Manusia bersama yang dicintainya, jika….



0 Comment

💞 *Manusia bersama yang dicintainya, jika …*

Allah telah menjamin keselamatan dan surga bagi yang mengikuti jejak para Sahabat.

Firmannya,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” [QS. At-Taubah: 100]

Allah mensyaratkan orang-orang yang datang setelah generasi sahabat akan dikumpulkan beserta para sahabat dengan syarat mereka mengikuti jejak mereka.

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم juga telah menjelaskan secara gamblang dalam sabdanya tentang dikumpulkannya manusia di hari kiamat bersama orang yang dicintainya.

Dari Anas bin Malik berkata,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Orang itu mengatakan, ‘Kapankah hari kiamat itu?’ Rasûlullâh balik bertanya, ’Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah bersabda, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” [HR Al-Bukhory, Muslim]

Berkata Imam Hasan Al-Bashry رحمه الله,

ابن آدم لا تغتر بقول من يقول : المرء مع من أحب ، أنه من أحب قوما اتبع آثارهم ، ولن تلحق بالأبرار حتى تتبع آثارهم ، وتأخذ بهديهم ، وتقتدي بسنتهم وتصبح وتمسي وأنت على منهجهم ، حريصا على أن تكون منهم ، فتسلك سبيلهم ، وتأخذ طريقهم وإن كنت مقصرا في العمل ، فإنما ملاك الأمر أن تكون على استقامة ، أما رأيت اليهود ، والنصارى ، وأهل الأهواء المردية يحبون أنبياءهم وليسوا معهم ، لأنهم خالفوهم في القول والعمل ، وسلكوا غير طريقهم فصار موردهم النار ، نعوذ بالله من ذلك ). _________
📚استنشاق نسيم الأنس ، لابن رجب ، ص87 .

Ibnu Adam, janganlah kalian terperdaya dengan ucapan orang yang mengatakan: seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai. Karena sesungguhnya orang yang mencintai suatu kaum mestinya mengikuti jejak mereka, dan kalian tidak akan mampu menyusul dengan orang-orang yang baik sampai kamu mengikuti jejak-jejak mereka, mengambil petunjuknya, mengikuti sunnah-sunnahnya. Di pagi maupun sore kamu selalu bersama manhaj mereka, betul-betul kamu ingin untuk menjadi bagian mereka, lalu kamu menempuh jalan mereka, kamu mengambil jalan mereka.
Dan jika kamu tidak bisa menyamai mereka dalam amal, maka telah mencukupimu perkara itu jika kamu diatas keistiqomahan.
Adapun ketika kamu melihat orang-orang Yahudi, Nasrani dan para pengekor hawa nafsu yang buta, mereka mengatakan mencintai para nabinya akan tetapi ternyata tidak bersama mereka. Dikarenakan mereka menyelisihinya dalam ucapan maupun perbuatan. Mereka menempuh jalan selain jalannya mereka (para nabi), sehingga hal itu mengantarkan mereka ke jurang neraka. Kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.

[Istinsyaq nasim Al-Uns, Ibnu Rojab, h. 87]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Leave a Reply