Malu kepada Allah menjadi penyempurna kebaikan



0 Comment

Malu adalah salah satu Nama Allah dan sifatnya.
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Allah Maha pemalu dan pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa” [HR. Abu Daud, 1488; At-Tirmidzi, 3556 dishahihkan Al-Albani]

Malu adalah sifat yang sangat terpuji dan amat dianjurkan dalam Islam. Rasa malu adalah salah satu tanda kebersihan hati dan kesehatan jiwa seseorang. Jika seseorang punya perasaan tidak enak untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, maka ketahuilah bahwa itu tanda kebaikan dalam dirinya.
Sebaliknya, jika ada orang yang tidak pernah merasa segan mengucapkan kata-kata yang tidak layak, atau tidak merasa sungkan melakukan hal yang tidak semestinya, maka ketahuilah bahwa sebagian kebaikan dalam dirinya telah hilang.
Al-Junaid رحمه الله berkata,
“Rasa malu yaitu melihat kenikmatan dan keteledoran sehingga menimbulkan suatu kondisi yang disebut dengan malu. Hakikat malu ialah sikap yang memotivasi untuk meninggalkan keburukan dan mencegah sikap menyia-nyiakan hak pemiliknya.’” [Madarijus Salikin, 2/270]

Iman itu mempunyai lebih dari 60 cabang, dan salah satu cabang dari iman adalah sifat hayâ’ (malu). Kalau seseorang itu mempunyai malu, berarti dia memiliki keimanan yang lurus. Dan orang yang tidak memiliki sifat malu, mereka akan tenggelam dalam perbuatan keji dan munkar.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً, فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ, وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Maka iman yang paling utama adalah ucapan ‘Laa Ilaaha Illallaah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah cabang dari Iman.” [HR: Muslim]

Malu pertanda kebaikan yang ada pada diri seorang mukmin.
Rasulullah bersabda;

إِنَّ الْحَيَاءَ لَا يَأْتِيْ إِلَّا بِخَيْرٍ

“Sesungguhnya malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan”.

Beliau juga bersabda,

الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ

“Malu itu semuanya baik.”[HR Muslim]

Kuatnya rasa malu kepada Allah akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan sempurna dari-Nya.
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

أَمَّا أَحَدُهُمْ فَآوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ

“Salah seorang dari mereka berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang lain, dia malu sehingga Allah pun malu darinya. Adapun yang lainnya lagi, dia berpaling sehingga Allah berpaling darinya” [HR. Al-Bukhari, 66 dan Muslim, 2176]

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata,
“Malu berasal dari kata حياة (hidup), dan ada yang berpendapat bahwa malu berasal dari kata الحيا (hujan), tetapi makna ini tidak masyhûr.
Hidup dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu orang tersebut. Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang. Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna. [Madarijus Salikin, 2/270]

Begitu pentingnya menjaga rasa malu kepada Allah, sehingga para Salaf memberikan bimbingan kepada ummat ini agar menjaga dengan kuat rasa malu ini.
Berkata Abu Sulaiman Ad-Darany رحمه الله,

إذا استحيى العبد من ربه – عزَّ وجلَّ – فقد استكمل الخير.
📚 حلية الأولياء وطبقات الأصفياء، لأبي نعيم الأصبهاني ص. 255

Ketika seorang hamba memiliki rasa malu kepada Rabb-nya ‘Azza wa Jalla, sungguh telah sempurnalah kebaikannya.

[Hilyah Al-Auliya’ wa Thobaqot Al-Ashfiya’, Imam Abu Nua’im Al-Asbahany, h. 255]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*Laporan Donasi Baksos Pengobatan Gratis Bojonegoro 2019*

Assalamu’alaikum ya ikhwah,

Alhamdulillah dana yang telah terkumpul hingga hari ini adalah *sebesar Rp. 5.635.000,-*

Adapun kekurangan dana dari total kebutuhan adalah *sebesar Rp. 9.365.000,-*

Berikut laporannya.

20-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
23-09-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
26-09-19, Jamaah Masjid Al Furqon Surabaya, 2.000.000
28-09-19, Hamba Allah, 35.000
1-10-19, Hamba Allah, Sidoarjo, 100.000
3-10-19, Hamba Allah, 50.000
3-10-19, Hamba Allah, 200.000
4-10-19, Hamba Allah, 50.000
4-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
6-10-19, Hamba Allah, 200.000,-
7-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
15-10-19, Hamba Allah, 100.000,-
22-10-19, Majelis Taklim, 1.100.000,-
23-10-19, Hamba Allah, 500.000,-
28-10-19, Hamba Allah, 300.000,-
01-11-19, Jamaah Masjid Griya Permata Ilmu, 500.000,-

Bagi yang ingin berpartisipasi, bisa di transfer ke:

No. Rek : 2710696295
Bank : BCA
A.n. Nugroho Wicaksono

Setelah transfer, mohon memberikan konfirmasi ke:
1. +62 0857-3030-8161 (Yudi)
2. +62 0823-3603-7726 (Farid)
3. +62 0881-500-6720 (Nugroho)

Acara bakti sosial ini, In Syaa Allah akan diadakan di Desa Nglumber, Kec. Kepohbaru, Kab. Bojonegoro

Adapun rangkaian kegiatan sbb:
1. Pengobatan Gratis
2. Pengajian Umum bersama Ustadz Abdul Rouf hafidzahullah
3. Tebar buku

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

Acara ini diselenggarakan oleh:
1. Yayasan Para Pembela Sunnah
2. Para Pencinta Sunnah
3. Remas Masjid Al Furqon, RSUD dr. Soewandi Surabaya

#Mohon bantuannya untuk disebarluaskan.