Cinta orang yang luhur



0 Comment

Allah telah menyebutkan kemuliaan kedudukan para sahabat Nabi. Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” [QS. At-Taubah:100].

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, Mereka adalah orang-orang yang lebih dulu dan bersegera beriman, berhijrah dan berjihad, serta menegakkan agama Allah. Ada yang mengatakan, bahwa mereka ini adalah para sahabat yang hadir dalam perang Badar, atau bisa maksudnya semua para sahabat.
Yaitu para sahabat yang berhijrah dari Mekah ke Madinah; yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya, dan mereka menolong agama Allah dan Rasul-Nya.
Yaitu para sahabat yang menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) kaum muhajirin. Mereka mencintai kaum muhajirin dan lebih mengutamakan kaum muhajirin di atas diri mereka sendiri, meskipun mereka dalam kesusahan.
Mereka mengikuti ‘Aqidah, ibadah, manhaj (cara beragama) kaum muhajirin dan Anshar.
Yakni dengan memperbaiki amalan. di mana mereka berdoa, “Ya Tuhan Kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian ada dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (lihat pula Al Hasyr: 8-10)
Dan tidak ada keinginan di hati mereka untuk pindah, karena apa yang mereka inginkan ada dan apa yang mereka harapkan telah.

[Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili]

Imam Syaukani رحمه الله menjelaskan:
Barang siapa yang tidak memohonkan ampun kepada Allah untuk para sahabat secara keseluruhan, serta tidak memohonkan ridha Allah untuk mereka, berarti ia telah menyalahi perintah Allah dalam ayat ini. Jika seseorang mendapati suatu kebencian dalam hatinya terhadap sahabat, berarti ia telah tertimpa godaan setan dan telah dikuasai kemaksiatan yang besar kepada Allah. Karena ia telah melakukan permusuhan kepada wali-wali Allah, generasi terbaik umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan telah terbuka baginya pintu kehinaan yang akan mengantarkannya masuk ke dalam neraka Jahanam, jika ia tidak segera memperbaiki dirinya dengan berlindung dan meminta pertolongan kepada Allah, supaya Allah mencabut kedengkian yang mewarnai hatinya kepada generasi terbaik dan paling utama itu.
Jika kemudian, kedengkian yang ada dalam hatinya itu meluap hingga melahirkan cacian pada mulut terhadap salah seorang di antara mereka, berarti ia telah takluk pada kendali setan dan telah terjerumus ke dalam kemurkaan Allah. Penyakit akut ini hanya menimpa orang-orang yang termakan oleh ajaran Rafidhah (Syi’ah) atau terperangkap menjadi kawan bagi musuh-musuh Sahabat. Dia dipermainkan dan ditipu oleh setan dengan kedustaan-kedustaan, cerita-cerita bohong, serta kisah-kisah khurafat (tentang Sahabat). Setan telah memalingkan mereka dari Kitab Allah, kitab yang tidak bisa disentuh oleh kebatilan, baik dari arah depan maupun dari arah belakang. [Tafsir Fathu al-Qadîr, Imam asy-Syaukani].

Sahabat Nabi merupakan generasi termulia yang dikeluarkan kepada manusia. Mereka menjadi suri teladan serta pejuang Islam yang tak tertandingi sampai hari Kiamat nanti. Kedudukan mereka sangat tinggi. Mereka mempunyai banyak keutamaan. Demikian pula, jasa mereka terhadap Islam tidaklah sedikit. Oleh karena itu, wajib bagi umat ini untuk menghormati sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kecintaan kepada sahabat Nabi merupakan bukti keimanan seseorang.
Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

آيَةُ الإِيْمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ
وَآيَــةُ النِّفَاقِ بُعْضُ الأَنْصَارِ

“Tanda keimanan adalah cinta kepada kaum Anshar. Dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar”. (HR. Al-Bukhari)

Para ulama menyebutkan keutamaan para sahabat. Dan mereka secara jelas mengatakan larangan mutlak untuk mencela dan mencaci seorangpun sahabat Nabi. Dan larangan mencela telah disampaikan oleh
Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أدرك مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ .

”Janganlah sekalian mencela para sahabatku! Janganlah sekalian mencela para sahabatku! Demi Zat yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan mencapai satu mud-pun dari kebaikan salah seorang sahabat, apalagi separuhnya”. [HR. Muslim]

Larangan ini secara jelas menunjukkan tentang haramnya menghina para sahabat manapun dari sahabat Rasul, terutama para sahabat yang termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga..

Adapun munculnya kebencian kepada para sahabat Nabi pertama kali disampaikan oleh orang-orang khawarij dan orang-orang syiah. Mereka menyebarkan kebencian ini, tidak lain adalah untuk melemahkan Islam dan menghancurkannya dari dalam. Kebencian ini mereka tujukan terutama kepada 2 orang sahabat Nabi yang mulia, yaitu Utsman dan Ali رضي الله عنهما.
Ada sebuah ungkapan yang indah dari para ulama Salaf untuk menjaga kecintaan kepada kedua sahabat Nabi ini.

قال الإمام سفيان الثوري رحمه الله :
لا يجتمع حب عثمان وعلي – رضي الله عنهما – إلاَّ في قلوب نبلاء الرجال.
📚الشريعة، للآجري

Berkata Imam Sufyan Ats-Tsaury رحمه الله,
Tidak akan pernah terkumpul kecintaan kepada Ustman dan Ali رضي الله عنهما melainkan dalam hati-hatinya manusia yang luhur.

[Asy-Syari’ah, Imam Al-Ajjury]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*Laporan Donasi Baksos Pengobatan Gratis Bojonegoro 2019*

Assalamu’alaikum ya ikhwah,

Alhamdulillah dana yang telah terkumpul hingga hari ini adalah *sebesar Rp. 3.235.000,-*

Adapun kekurangan dana dari total kebutuhan adalah *sebesar Rp. 11.765.000,-*

Berikut laporannya.

20-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
23-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
26-09-19, Jamaah Masjid Al Furqon Surabaya, 2.000.000
28-09-19, Hamba Allah, 35.000
1-10-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
3-10-19, Hamba Allah, 50.000
3-10-19, Hamba Allah, 200.000
4-10-19, Hamba Allah, 50.000
4-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
6-10-19, Hamba Allah, 200.000,-
7-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-

Bagi yang ingin berpartisipasi, bisa di transfer ke:

No. Rek : 2710696295
Bank : BCA
A.n. Nugroho Wicaksono

Setelah transfer, mohon memberikan konfirmasi ke:
1. +62 0857-3030-8161 (Yudi)
2. +62 0823-3603-7726 (Farid)
3. +62 0881-500-6720 (Nugroho)

Acara bakti sosial ini, In Syaa Allah akan diadakan di Desa Nglumber, Kec. Kepohbaru, Kab. Bojonegoro

Adapun rangkaian kegiatan sbb:
1. Pengobatan Gratis
2. Pengajian Umum bersama Ustadz Abdul Rouf hafidzahullah
3. Tebar buku

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

Acara ini diselenggarakan oleh:
1. Yayasan Para Pembela Sunnah
2. Para Pencinta Sunnah
3. Remas Masjid Al Furqon, RSUD dr. Soewandi Surabaya

#Mohon bantuannya untuk disebarluaskan.