Kitab tauhid syaikh Muhammad bin abdul wahhab – Bab 2



0 Comment

KEISTIMEWAAN TAUHID DAN DOSA-DOSA YANG DIAMPUNI KARENANYA

 

Allah ﷻ berfirman:

 

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.”

(QS. Al-An’am 6: Ayat 82)

Iman ialah: ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat karena Allah, dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah ﷺ.

Syirik disebut kezhaliman karena syirik adalah menempatkan suatu ibadah tidak pada tempatnya, dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya.

Sahabat ubaidah bin Shamit رضي الله عنهم menuturkan : Rasulullah ﷺ bersabda “Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya,dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya kedalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Syahadat ialah: persaksian dengan hati dan lisan, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi tuntutannya, baik lahir maupun batin.

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits dari sahabat Itban رضي الله عنهم bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : Sesungguhnya Allah ﷻ mengharamkan neraka bagi orang orang yang mengucapkan لا اله إلا الله dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat) wajah Allah”.

Diriwayatkan dari Said al khudri رضي الله عنهم. Rasulullah ﷺ bersabda :

“Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”,

Allah berfirman:” ucakan wahai Musa لا إله إلا الله

Musa berkata: “ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu”,

Allah menjawab:” Hai Musa, seandalnya ketujuh langit serta seluruh penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan dan kalimat diletakkan pada sisilain timbangan, niscaya kalimat لا إله إلا الله lebih berat timbangannya.” (HR.Ibnu Hibban, dan Hakim sekaligus menshahihkan-nya).

Tirmidzi meriwayatkan hadits (yang menurut penilaiannya hadits itu hasan) dari Anas bin Malik رضي الله عنهم ia berkata:”aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah ﷻ berfirman: “Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula”.

Kandungan bab ini:

1. Luasnya karunia Allah ﷻ

2. Besarnya pahala tauhid di sisi Allah ﷻ

3. Dan tauhid juga dapat menghapus dosa.

4. Penjelasan tentang ayat yang ada dalam surat Al An’am.

5. Perhatikan kelima masalah yang ada hadits Ubadah.

6. Jika anda memadukan antara hadits Ubadah, hadits Itban dan hadits sesudahnya, maka akan jelas bagi anda pengertian kalimatلا إله إلا الله. juga kesalahan orang-orang yang tersesat karena hawa nafsunya.

7. Perlu diperhatikan syarat-syarat yang disebutkan dalam hadits Itban, (yaitu ikhlas semata-mata karena Allah, dan tidak menyekutukan-Nya).

8. Para Nabipun perlu diingatkan akan keistimewaan لا إله إلا الله.

9. Penjelasan bahwa kalimat لا إله إلا الله berat timbangannya mengungguli berat timbangan seluruh makhluk, padahal banyak orang yang mengucapkan kalimat tersebut.

10. Pernyataan bahwa bumi itu tujuh lapis seperti halnya langit.

11. Langit dan bumi itu ada penghuninya.

12. Menetapkan sifat-sifat Allah apa adanya, berbeda dengan pendapat Asy’ariyah (8).

13. Jika anda memahami hadits Anas, maka anda akan mengetahui bahwa sabda Rasul yang ada dalam hadits Itban: “sesungguhnya Allah mengharamkan masuk neraka bagi orang-orang yang mengucapkan لا إله إلا الله dengan penuh ikhlas karena Allah, dan tidak menyekutukanNya”, maksudnya adalah tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, bukan hanya mengucapkan kalimat tersebut dengan lisan saja.

14. Nabi Muhammad dan Nabi Isa adalah sama-sama hamba Allah dan Rasul-Nya.

15. Mengetahui keistimewaan Nabi Isa, sebagai Kalimat Allah( Kalimat Allah maksudnya bahwa Nabi Isa itu diciptakan Allah dengan firman-Nya “Kun” (jadilah) yang disampaikan-Nya kepada Maryam melalui malaikat Jibril.).

16. Mengetahui bahwa Nabi Isa adalah ruh di antara ruh-ruh yang diciptakan Allah.

17. Mengetahui keistimewaan iman kepada kebenaran adanya surga dan neraka.

18. Memahami sabda Rasul: “betapapun amal yang telah dikerjakannya”.

19. Mengetahui bahwa timbangan (di hari kiamat) itu mempunyai dua daun.

20. Mengetahui kebenaran adanya Wajah bagi Allah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *