Jangan ambil ilmu dari mereka …!



0 Comment

Rasululloh صلى الله عليه وسلم telah menyebutkan sifat ulama yang akan selalu ada sepanjang zaman,

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ : يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ وَ إِنْتِحِالَ الْمُبْطِلِيْنَ

“Ilmu agama ini akan dibawa oleh orang-orang yang lurus pada setiap generasi; mereka akan menolak tahrif (perubahan) yang dilakukan oleh orang-orang yang melewati batas; ta’wil (penyimpangan arti) yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh; dan kedustaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat kepalsuan” [HR Al-Baihaqi di shahihkan Al-Albani dalam Misykah al-Mashabih, 248]

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَلَكِنْ وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi, sedangkan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya (warisan para nabi), berarti dia telah mengambil bagian yang banyak.” [HR. Abu Dawud, 3157 dan At-Tirmidzi, 2570]

Asy-Syaikh DR. Shalih al-Fauzan حفظه الله menjelaskan, “Sifat-sifat para ulama yang pantas dijadikan sebagai ikutan dan suri teladan ialah orang-orang yang berilmu tentang Allah, memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah, serta mengikuti diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh.
Orang-orang yang pantas dijadikan suri teladan adalah orang-orang yang mengumpulkan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh (pada dirinya). Orang yang berilmu, namun tidak mengamalkan ilmunya, tidak boleh diikuti. Demikian pula orang jahil yang tidak berilmu, tidak boleh diikuti.
Tidak boleh diikuti dan diteladani kecuali orang yang mengumpulkan dua hal, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh. Adapun orang yang berilmu dan tidak sengaja berbuat salah atau menyimpang dalam perjalanan atau pemikirannya, maka pantas diambil ilmunya.” [al-Ajwibah al-Mufidah hlm. 251]

Berikut ini adalah di antara ciri-cirinya ulama yang tidak boleh diambil ilmunya:
Pertama, menyembunyikan kebenaran [QS. Al-Baqarah [2]: 146]
Kedua, menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah [QS. Ali Imran [3]: 187]
Ketiga, mengingkari kebenaran yang diyakini [QS. Al-Baqarah [2]: 89]
Keempat, mendistorsi ayat-ayat Allah untuk kepentingan diri sendiri [QS. An-Nisa [4]: 46]
Kelima, memanipulasi kebenaran demi mendapatkan keuntungan duniawi yang sedikit [QS. Al-Baqarah [2]: 79]
Keenam, dari para pendusta [QS. Al-Hujurot: 6]
Dalam hal ini termasuk orang-orang syiah karena mereka membangun agamanya dengan kedustaan.
Ketujuh, yang terjerumus kedalam bid’ah.
Nabi bersabda :

إِنَّ مِنْ أَشْرِاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُلْتَمَسَ الْعِلْمُ عِنْدَ الْأَصَاغِر.

“Sesungguhnya di antara tanda hari Kiamat adalah, ilmu diambil dari orang-orang kecil (yaitu ahli bid’ah)” [HR Ad-Suyuthi, dishahihkan Al-Albani di Shahih Al-Jami’, 2203]
Kedelapan: dari orang-orang yang bodoh.
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“ [HR. Al-Bukhari, 94; Muslim, 223]

Imam Malik رحمه الله berkata :

لاَ يُؤْخَذُ الْعِِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةٍ: سَفِيْهٍ مُعلِنِ السَّفَهِ , وَ صَاحِبِ هَوَى يَدْعُو إِلَيْهِ , وَ رَجُلٍ مَعْرُوْفٍ بِالْكَذِبِ فِيْ أَحاَدِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لاَ يَكْذِبُ عَلَى الرَّسُوْل صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَ رَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَ صَلاَحٌ لاَ يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ

“Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang :
(1) Orang bodoh yang nyata kebodohannya,
(2) Shahibu hawa` (pengikut hawa nafsu) yang mengajak agar mengikuti hawa nafsunya,
(3) Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraan-pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas (nama) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
(4) Seorang yang mulia dan shalih yang tidak mengetahui hadits yang dia sampaikan.
[Jami’ Bayanil ‘Ilmi, hlm. 348.]

Ibnu Qayyim رحمه الله mengungkapkan tipe-tipe ulama yang tidak pantas diambil ilmunya dan mengapa ulama tersebut layak disebut pengemban ilmu yang tidak baik dan hanya menjadi fitnah di tengah masyarakat. Di antaranya adalah karena adanya keraguan yang membuat hati mereka cacat, banyaknya syubhat yang menyelimuti mereka. Mereka tidak mampu menepis syubhat ini karena minimnya ilmu dan keyakinannya. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan orang yang memiliki ilmu yang kuat mereka akan dapat menepis segala macam bentuk syubhat dengan mudah. [Miftah Dar Sa’adah, 1/261]

Beliau berkata,
“Semua ulama yang mementingkan dunia dan mencintainya sudah bisa dipastikan bahwa dia berdusta atas nama Allah. Ia akan mengatakan kebatilan tentang Allah, baik itu dengan fatwanya, keputusannya, pemberitaannya maupun ketentuan yang dibuatnya. Sebab, banyak di antara hukum Allah yang bertentangan dengan kemauan dan kepentingan manusia, khususnya kalangan para penguasa dan orang-orang yang menjadi budak hhawa nafsunya. Maka sudah bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan dapat meraih impian yang mereka dambakan selain dengan jalan menyelisihi dan menolak kebenaran.” [Al-Fawa’id, Ibnul qoyyim]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
YAYASAN PARA PEMBELA SUNNAH
NOREK : 7807878003
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

dr. M. Faishal Riza Sp.JP : 0811-360-7893
Agus Wijaya : 0812-3082-0070
M. Eko Subekti : 0812-3489-2689

Konfirmasi :

nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah