DAKWAH SIRRIYYAH



0 Comment

*🌙 SIRAH NABAWIYAH*

————— EPISODE 19 —————

*“DAKWAH SIRRIYYAH”*

Kota Makkah merupakan pusat agama bangsa Arab. Di sana terdapat para pengabdi Ka’bah, pengurus berhala, dan patung-patung yang dianggap suci. Lebih sulit dan sukar melakukan perubahan di Makkah.

Karenanya, dakwah butuh tekad baja yang tak mudah goyah oleh musibah & bencana. Maka, adalah bijak memulai dakwah sirri (sembunyi-sembunyi) agar penduduk Makkah tidak dikagetkan dengan hal yang (bisa saja) memancing emosi mereka.

Merupakan hal yang wajar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pertama-tama menawarkan Islam kepada orang-orang yang hubungannya dekat dengan beliau, keluarga, dan sahabat-sahabat karib. Mereka semua didakwahi untuk memeluk Islam. Beliau juga mendakwahi orang yang bersifat baik yang sudah saling kenal dengan beliau.

Beliau mengenal mereka sebagai orang-orang yang mencintai ALLAH & kebaikan, sedang mereka mengenal beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai kejujuran & keshalihan. Hasilnya banyak di antara mereka (yang tidak sedikit digerayangi keraguan akan keagungan, kebesaran jiwa Rasulullah serta kebenaran berita yang dibawanya) merespons baik dakwah beliau.

Dalam sejarah Islam, mereka dikenal dengan ‘As-Sabiqun Al Awwallun’ (orang-orang yang paling dahulu & pertama masuk Islam). Di barisan depan terdaftar istri Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid; Disusul maula (mantan budak) beliau, Zaid bin Haritsah bin Syarahil Al-Kalbi; [1], Keponakan beliau, Ali bin Abi Thalib (saat itu masih kanak-kanak hidup di bawah asuhan beliau); Serta sahabat karib beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Abu Bakar sangat giat mengajak orang kepada Islam. Beliau adalah sosok laki-laki yang lembut, disenangi, luwes, berbudi luhur, dan suka berbuat baik. Para tokoh kaumnya selalu mengunjunginya & sudah tidak asing dengan kepribadiannya karena keintelekan, kesuksesan dalam berbisnis & pergaulan yang luwes. Beliau terus berdakwah pada orang-orang kaumnya yang dia percayai & selalu berinteraksi & bermajelis dengannya.

Berkat itu, maka masuk Islamlah Utsman bin Affan Al-Umawi, Az-Zubair bin Al-Awwam Al-Asadi, Abdurrahman bin Auf Az-Zuhri, Sa’ad bin Abi Waqqash Az-Zuhri, dan Thalhah bin Ubaidillah At-Taimi. Kedelapan orang inilah merupakan gelombang pertama dan garda Islam.

Di antara orang-orang pertama lainnya yang masuk Islam adalah,
Bilal bin Rabah Al-Habasyi, kemudian diikuti oleh amin (kepercayaan) umat ini, Abu Ubaidah [2], nama beliau adalah Amir bin Al-Jarrah berasal dari suku Bani Al-Harits bin Fihr. Menyusul dari suku Makhzum, Abu Salamah bin Abdul Asad dan Al-Arqam bin Abil Arqam, Utsman bin Mazh’un (dan kedua saudaranya; Qudamah & Abdullah), Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib bin Abdu Manaf, Sa’id bin Zaid Al-Adawi & istrinya; Fathimah binti Al-Khaththab Al-Adawiyah (saudari Umar bin Al-Khaththab), Khabbab bin Al-Arat, Abdullah bin Mas’ud Al-Huzali serta banyak lagi selain mereka. Mereka itulah yang dinamakan ‘As-Sabiqun Al-Awwallun’.

Mereka tediri dari semua marga Quraisy yang ada, bahkan Ibnu Hisyam menjumlahnya lebih dari 40 orang. Namun, dalam penyebutan sebagian dari nama-nama tersebut masih perlu diteliti kembali.

‘Ibnu Ishaq berkata’, “…. Kemudian banyak orang yang masuk Islam secara berbondong-bondong, baik laki-laki maupun wanita sampai akhirnya tersiarlah gaung “Islam” di seantero Makkah & menjadi perbincangan banyak orang.

‘Perintah Mendirikan Shalat’, termasuk wahyu pertama yang turun. Ibnu Hajar berkata, “Sebelum Isra’ terjadi, beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam berdasarkan riwayat yang qath’i (pasti) pernah melakukan shalat, demikian pula para sahabat beliau. Akan tetapi yang diperselisihkan, apakah ada shalat lain yang telah diwajibkan sebelum (diwajibkannya) shalat lima waktu ataukah tidak?
Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang telah diwajibkan itu adalah shalat sebelum terbit & terbenamnya matahari. ‘Demikian penuturan Ibnu Hajar’.

Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa bila waktu shalat telah masuk, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam & para sahabat pergi ke lereng-lereng perbukitan dan menjalankan shalat di sana secara sembunyi-sembunyi jauh dari pandangan kaum mereka. Abu Thalib pernah sekali waktu melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Ali melakukan shalat, lantas menegur keduanya namun manakala dia mengetahui bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang serius, dia memerintahkan keduanya untuk berketetapan hati (tsabat).

Meskipun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi & individu. Namun akhirnya sampai juga ke telinga kaum Quraisy. Hanya saja mereka belum mempermasalahkannya karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah menyinggung agama mereka ataupun tuhan-tuhan mereka.

Tiga tahun berlalu, sementara dakwah masih berjalan secara sembunyi-sembunyi & individu. Terbentuklah kelompok kaum Mukminin yang dibangun atas pondasi ukhuwwah (persaudaraan) dan ta’awun (solidaritas) serta penyampaian risalah & pemantapan posisinya. Kemudian turunlah wahyu yang menugaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar menyampaikan dakwah kepada kaumnya secara terang-terangan (Jahriyyah), dan menentang kebatilan mereka serta menyerang berhala-berhala mereka.

In Syaa Allah bersambung minggu depan………

📝 “FOOTNOTES:”

👤 WARAQAH BIN NAUFAL

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata, “Jangan ada yang mencemooh Waraqah bin Naufal, karena saya telah melihat sebuah surga atau dua buah surga untuknya”.[HR. Al-Hakim dalam kitab Al Mustadrak, 2/609, Adz-Dzahabi setuju & menshahihkannya. Lihat Al-Albani, Shahih Al-Jami’ no. 7197. Dan lihat Silsilah Hadits Shahih, nomor 405, dia berkata, ‘Hadits Shahih’]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Setelah peristiwa itu, tidak lama kemudian Waraqah meninggal”.
Karena apa yang dikatakannya adalah ungkapan keimanan terhadap apa yang dia dapatkan, dan sebuah keyakinan terhadap Wahyu & niat yang tulus untuk mengikuti kebenaran yang sebentar lagi tiba. [Ibnu Katsir, Al-Bidayah Wan-Nihayah, 3/9]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Pendeta Waraqah bin Naufal masuk Islam saat itu & berjanji untuk membela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tatkala dikeluarkan dari kampung halamannya”. [Ibnul Qayyim, Zaad Al-Ma’ad, 3/21]

Syaikh Muhammad bin Utsaimin berkata, “Oleh karena itu, kami katakan bahwa yang paling pertama masuk Islam dari kalangan wanita adalah Khadijah dan dari kalangan laki-laki adalah Waraqah bin Naufal”.(Syaikh Muhammad bin Utsaimin, Syarah Akidah Al-Wasithiyyah, 2/280)

Namun, karena dia meninggal dunia dengan sangat cepat setelah itu menyebabkan muncul perselisihan tentang keislamannya.

Wallahu A’lam.

(Nukilan yang panjang tentang perbedaan pendapat sekitar keislaman Waraqah, yaitu disebutkan alasan & hasil kajian masing-masing adalah Sulaiman Al-Audah dalam kitabnya Assirah An-Nabawiyah dalam 2 kitab shahih dan Ibnu Ishak studi perbandingan tentang periode Makkah, hal. 269-282)

📜 HIKMAH (PELAJARAN) 📜

[A]
ALLAH tidak membebani seseorang, kecuali sesuai kemampuannya, maka apabila ada perintah untuk melakukan amaliah dakwah, lakukanlah sesuai dengan kemampuan dan sejalan dengan manhaj yang benar.

[B]
Tidak tergesa-gesa untuk memetik hasil, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menahan diri, menanti masa berdakwah secara terbuka tiba, yang akan mampu memberikan hasil yang lebih cepat, menunggu waktu yang tepat.

[C]
Seorang da’i mesti mengetahui bahwa setiap manusia memiliki sisi fitrah & kebaikan, Itu dipahami berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, “Setiap anak manusia yang dilahirkan, lahir dalam keadaan fitrah”.
[Shahih Al-Bukhari, Fathu Al-Bari, 3/254, no. 1385]

Namun fitrah itu tertutupi oleh dosa & noda dan untuk bisa sampai kepada fitrah itu, perlu menanti dengan kesabaran.

[D]
Kita saksikan yang pertama kali menjadi sasaran dakwah adalah seorang wanita, yaitu Khadijah radhiyallahu anha. Dia menerima & masuk Islam. Ini berarti bahwa manusia yang paling pertama masuk Islam adalah wanita. Jadi, wanita mulia karena ia adalah manusia yang pertama diajak, yang pertama menerima, dan yang pertama menolong. Kemudian dimuliakan dengan keberadaanya sebagai manusia pertama yang bertemu ALLAH karena agama ini. Semua itu sangat cukup untuk menjadi bukti bahwa agama Islam sangat menjunjung tinggi harkat & martabat wanita, dan sebagai bantahan atas yang berpendapat bahwa Islam menzhalimi wanita dengan diskriminasi gender.

[E]
Keseriusan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam berdakwah. Dari ‘tangannya telah masuk Islam lima orang yang tergolong 10 sahabat yang diberi kabar gembira sebagai ahli surga’. Dia sendiri tapi gesit dalam mengajak ke jalan dakwah. Dialah ‘manusia pertama yang mengajak ke jalan dakwah dari umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam’. Hal yang menunjukkan bahwa satu jiwa bisa berbuat banyak, itulah yang dikenal dengan ‘dakwah fardiyah’ (dakwah personal) yang bahkan dilalaikan oleh banyak manusia. [Fikih Sirah Nabawiyah]

Sumber Buku:

– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

[1]
Dia sebelumnya pernah ditawan & dijadikan budak, lalu dibeli oleh Khadijah dan dihibahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Suatu ketika, ayah dan pamannya mengunjunginya untuk membawanya pulang kepada kaum & keluarga besarnya, namun dia lebih memilih Rasulullah ketimbang keduanya. Beliau pun mengangkatnya sebagai anak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di kalangan bangsa Arab. Karena itu, dia sering disebut sebagai Zaid bin Muhammad. Hingga akhirnya Islam datang dan menghapus tradisi tersebut. Dia meninggal sebagai syahid pada perang Mu’tah, yang saat itu berstatus sebagai panglima laskar, yaitu pada bulan Jumadal Ula tahun 8 Hijriyah.

[2]
Untuk mengetahui julukan beliau ini,
lihat Shahih Al-Bukhari, tentang Manaqib Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, 1/530)

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply