suratnya menekankan tentang arti pentingnya aqidah tauhid, menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan jama’ah

Dan syirik merupakan penyebab kehancuran didunia serta keabadian didalam Neraka

2). Semua para rasul memulai dakwah (ajakan)nya kepada tauhid

Hal ini merupakan perintah Allah yang harus mereka sampaikan kepada umat manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون

“Dan Kami tidaklah mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepada mereka, “bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” [QS. Al-Anbiyaa: 25]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tinggal dikota Makkah selama tiga belas tahun. Selama itu, beliau mengajak kaumnya untuk mengesakan Allah, memohon kepadaNya semata, tidak kepada yang lain.

Diantara wahyu yang diturunkan kepada beliau saat itu adalah,

قل إنما أدعو ربي ولا أشرك به أحدا

Katakanlah!
“Sesungguhnya aku hanyalah menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya” [QS. Al-
Jin: 20]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendidik para pengikutnya kepada tauhid sejak kecil. Kepada anak pamannya, Abdullah bin Abbas, beliau bersabda,

إذا سألت فاسأل الله، وإذا استعنت فاستعن باالله

“Bila kamu meminta, mintalah kepada Allah saja dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” [HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih]

Tauhid inilah yang diatasnya di dirikan hakikat ajaran Islam. Dan Allah tidaklah menerima (amalan) seseorangpun yang mempersekutukanNya.

(Bersambung dalam bab ini)

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag. 23)

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 23*

بسم الله الرحمن الرحيم

“ALLAH BERISTIWA DI ATAS ARSY”

(Sambungan edisi ke 10-13 dari bab ini)

10). Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

إن الله تعالى على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء، وأن الله يترل إلى سماء الدنيا كيف شاء. (أخرجه الهكاوي في عقيدة الشافعي).

Sesungguhnya Allah bersemayam diatas ‘Arsy langitNya. Ia mendekati makhlukNya sekehendakNya dan Allah turun ke langit dunia dengan sekehendakNya.

11). Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata,

من قال لا أعرف ربي في السماء أم في الأرض فقد كفر، لأن الله يقول

Barangsiapa mengatakan, “Aku tidak mengetahui apakah Rabbku berada di langit atau bumi?” maka dia telah kafir. Karena sesungguhnya Allah telah berfirman,

الرحمن على العرش استوى

“(Yaitu) Rabb yang maha pemurah, yang bersemayam diatas Arsy.” [QS. Thaha: 5]

Arsy Allah berada diatas tujuh langit. Jika seseorang berkata bahwasanya Allah berada di atas ‘Arsy, tetapi ia berkata, “Aku tidak mengetahui apakah Arsy itu berada diatas langit atau dibumi ?” Maka dia telah kafir. Sebab dia mengingkari bahwa Arsy berada diatas langit.

Barangsiapa mengingkari bahwa Arsy berada diatas langit maka dia telah kafir, karena sesungguhnya Allah adalah paling tinggi diatas segala sesuatu yang tinggi. Dia dimohon dari tempat yang tertinggi, bukan dari tempat yang paling bawah. [Syarh Aqidah Thohawiyah; 322]

12). Imam Malik rahimahullah ditanya tentang cara istiwa’ (bersemayamnya Allah) diatas ‘ArsyNya, maka ia menjawab,

الاستواء معلوم، والكيف مجهول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة(أي عن كيفيته) أخرجوا هذا المبتدع

lstiwa itu telah dipahami pengertiannya, sedang cara (visualisasinya) tidak diketahui.

Iman dengannya adalah wajib, dan mempertanyakan tentangnya adalah bid’ah (maksudnya, mempertanyakan tentang visualisasinya). Keluarkan usirlah pelaku bid’ah ini

13). Tidak boleh menafsirkan istiwa (bersemayam diatas) dengan istawla (menguasai). Karena keterangan seperti itu tidak didapatkan dalam riwayat orang-orang salaf (pendahulu yang sholeh dari kalangan sahabat Rasulallah dan orang-orang yang mengikuti jalannya mereka dalam beragama).

Metode orang-orang salaf (pendahulu yang sholeh dari kalangan sahabat Rasulallah dan orang-orang yang mengikuti jalannya mereka dalam beragama) adalah lebih selamat, lebih ilmiah, dan lebih bijaksana.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

لقد أمر الله اليهود أن يقولوا “حِطّة” فقالوا “حنطة” تحريفا، وأخبرنا الله أنه “استوى على العرش” فقال المتأولون: “استولى” فانظر ما أشبه لامهم التي زادوها بنون اليهود التي زادوها. (نقله محمد أمين الشنقيطي عن ابن قيم
الجوزية).

“Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang Yahudi agar mereka mengatakan hiththatun (bebaskanlah kami dari dosa), tetapi mereka mengatakan hinthatun (biji gandum)
dengan niat membelokkan dan menyelewengkannya.

Dan Allah memberitakan kepada kita bahwa Dia ‘Alal ‘arsyistaa
“bersemayam diatas Arsy”, tetapi para tukang takwil
mengatakan istawlaa “menguasai”

Perhatikanlah !
Betapa persis penambahan “lam” yang mereka lakukan Istawaa menjadi
Istawlaa dengan penambahan “nun” yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi “hiththatun” menjadi “Hinthatun”. [Nukilan Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah].

Disamping pentakwilan mereka dengan “istawla” merupakan pembelokan dan penyimpangan.

Pentakwilan itu juga memberikan asumsi (anggapan) bahwa Allah menguasai Arsy dari orang yang menentang dan ingin merebutnya

Juga memberi asumsi (anggapan) bahwa ‘Arsy itu semula bukan milikNya, lalu Allah menguasai dan merebutnya. Maha suci Allah dari apa yang mereka takwilkan tersebut.

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 22

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 22*

بسم الله الرحمن الرحيم

“ALLAH BERISTIWA DI ATAS ARSY”

▪Banyak sekali ayat dan hadits serta ucapan ulama salaf (pendahulu yang sholeh dari kalangan shabat Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam) yang menegaskan bahwa Allah ta’ala berada dan bersemayam diatas

1). Firman Allah,

إليه يصعد الكلم الطيب والعمل الصالح يرفعه

KepadaNyalah perkataan-perkataan yang baik naik dan amal yang shalih dinaikkanNya. [QS. Al-Faathir: 10]

2). Firman Allah,

ذي المعارج تعرج الملائكة والروح إليه

Yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb. [QS. Al-Ma’aarij: 3-4]

3). Firman Allah,

سبح اسم ربك الأعلى

Sucikanlah nama Tuhanmu yang mahatinggi. [QS. Al-A’la:1]

4). Dalam kitab tauhid, Imam Al-Bukhari menukil dari Abu Aliyah dan Mujahid tentang tafsir
“ثم استوى إلى السماء”
yaitu
“علا وارتفع”

Ala wartafa’a (berada diatas).

5). FirmanAllah,

الرحمن على العرش استوى

(Yaitu) Rabb yang maha pemurah, yang bersemayam diatas Arsy. [QS. Thaaha: 5]

Tafsir ayat tersebut yaitu Allah berada diatas, sebagaimana dijelaskan dalam fatsir Ath-Thabrani surat thaaha.

6). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, berkhutbah pada hari Arafah, saat haji wada, dengan menyerukan,

ألا هل بلغت؟، قالوا؛ نعم، يرفع أصبعه إلى السماء وينكّبها إليهم و يقول
:اللهم اشهد

Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikan?” Mereka menjawab, “Ya, benar”. Lalu beliau mengangkat (menunjuk) dengan jari-jarinya ke atas, selanjutnya beliau mengarahkan jari-jarinya ke arah manusia seraya bersabda, “Ya Allah, saksikanlah. [HR. Muslim]

7). Rasulullah bersabda,

إن االله كتب كتابا قبل أن يخلق الخلق إن رحمتي سبقت غضبي فهو مكتوب عنده فوق العرش

“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala telah menulis suatu kitab (tulisan) sebelum Ia menjadikan makhluk (berupa), sesungguhnya rahmatKu mendahului murkaKu, ia tertulis disisiNya di atas ‘Arsy.” [HR. Al-Bukhari]

8). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إلا تأمنوني وأنا أمين من في السماء؟ يأتيني خبر السماء صباحا ومساء

“Apakah engkau tidak percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan Dzat yang ada di langit?
Setiap pagi dan sore hari datang kepadaku kabar dari langit.” [Hadits Muttafaq Alaih)

9. Al-Auza’i berkata,

كنا والتابعون متوافرون نقول: إن الله جل ذكره فوق عرشه، ونؤمن بما وردت به السنة من صفاته

Kami bersama banyak tabi’in berkata, “Sesungguhnya Allah yang maha agung sebutanNya (berada) di atas ‘Arsy, dan kami beriman kepada sifat-sifatNya sebagaimana yang terdapat dalam sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasllam’. [HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih] “Fathul Baariy”

(Bab ini bersambung)

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

KONSISTEN DIATAS MANHAJ SALAF

*KONSISTEN DIATAS MANHAJ SALAF*

📚 Syaikh DR Muhammad bin Musa Alu Nashr

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)” [al-Ahzab/33 : 23]

Ayat diatas mencakup sifat-sifat dan karakter-karakter ahli tsabat (mereka yang konsisten diatas kebenaran). Tidak ada yang mereka inginkan/harapkan kecuali keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ; tidak akan menggerakkan mereka perkataan atau isyarat kecuali bersumber dari syarat-syarat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan wahyuNya.

Sekalipun ayat ini mengkisahkan kepahlawanan sebagian Salafus Shalih, seperti Anas bin Nudhair Radhiyallahu ‘anhu serta para salaf lainnya, serta kesetiaan dan kebenaran mereka dalam menetapi janji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hanya saja ibrah/pelajaran itu diambil dari keumuman lafadz, dan bukan dari sebab nuzulnya sebagaimana hal ini ditetapkan oleh para ulama.

Dari sinilah ; sesungguhnya ayat ini umum, untuk setiap orang yang ikhlas, yang benar, yang teguh diatas kebenaran bagaimanapun rintangan menghalanginya. Hati kecil mereka berkata : “Jika Engkau tidak murka kepadaku ya Allah, aku tidak akan peduli”.

Maka seorang mu’min yang benar, tidak ada yang diinginkannya dalam kehidupan dunia ini melainkan beramal untuk mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi kemurkaanNya, melaksanakan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi bid’ah serta hal-hal yang mendekatkan kepadanya, melaksanakan janjinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah di atas manhaj Salafus Shalih, baik aqidah, syari’at, ilmu, amal dan akhlak.

Sifat dan karakter orang-orang yang konsisten diatas kebenaran adalah.

1. Orang-Orang Yang Beriman
Yaitu orang-orang yang benar dalam keimanan mereka, bukan orang yang plin-plan. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam mensifati orang-orang munafik.

مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

“Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir) ; tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya” [an-Nisa/4 : 143]

Orang yang plin-plan itu wajah dan keadaan mereka tidak diketahui, seperti seekor kambing yang kebingungan ; terkadang berjalan ke arah sini dan terkadang pergi dari sini.

Maka seorang mu’min yang benar, tidak mengenal sikap plin-plan dan tidak merubah sikapnya hanya karena dunia telah berubah. Karena : “Kebenaran itu jelas dan kebatilan itu samar”

Sikap konsekwen (tidak plin-plan) membutuhkan petunjuk dan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak dapat dicapai hanya dengan angan-angan.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” [al-Ankabut/29 : 69]

2. Berpendirian Teguh

Yaitu mereka yang mempunyai kemauan kuat serta keteguhan hati. Teguh dalam berbagai keadaan seperti keteguhan gunung yang kokoh. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji sikap ini dalam kitabNya dan sunah RasulNya [1]

3. Mereka Benar Dalam Menepati Janji.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ

“Diantara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah”.[al-Ahzab/33 : 23]

Mereka telah berjanji kepada Allah untuk teguh hingga mendapatkan kemenangan dan mati syahid. Demikian pula ahli ilmu/para ulama, mereka tetap teguh di medan ilmu dan dakwah ; mereka tidak mundur dari aqidah, keimanan serta medan jihad, sekalipun banyak yang memusuhi serta sedikit yang menolong.

Termasuk sebagian dari tanda-tanda kematian yang jelek –kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hal ini- adalah seseorang yang hidup dalam kebenaran selama 60 tahun kemudian terjerumus dalam kebatilan di akhir hayatnya. Kalaulah ia bersabar dan ditakdirkan baginya petunjuk tentulah ia akan sampai pada tujuannya, dan tidak akan terputus sebelum ajalnya tiba, serta tidak terputus sebelum (ia) memetik hasilnya.

4. Mereka Orang-Orang Yang Sabar

Diantara manusia ada yang belum meninggal dalam keadaan syahid di medan ilmu, atau di medan (jihad), tapi ia tetap teguh dengan janjinya dan nazarnya, sekalipun angin “fitnah” berhembus keras. Lalu bagaimana seorang yang teguh/kokoh dalam (manhaj) Salaf dan tidak mengganti dengan benih-benih khalaf (mereka yang tidak berpegang teguh pada manhaj Salaf) dituduh lari dari manhaj Salaf? Ia dituduh berada diatas jalan yang salah, sedangkan ia tidak menjauh dari kebenaran [2] yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitabNya, melalui lisan NabiNya, (tidak menjauh dari) jalan yang telah ditempuh oleh para Salaf, ulama dan imam-imam mereka, baik yang masih hidup saat ini ataupun yang telah tiada ; sekalipun godaan-godaan materi dan dunia (menggoda mereka) !!

Ya ; kami bersama Salaf –yang mereka itu benar dalam menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala- baik masalah aqidah, manhaj, iman, ilmu dan amal.

Kami bersama para Salaf pada zaman ini : Ibnu Baz, Al-Albani, Ibnul Utsaimin, Muqbil Al-Wadi’i [3], yang menghabiskan umur mereka dalam tauhid, iman dan manhaj. Mereka tidak merubah, tidak mengganti, tidak plin-plan. Kami bersama mereka, karena mereka adalah “ Aimmatul Huda” (para pemimpin yang memberi petunjuk). Kami tidak akan mengganti atau berganti –insya Allah-, walaupun ada seseorang yang marah terhadap kami. Dan sekali-kali kami tidak meridhoi seseorang berada dalam kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala selamanya. Dan akibat yang baik adalah bagi orang bertaqwa.

(Majalah Al-Ashalah, edisi 34, hal.7, diterjemahkan oleh Abu Hasan Arif)

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 16 Th III Ramadhan 1426H/ Oktober 2005M, Diterbitkan oleh Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya]
______
Footnote
[1]. Hendaknya anda melihat makalah saya (syaikh Musa Nashr) “Ar-Rujuluh Fil Kitab was Sunnah” (Keteguhan Dalam Prespektif Al-Qur’an dan Sunnah). (makalah ini belum kami terjemahkan, pent)
[2]. Ini adalah kata-kata (tuduhan) yang menyakitkan dan melukai, yang dilontarkan oleh salah seorang syaikh yang termasuk generasi terdahulu di kalangan kami (yang dimaksud adalah syaikh Ibrahim Syuqrah murid syaikh Al-Albani yang menyimpang dari manhaj salaf sepeninggal beliau. Diantara penyimpangannya adalah pujiannya terhadap Sayyid Quthub dan tuduhannya terhadap syaikh Al-Albani bahwa beliau seorang yang berpemahaman murji’ah. Lihat makalah syaikh Ali Hasan yang berjudul Haqqu Kalimati Al-Imam Al-Albani Fi Sayyid Quthub, -pent). Dahulu kami memuliakannya sebelum ia berubah/mengganti (manhajnya). Semoga Allah memberi petunjuk kami dan dia dan mengembalikannya kepada kebenaran.
[3]. Syaikh bin Baaz dan Syaikh Utsaimin adalah ulama Salaf yang menetap di Saudi Arabia. Adapun Syaikh Al-Albani dan Syaikh Muqbil bin Hadi adalah ulama yang tinggal di Jordania dan Yaman, keempat ulama tersebut telah meninggal dunia, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati mereka dam menempatkan mereka dalam surgaNya yang luas, amin (-pent)

Sumber: almanhaj
Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH 2018*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag.21)

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.21*

بسم الله الرحمن الرحيم

MEMOHON PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH
(Lanjutan poin ke 3 & 4 dari bab ini)

3). Syaikh Abdul Qadir Jailani rahimahullah dalam kitab Al-Fathur Rabbani berkata,

-سلوا الله ولا تسألوا غيره،
-استعينوا باالله ولا تستعينوا بغيره،
-ويحك بأي وجه تلقاه غدا، وأنت تنازعه في الدنيا، معرض عنه، مقبل على خلقه، مشرك به،

-تترل حوائجكم وتتكل بالمهمات عليهم
-ارفعوا الوسائط بينكم وبين االله،
-فإن وقوفكم معها هوس،
-لا ملك ولا سلطان ولا غِنى ولا عز إلا للحق عز وجل.

كن مع الحق بلا خلْق (أي كن مع الله بدعائه بلا واسطة من خلقه)

-Mintalah kepada Allah dan jangan meminta kepada selain-Nya.
-Mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan memohon pertolongan kepada selainNya.
-Celakalah kamu, dimana kau letakkan mukamu kelak (ketika menghadap Allah diakhirat), jika kamu menentangNya didunia, berpaling daripadaNya, menghadap (meminta dan menyembah) kepada makhlukNya serta menyekutukanNya.
-Engkau keluhkan semua kebutuhanmu kepada mereka.
-Engkau bertawakkal (menggantungkan diri) kepada mereka.
-Singkirkanlah perantara-perantara antara dirimu dengan Allah. Karena ketergantunganmu kepada perantara-perantara itu adalah suatu kepandiran.
-Tidak ada kerajaan, kekuasaan, kekayaan dan kemuliaan kecuali milik Allah.

Jadilah kamu orang yang selalu bersama Allah, jangan bersama makhluk (maksudnya, bersama Allah dengan berdo’a kepadaNya tanpa melalui perantara makhlukNya)

4). Memohon pertolongan yang disyari’atkan Allah adalah dengan hanya memintanya kepada Allah agar Allah melepaskanmu dari berbagai kesulitan yang engkau hadapi.

Adapun memohon pertolongan yang tergolong syirik adalah dengan meminta kepada selain Allah. Misalnya kepada para Nabi dan Wali yang telah meninggal atau kepada orang yang masih hidup tetapi mereka tidak hadir.

Mereka itu tidak memiliki manfaat atau mudharat, tidak mendengar do’a, dan kalaupun mereka mendengar, tentu tak akan mengabulkan permohonan kita.

Demikian seperti dikisahkan oleh Al-Qur’an tentang mereka.

Adapun meminta pertolongan kepada orang hidup yang hadir untuk melakukan sesuatu yang mereka mampu, seperti; membangun masjid, memenuhi kebutuhan atau lainnya maka hal itu dibolehkan. Berdasarkan firman Allah,

و تعاونوا على البر و التقوى

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” [QS. Al-Ma’idah: 2]

Dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

“Allah (akan) memberikan pertolongan kepada hamba, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya.” [HR.
Muslim]

Diantara contoh meminta pertolongan kepada orang hidup yang dibolehkan adalah seperti dalam firman Allah,

فاستغاثه الذي من شيعته على الذي من عدوه”

“Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya mengalahkan orang dari musuhnya” [QS. Al-Qashash: 15]

Juga firman Allah yang berkaitan dengan Dzul Qarnain,

فاعينوني بقوة

“Maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat)”. [QS. Al-Kahfi: 95]

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag.19)

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.19*

بسم الله الرحمن الرحيم

MAKNA “IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA
NASTA’IIN”

إياك نعبد و إياك نستعين

(Hanya) kepadaMulah Kami menyembah dan KepadaMulah Kami memohon
pertolongan.” [QS. Al-Fatihah: 5]

▪Maksudnya,
نخصك
-بالعبادة،و
-الدعاء،و
-الاستعانة وحدك

Kami mengkhususkan kepada diriMu;
-Dalam beribadah,
-Berdo’a dan
-Memohon pertolongan

1). Para ulama dan ahli dibidang bahasa Arab mengatakan, didahulukannya maf’ul bih (obyek) “Iyyaaka” atas fi’il (kata kerja) “na’budu wa Nasta’in” dimaksudkan agar ibadah dan memohon pertolongan tersebut dikhususkan hanya kepada Allah ta’ala semata, dan tidak boleh kepada selainNya

2). Ayat Al-Qur’an ini dibaca berulang-ulang oleh setiap muslim, baik dalam shalat maupun diluar sholat

Ayat ini juga merupakan
ikhtisar dan intisari surat Al-Fatihah, yang merupakan ikhtisar dan intisari Al-Qur’an secara keseluruhan

3). Ibadah yang dimaksud oleh ayat ini adalah ibadah dalam arti yang luas, termasuk didalamnya; shalat, nadzar, menyembelih hewan kurban, juga do’a.

Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الدعاء هو العبادة

“Do’a adalah ibadah.” [HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan
shahih]

Sebagaimana shalat adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada rasul atau wali, demikian pula halnya dengan do’a. Ia adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah subhanahu wata’ala semata. Allah ta’ala berfirman,

قل إنما أدعو ربي و لا أشرك به أحدا

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” [QS. Al-Jin: 20]

4). Rasulullah bersabda,

دعوة ذي النون إذ دعا او هو في بطن الحوت: لا إله إلا أنت سبحانك إني كنا من الظالمين

“Do’a yang dibaca oleh Nabi Dzin Nun (Yunus) ketika berada dalam perut ikan adalah, ‘Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah dengan benar) selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.’

Tidaklah seorang muslim berdo’a dengannya untuk (meminta) sesuatu apapun, kecuali Allah pasti akan mengabulkan padanya.” [Hadits shahih menurut Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag. 20)

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag. 20*

بسم الله الرحمن الرحيم

MEMOHON PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH

▪Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إذا سألت فاسال االله، وإذا استعنت فاستعن باالله

“Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” [HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih]

1). Imam Nawawi dan Al-Haitami rahimahummallah telah memberikan penjelasan terhadap makna hadits ini secara ringkas. Yaitu,

إذا طلبت الإعانة على أمر من أمور الدنيا و الآخرة فاستعن باالله، لا سيما في الأمور التي لا يقدر عليها غير االله، كشفاء المرض وطلب الرزق و الهداية، فهي مما اختص الله وحده

“Jika engkau memohon pertolongan atas suatu urusan, baik urusan dunia maupun akhirat maka mohonlah pertolongan kepada Allah saja.”

Apalagi dalam urusan-urusan yang tak seorangpun kuasa atasnya kecuali Allah subhanahu wata’ala, seperti; menyembuhkan penyakit, mencari rizki dan petunjuk.

Hal-hal tersebut merupakan perkara kekhususan milik Allah ta’ala semata. Allah berfirman,

وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو

“Dan jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkan (kemudharatan tersebut) melainkan Allah sendiri.” [QS. Al-An’am: 17]

2). Barangsiapa menginginkan hujjah (argumentasi/dalil) maka cukuplah baginya Al-Qur’an.
– Barangsiapa menginginkan seorang penolong maka cukup baginya Allah
– Barangsiapa
menginginkan seorang penasihat maka cukup baginya kematian
– Dan barangsiapa merasa tidak cukup dengan hal-hal tersebut, maka cukuplah Neraka baginya. Allah berfirman,

أليس الله بكاف عبده

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya?.” [QS. Az-Zumar: 36]

(Bab ini Bersambung)

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah