Dahsyatnya doa Nabi Dzun Nun عليه السلام



0 Comment

🌹 *Dahsyatnya doa Nabi Dzun Nun عليه السلام…*

Allah berfirman tatkala mengisahkan Nabi Dzun Nun, yaitu Nabi Yunus عليه السلام,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. [QS. Al-Anbiya : 87]

Berkata Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Yakni ingatlah hamba dan rasul Kami Dzunnun, yaitu Yunus bin Mata dengan menyebutkan kebaikannya dan memujinya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutusnya kepada penduduk Neinawa dan mengajak mereka beriman, namun ternyata mereka tidak beriman, maka Beliau mengancam mereka dengan azab yang akan turun setelah berlalu tiga hari. Ketika azab datang, dan mereka menyaksikannya dengan mata kepala, maka mereka keluar ke gurun membawa anak-anak dan hewan ternak mereka, lalu mereka bersama-sama berdoa kepada Allah dengan merendahkan diri kepada-Nya dan bertobat, maka Allah angkat azab itu dari mereka sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” [QS. Yunus: 98]
dan firman-Nya, “Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.—Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” [QS. Ash Shaffaat: 147-148]
Kaum Yunus akhirnya beriman, akan tetapi Yunus pergi meninggalkan kaumnya karena marah kepada mereka padahal Allah belum mengizinkan, Beliau pergi bersama beberapa orang menaiki perahu dan ketika itu datang ombak yang besar, mereka pun khawatir akan tenggelam, maka mereka melakukan undian untuk melempar salah seorang di antara mereka ke laut agar beban perahu semakin ringan, ternyata hasil undian tertuju kepada Yunus, lalu mereka enggan melemparnya, maka mereka mengulangi lagi, dan ternyata tertuju kepada Yunus lagi, namun mereka tetap enggan melemparnya, maka dilakukan undian sekali lagi dan ternyata hasil undian tetap jatuh kepada Yunus, maka Yunus berdiri dan melepas pakaiannya lalu melemparkan dirinya ke laut, dan Allah telah mengirimkan ikan besar, maka ikan itu datang menelan Yunus. Allah mewahyukan kepada ikan itu agar tidak memakan dagingnya dan tidak meremukkan tulangnya karena Yunus bukanlah rezeki untuknya, perutnya hanyalah sebagai penjara baginya. Ada yang berpendapat, bahwa Beliau tinggal dalam perut ikan selama 40 hari. Ketika Beliau mendengar ucapan tasbih dari batu kerikil di tempatnya itu, maka Beliau mengucapkan, “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Beliau mengakui keberhakan Allah untuk diibadahi dan menyucikan-Nya dari segala aib dan kekurangan serta mengakui kezaliman dirinya, maka Allah mengabulkan doanya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,—Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.— Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.— Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu.” [Terj. Ash Shaaffaat: 143-146]

Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah di dalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.
Karena meninggalkan kaumku tanpa izin-Mu. [Tafsir Al-Wajiz, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili]

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Ahmad ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr, bahwa Yazid Ar-Raqqasyi pernah mengatakan, bahwa ia pernah mendengar Anas ibnu Malik —yang menurut keyakinanku Anas tiada lain menerimanya dari Rasulullah ﷺ—menceritakan kisah berikut, “Bahwa Yunus ‘alaihis salam ketika mulai memanjatkan doa berikut di dalam perut ikan, yaitu, “Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya.’” Maka doanya itu naik sampai di bawah ‘Arasy, maka para malaikat bertanya, “Wahai Tuhanku, ada suara lemah yang telah dikenal bersumber dari negeri yang terasing.” Allah berfirman, “Tidakkah kalian ketahui suara itu?”
Mereka bertanya, “Tidak, wahai Tuhanku, siapakah dia?”
Allah berfirman, “Dia adalah hamba-Ku Yunus.” Mereka berkata, “Hamba-Mu Yunus yang sampai sekarang masih tetap dilaporkan ke hadapan-Mu amalnya yang diterima dan doanya diperkenankan.” Mereka berkata pula, “Wahai Tuhan kami, tidakkah Engkau merahmatinya berkat amal yang dikerjakannya di saat dia senang, karenanya Engkau selamatkan dia di saat mendapat cobaan?”
Allah berfirman, “Baiklah,” maka Allah memerintahkan kepada ikan besar itu agar memuntahkannya ke daerah yang tandus. [Tafsir Ibnu Katsir]

Kedahsyatan doa dan dzikir Dzun Nun ini sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم,

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” [HR. Tirmidzi no. 3505, dishohihkan Al-Albany]

Begitu mudahnya Allah mengeluarkan hambanya dari kesulitan yang dahsyat seperti yang dialami Nabi Yunus عليه السلام yaitu di 3 kegelapan:
1. Kegelapan perut ikan
2. Kegelapan ditengah samudera yang dalam
3. Kegelapan ditengah malam tanpa cahaya.

Karena beliau orang yang banyak berdzikir dan menyempurnakan kepasrahan dan ketawakkalan kepada Allah sebagai perwujudan tauhid, sehingga Allah pun memberiksn balasan yang sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya.

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc