Ikhlas dan Mutaba’ah



0 Comments

*AQIDAH & MANHAJ*

*🍀 Kaidah yang ke 1 🍀*

_[Kitab Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah, tentang Manhaj salaf dalam masalah tarbiyah dan perbaikan]_

Karya Syaikh Al Ubailaan, حفظه الله تعالى

kata beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Agama kita dibangun diatas 2 pokok yang agung.

Yang pertama yaitu ikhlas –> yaitu ikhlas, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Yang kedua adalah Mutaba’ah (ittiba kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam).

Ini adalah merupakan 2 POKOK YANG AGUNG, yang merupakan makna daripada _Asyhadu alla ilaaha illallah_
_Wa asyhadu anna_ _Muhammadar Rasulullah_.

Ketika kita mengucapkan _Asyhadu alla ilaaha illallah_ artinya mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan ketika kita mengatakan _Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah_ artinya kita memurnikan ittiba atau mutaba’ah kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Dimana amal kita harus sesuai dengan apa yang di syari’atkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam

Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 2:

‎الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ

“Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar Allah menguji kalian siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya.”

Berkata Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah:

“Yang lebih baik amalnya, artinya yang paling ikhlas dan yang paling benar.”

Yang paling ikhlas artinya yang betul-betul karena Allah.

Dan yang paling benar artinya yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Kata Beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Manusia di lihat dari 2 pokok ini, ada 4 macam:

1. Ahlul Ikhlas.

Mereka adalah orang-orang yang betul-betul ikhlas wal Mutaba’ah (dan betul-betul mengikuti Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam).

Maka ini adalah derajat yang paling tinggi.

2. Orang yang tidak ikhlas dan tidak pula mutaba’ah.

Sudahlah hatinya tidak ikhlas, tidak mengharapkan wajah Allah, sudah begitu tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Ini yang paling buruk tentunya

3. Orang yang ikhlas amalannya, tapi tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, namun ia berbuat mengada-ada kebid’ahan.

Maka amalannya juga tertolak.

4. Orang yang amalannya sesuai dengan sunnah Rasul tapi tidak ikhlas, maka inipun sama tidak diterima oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Maka yang terbaik adalah yang pertama, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan ia ikhlas di dalam mengamalkan ibadah tersebut.

Maka setiap kita berusahalah semaksimal mungkin akhowati islam untuk merealisasikan keikhlasan dengan cara mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah, bukan karena pujian manusia, bukan pula karena mengharap dunia, tidak pula karena ia ingin diberikan kesenangan dari kehidupan dunia ini.

Maka ini adalah merupakan akhwati islam kaidah yang harus kita benar-benar kita perhatikan dalam masalah tarbiyah dan islah, yaitu ikhlas dan mutaba’ah.

Wallahu a’lam

📚 Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

1 thought on “Ikhlas dan Mutaba’ah”

  1. Apa yang dinmaksut amal sesuai sunnah rosul

Leave a Reply