MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag.15)



0 Comment

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.15*

بسم الله الرحمن الرحيم

MACAM-MACAM TAUHID

(Lanjutan poin ketiga dari bab ini)

3⃣ TAUHID ASMA’ WA SHIFAT
Yaitu !
Beriman terhadap segala apa yang terkandung dalam Al-Qur’anul Karim dan hadits shahih tentang sifat-sifat Allah yang berasal dari penyifatan Allah atas DzatNya atau penyifatan Rasulullah.

Beriman kepada sifat-sifat Allah tersebut harus secara benar, tanpa ta’wil (penafsiran), tahrif (penyimpangan), takyif (visualisasi, penggambaran), ta’thil (pembatalan penafian), tamtsil (penyerupaan), tafwidh (penyerahan, seperti yang banyak dipahami oleh manusia).

Misalnya !
Tentang sifat al-istiwa’ (bersemayam diatas), an-nuzul (turun), al-yad (tangan), al-maji’ (kedatangan) dan sifat-sifat lainnya. Kita menerangkan semua sifat-sifat itu sesuai dengan keterangan ulama salaf.

Al-istiwa’ misalnya, menurut keterangan para tabi’in sebagaimana yang ada dalam shahih Bukhari berarti al-‘uluw wal irtifa’ (tinggi dan berada di atas) sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wat’ala. Allah berfirman,

ليس كمثله شيء و هو السميع البصير

“Tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya, dan Dialah yang maha mendengar lagi maha melihat.” [QS. Asy-Syuura: 11]

▪Maksud beriman kepada sifat-sifat Allah secara benar adalah dengan tanpa hal-hal berikut ini;

1). Tahrif (penyimpangan).
Memalingkan dan menyimpangkan zhahirnya (makna yang jelas tertangkap) ayat dan hadits-hadits shahih pada makna lain yang batil dan salah.

Seperti !
Istawa (bersemayam ditempat yang tinggi) diartikan istaula (menguasai)

2). Ta’thil (pembatalan penafian).
Mengingkari sifat-sifat Allah dan menafikannya.

Seperti Allah berada di atas langit, sebagian kelompok yang sesat mengatakan bahwa Allah berada di setiap tempat.

3). Takyif (visualisasi, penggambaran).
Menvisualisasikan sifat-sifat Allah.

Misalnya !
Dengan menggambarkan bahwa bersemayamnya Allah diatas ‘Arsy itu begini dan begini. Bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy tidak serupa dengan bersemayamnya para makhluk, dan tak seorang pun yang mengetahui gambarannya kecuali Allah semata

4). Tamtsil (penyerupaan).
Menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhlukNya. Karena itu kita tidak boleh mengatakan,

“Allah turun ke langit, sebagaimana turun kami ini”

Hadits tentang nuzulnya Allah (turunnya Allah) ada dalam riwayat Imam Muslim.

Sebagian orang menisbatkan tasybih (penyerupaan) nuzul ini kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ini adalah kebohongan besar. Karena kami tidak menemukan keterangan tersebut dalam kitab-kitab beliau, justru sebaliknya, yang kami temukan adalah pendapat beliau yang menafikan tamtsil dan tasybih

5). Tafwidh (penyerahan).
Menurut ulama salaf, tafwidh hanya pada al-kaif (hal, keadaan) tidak pada maknanya

Al-Istiwa’ misalnya berarti al-‘uluw (ketinggian), yang tak seorangpun mengetahui bagaimana dan seberapa ketinggian tersebut kecuali hanya Allah

6). Tafwidh (penyerahan).
Menurut mufawwidhah (orang-orang yang menganut paham tafwidh) dalam masalah keadaan dan makna secara bersamaan.

Pendapat ini bertentangan dengan apa yang diterangkan oleh ulama salaf seperti Ummu Salamah, Rabi’ah guru besar Imam Malik dan Imam Malik sendiri.

Mereka semua sependapat bahwa Istiwa’ (bersemayam diatas) itu jelas pengertiannya, bagaimana cara/keadaannya itu tidak diketahui, iman kepadanya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah.” Maksudnya bertanya tentang bagaimana cara/keadaan istiwa’.

Karena sang penanya bertanya kepada imam Malik, “Bagaimana Tuhan kita bersemayam ?” Lalu Imam Malik menjawab bahwa bertanya tentangnya adalah bid’ah (tentang cara/keadaan bersemayam). Juga karena Imam Malik berlihat kepada si penanya, “Al-Istiwa’ (bersemayam diatas) itu jelas pengertiannya. Bagaimana kemudian dia berkata, “Bertanya tentangnya adalah bid’ah ? Ini tentu tidak !”

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *