Jangan Kau Sembunyikan, Riyadush Shalihin (Bab Jujur)



0 Comment

◆ *RESUME KAJIAN* ◆

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kitab : Riyadush Shalihin Bab Jujur.
Tema : Jangan Kau Sembunyikan
Pemateri : Al-Ustadz Abu Isa bin Salam _hafizhahullaah_.
Tempat : Masjid Aliyah Karawang.
Tanggal : 07 April 2018/20 Rajab 1439 H.

*DALIL DAN HADITS TENTANG JUJUR*

◆ Dalil pertama

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

_”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”_ [QS. At-Taubah: Ayat 119]

◆ Dalil Kedua

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

_”Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”_ [QS. Al-Ahzab: Ayat 35]

*HADITS*

◆ Dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

_“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”_ [HR.Muslim No.2607].

◆ Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

_“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”_

Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan dusta (menipu) adalah suatu kejelekan. Yang namanya kebaikan pasti selalu mendatangkan ketenangan, sebaliknya kejelekan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.

[HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].

◆ Abu Sufyan, yang saat itu sedang berdagang di Syam,

يَقُولُ : اعْبُدُوا اللَّهَ وَحْدَهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ، وَاتْرُكُوا مَا يَقُولُ آبَاؤُكُمْ ؛ وَيَأْمُرُنَا بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ

_“Beribadahlah kepada Allah semata dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apapun, tinggalkan apa yang menjadi ajaran nenek moyang kalian. Dia memerintahkan kami untuk shalat, zakat, bersikap jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung silaturahim.”_ [HR. Bukhari 7 dan Muslim 1773].

◆ Dari Sahl bin Hunaif Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

_”Siapa yang dengan jujur meminta kepada Allah untuk mati syahid, maka Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajat orang yang mati syahid, meskipun nantinya dia akan mati di ranjang”._ [HR. Muslim 5039, dan Ibnu Majah 2797].

◆ Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا – أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا – فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

_“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.”_ [HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532]

*1. KEDUDUKAN JUJUR*

*Menurut Ibnul Qayyim Rahimahullah*

◆ Jujur adalah kedudukan mulia yang dimiliki suatu kaum,dan martabat tertinggi setelah kedudukan para anbiya(para nabi).

◆ Kejujuran merupakan jalan yang lurus dalam sebuah prinsip yang dimiliki seseorang.

◆ Kejujuran merupakan pembeda antara Ahlul Ilmi dan Ahlul Nifaq.

◆ Tidak ada taqwa tanpa kejujuran

وَالَّذِيْ جَآءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖۤ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

_”Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa.”_ [QS. Az-Zumar: Ayat 33]

◆ Pembeda antara ahlul Jannah (Surga) dan Ahlul Naar (Neraka).

◆ Jujur merupakan ruh nya amal.
Tidak ada suatu amalan tanpa dibarengi dengan kejujuran.

*2.KEUTAMAAN JUJUR BAGI PEMILIKNYA*

◆ Kejujuran itu Mendatangkan pada kebaikan.

Dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

_“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”_ [HR.Muslim No.2607].

◆ Kejujuran membawa pemiliknya untuk beramal shaleh.

Haditsnya seperti yg di atas.

◆ Jujur Itu Menenangkan Hati.

Dalam hadits dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

_“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”_
[HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].

◆ Jujur Akan Sampaikan Kepada Apa Yang Ia Tujukan.

Dari Sahl bin Hunaif Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

Siapa yang dengan jujur meminta kepada Allah untuk mati syahid, maka Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajat orang yang mati syahid, meskipun nantinya dia akan mati di ranjang. [HR. Muslim 5039, dan Ibnu Majah 2797].

◆ Bisa Membedakan Yang Benar Dan Salah Dengan Kejujuran Hatinya Walaupun Tidak Memiliki Ilmu.

*Perkataan para salaf*: Barang siapa yang memohon pada Allah dengan benar dan jujur maka Allah akan karuniakan orang tersebut cermin sehingga dia bisa melihat yang benar dan salah dengan kejujuran hatinya.

◆ Kejujuran Membawa Berkah Yang Banyak.

Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا – أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا – فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

_“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.”_ [HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532].

*3. HAKIKAT JUJUR*

*Ibnul Qayyim Rahimahullah*
Dibagi menjadi 3:

◆1. Jujur dalam perkataan.
Mengatakan sesuai dengan Realita.

◆2. Jujur dalam Perbuatan.
Dibangun di atas ikhlas dan ketaqwaan dan melakukan jujur sesuai sengan syariat yang dicontohkan nabi.

◆3. Jujur dalam Keadaan seseorang.
Dibangun dibatas tekad yang kuat dan benar dan ikhlas karena Allah semata.

*Abu Bakar Ash-shiddiq* adalah orang yang kedudukannya tinggi dalam kejujuran setelah para nabi dan Rasul. Serta keyakinannya terhadap apa yang diinformasikan tentang rasul, ini merupakan sebab kejujuran dan kedudukan tertinggi beliau.

◆ Perbuatan yang melanggar syariat maka terdapat kedustaan di dalamnya, orang yang melakukan bid’ah di dalamnya pasti terdapat kedustaan, dan perbuatan kedustaan tertinggi adalah syirik yang di dalamnya tidak ada kebenaran sama sekali.

◆ Perbuatan kedustaan terbesar kedua setelah syirik adalah bid’ah, dimana semakin semangat dalam beribadah tanpa mengetahui itu syariat yg dicontohkan nabi atau tidak, maka kesesatan akan semakin jauh dan semakin jauh juga terhadap kebenaran.

*4. TANDA-TANDA ORANG YANG JUJUR*

*1. Selalu Intropeksi Diri*

Sudah benarkah dirinya?
Seperti seseorang yang tidak sengaja menyampaikan sesuatu tanpa mengetahui apakah itu benar ataukah salah karena kejahilannya, maka hal tersebut masuk kedalam kedustaan.

*2. Berani Berkata Benar Di Saat Keadaan Apapun*

Hakikat kejujuran apabila seseorang dimana dalam keadaan terdesak/bahaya dan tidak akan selamat kecuali dengan berdusta,namun dia memilih untuk berkata jujur,maka dia adalah orang yang jujur.

*3. Meminimalisir Perkataan Yang Itu Adalah Tauriyyah*

Tidak berdusta murni yang artinya dalam hal ini mengandung penggandaan makna yang dimana artinya bisa berbagai macam arti.

*Contoh* :
Ada orang zalim yang mencari dan mengejar seseorang untuk membunuhnya, kemudian orang yang dikejar berlari dan melewati seorang yang sedang duduk. Kemudian orang zalim tersebut bertanya kepada orang yang duduk tadi, “Apakah kamu melihat orang yang berlari?” Orang yang duduk tadi pun mengatakan sambil berdiri, “Semenjak saya berdiri di sini, saya tidak melihat seorang pun lewat di depan saya.”

Orang yang duduk tadi melakukan tauriyah, yang dia maksudkan adalah semenjak berdiri dia tidak melihat seorang pun, tetapi ketika dia duduk dia melihatnya. Sedangkan yang dipahami oleh orang yang bertanya adalah dari tadi orang tersebut tidak melihat orang yang dicarinya.

*4. Tidak Mudah Menyampaikan Informasi Yang Di Dengar*

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

_”Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”_ [QS. Al-Hujurat: Ayat 6]

*5. Memilih Teman Yang Jujur*

Dimana ia nyaman dengan orang yang jujur, sehingga bisa membuat kita senantiasa berperilaku jujur, karena muraqobah.

*5. PERKATAAN PARA SALAF TENTANG JUJUR*

◆ Ibrahim

Orang yang jujur itu tatkala anda melihatnya dia sedang melakukan kewajiban atau melakukan amal yang lebih utama (sunnah).

◆ Al-Junaidy

Hakikat Kejujuran dimana kamu tetap jujur walaupun kamu bisa berdusta yang dimana kamu akan selamat dari bahaya.

◆ ….
Saya bermalam dengan ibadah jujur lebih aku sukai daripada berjihad di jalan Allah, karena jihad mudah terkena riya sedangkan ibadah malam lebih mudah untuk ikhlas.

Mohon maaf bila terdapat kesalahan-kesalahan mohon untuk dikoreksi dan dibenarkan kembali.

Oleh : Doni Setio Pambudi.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply