Marhaban ya Ramadhan



0 Comment

๐Ÿ’ซ *Marhaban ya Ramadhan …!*

Allah berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.โ€ [QS. Al-Baqarah: 183]

Berkata Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, “Melalui ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyeru orang-orang yang beriman dari kalangan umat ini dan memerintahkan kepada mereka melaksanakan ibadah puasa, yaitu menahan diri dari makan minum serta berhubungan intim dengan niat yang ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena di dalam ibadah puasa terkandung hikmah-hikmah yang besar terhadap pribadi seorang hamba, diantaranya puasa dapat membersihkan Jiwa dan menyucikannya dari segala kotoran hati dan membebaskannya dari akhlak yang tercela. Seruan Allah untuk melaksanakan ibadah puasa hanya diperuntukan bagi orang-orang yang beriman, itu karena hanya orang-orang yang mempunyai keimanan saja yang akan mampu melaksanakannya. Ibadah puasa yang tidak didasari keimanan tentu tidak akan bernilai apapun, sebab iman lah yang menjadi pokok utama dalam setiap pelaksanaan ibadah kepada Allah. Melalui ayat ini juga Allah memberi tahukan kepada umat ini bahwa kewajiban melaksanakan ibadah puasa juga telah diwajibkan kepada umat sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memberi rasa ringan kepada ummat ini dalam melaksanakan kewajiban puasa tersebut, karena ummat sebelum ummat ini pun mereka mampu melaksanakan kewajiban puasa ini. Mereka menjadi uswah dalam pelaksanaan ibadah puasa ini. Hal ini juga memberi semangat kepada umat ini agar mereka dalam melaksanakan kewajiban puasa ini memaksimalkan diri dalam melaksanakan kewajiban ini sebagaimana umat sebelumnya. Kewajiban ibada puasa yang diberikan kepada umat sebelum islam adalah sama dilaksanakan pada bulan romadlon, hal ini sebagaimana perkataan Imam Mujahid yang mengatakan bahwa Allah telah mewajibkan puasa romadan kepada suluruh ummat. Begitu juga dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar telah berkata, telah bersabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

” ุตูŠุงู… ุฑู…ุถุงู† ูƒุชุจู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃู…ู… ู‚ุจู„ูƒู… . .โ€

โ€œPuasa romadon telah Allah wajibkan kepada umat-umat sebelum kalianโ€

Begitu juga imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jaamiโ€™ li ahkamil Quran:

ูุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูƒุชุจ ุนู„ู‰ ู‚ูˆู… ู…ูˆุณู‰ ูˆุนูŠุณู‰ ุตูˆู… ุฑู…ุถุงู† ูุบูŠุฑูˆุง ุŒ ูˆุฒุงุฏ ุฃุญุจุงุฑู‡ู… ุนู„ูŠู‡ู… ุนุดุฑุฉ ุฃูŠุงู… ุซู… ู…ุฑุถ ุจุนุถ ุฃุญุจุงุฑู‡ู… ูู†ุฐุฑ ุฅู† ุดูุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฒูŠุฏ ููŠ ุตูˆู…ู‡ู… ุนุดุฑุฉ ุฃูŠุงู… ููุนู„ ุŒ ูุตุงุฑ ุตูˆู… ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ุฎู…ุณูŠู† ูŠูˆู…ุง ุŒ ูุตุนุจ ุนู„ูŠู‡ู… ููŠ ุงู„ุญุฑ ูู†ู‚ู„ูˆู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑุจูŠุน

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan kepada umat Nabi Musa ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… dan umat Nabi Isa ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… untuk berpuasa pada bulan romadan, lalu kemudian mereka merubahnya. Pendeta mereka menambah sepuluh hari puasanya sehingga sebagian dari mereka ada yang sakit, maka kemudian dia bernazar seandainya Allah menyembuhkan penyakitnya, maka mereka akan menambah puasa mereka sepuluh hari lagi, maka mereka mengerjakannya. Sehingga orang-orang nasroni melaksanakan puasanya selama lima puluh hari, maka mereka merasakan kesulitan melaksanakannya terlebih disaat musim panas, maka kemudian memindahkan puasanya ke musim dingin. Dan pendapat inilah yang dipilih juga oleh ulama ahli tafsir yang lain seperti Imam an-nuhas, dia berkata โ€œpendapat inilah yang paling mirip dengan firman Allah:

ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’

โ€œsebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalianโ€ Dalam riwayat lain yang dinukil dari Muadz, Ibnu Abbas, Atho, Adh Dhohak, dan Qotadah mengatakan bahwa dahulu diawal islam puasa yang biasa dilaksanakan adalah tiga hari disetiap bulannya sebagaimana dilaksanakan oleh umat sebelum islam. Puasa ini sudah berlangsung sejak zaman nabi Nuh ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… sampai ahirnya Allah menasakh kewajiban tersebut dengan puasa romadon. Hikmah dari disyariatkannya ibadah puasa adalah sebagaimana firman Allah:

ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œAgar kalian bertakwaโ€

Hal ini dijelaskan oleh Imam Assaโ€™di dalam tafsirnya bahwa ibadah puasa adalah sebab terbesar munculnya ketaqwaan dalam diri seorang hamba karena didalamnya ada pelaksanakaan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Diantara hal-hal yang mengandung makna ketaqwaan adalah : bahwasanya orang yang berpuasa tentunya dia akan meninggalkan sesuatu yang diharamkan baginya dari makan, minum dan berhubungan intim yang semua hal tersebut tentunya sangat sesuai denga keinginan nafsu tetapi dia tinggalkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah dan dia meyakini bahwa hal tersebut dapat membatalkan puasanya. orang yang berpuasa juga akan melatih dirinya dalam masalah muroqobah (merasa diri diawasi oleh Allah) sehingga dia meninggalkan segala hal yang diinginkan nafsunya padahal dia mampu untuk melakukannya karena dia tahu bahwa Allah selalu mengawasinya. ibadah puasa juga menyempitkan keleluasaan pergerakan setan didalam tubuh, sebagaimana kita ketahui dari hadits shohih bahwa sedar bergerak dalam tubuh mansia pada peredaran darah. Maka dengan melaksanakan ibadah puasa peredaran darah menjadi sedikit lemah sehingga melemahkan pergerakan setan yang dengannya dapat meminimalisir perbutan maksiat. orang yang berpuasa pada umumnya akan memperbanyak berbuat ketaatan, dan ketaatan adalah sifat orang yang bertaqwa. orang kaya jika melaksanakan ibadah puasa maka dia akan merasakan perihnya lapar. Dengan demikian dia akan semakin peduli kepada orang faqir yang terbiasa merasakan perihnya lapar. Dan ini juga termasuk karakter orang yang bertaqwa. Ibadah puasa juga bisa menjadi tameng bagi seseorang dari perbuatan keji dan munkar, hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam hadits qudsi :

ุง๏ปŸ๏บผ๏ปด๏บŽ๏ปก ๏บŸ๏ปจ๏บ”ุŒ ๏ปณ๏บ˜๏บฎ๏ป™ ๏บƒ๏ปฑ ๏บƒ๏บฃ๏บช๏ป›๏ปข ๏ปƒ๏ปŒ๏บŽ๏ปฃ๏ปช ๏ปญ๏บท๏บฎ๏บ๏บ‘๏ปช ๏ปญ๏บท๏ปฌ๏ปฎ๏บ๏บ—๏ปช ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏บŸ๏ป ๏ปฒ. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

โ€œPuasa adalah tameng, kalian meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya karena-Kuโ€ [HR Bukhari]

Dalam hadits lain juga disebutkan :

โ€ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏บณ๏บ˜๏ป„๏บŽ๏ป‰ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บŽ๏บ€๏บ“ ๏ป“๏ป ๏ปด๏บ˜๏บฐ๏ปญ๏บุŒ ๏ปญ๏ปฃ๏ปฆ ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บด๏บ˜๏ป„๏ปŠ ๏ป“๏ปŒ๏ป ๏ปด๏ปช ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บผ๏ปฎ๏ปก ๏ป“๏บˆ๏ปง๏ปช ๏ปŸ๏ปช ๏ปญ๏บŸ๏บŽ๏บ€ โ€œ. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ โ€œ

Barang siapa yang mempunyai kemampuan (biaya) maka menikahlah, maka barang siapa yang tidak mampu hendaklah dia berpuasa karena puasa itu adalah tameng yang bisa mencegah diri dari hawa nafsuโ€ [HR Bukhari].

Ketika diketahui bahwa tujuan dari kewajiban ibadah puasa itu adalah agar menjadi pribadi yang bertaqwa, maka hendaklah seorang muslim dalam melaksanakan ibadah puasanya menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan nilai-nilai ketaqwan dari dirinya karena selain akan menjauhkan dirinya dari tujuan ibadah puasanya, perbuatan tersebut pun akan membuat ibadah puasanya sia-sia dan tidak mendapat pahala. Hal ini sebagaiman hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

๏ปฃ๏ปฆ ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บช๏ป‰ ๏ป—๏ปฎ๏ป ๏บ๏ปŸ๏บฐ๏ปญ๏บญ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏บ‘๏ปช ๏ป“๏ป ๏ปด๏บฒ ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บฃ๏บŽ๏บŸ๏บ” ๏ป“๏ปฒ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณ๏บช๏ป‰ ๏ปƒ๏ปŒ๏บŽ๏ปฃ๏ปช ๏ปญ๏บท๏บฎ๏บ๏บ‘๏ปชโ€. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

โ€œBarangsiapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk (saat berpuasa), maka tiada gunanya di hadapan Allah ketiaka dia meninggalkan makanan dan minumannya.โ€ [HR Bukhori]

[Zubdatut Tafsir / Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah]

Bulan Ramadhan ibarat oase, penyejuk di tengah gersangnya kehidupan. Sebelas bulan lamanya kita merasa larut oleh hiruk pikuk rutinitas duniawi. Pergi pagi pulang sore untuk mencari rezeki. Ibadah terkadang dilakukan hanya yang wajib. Tak pelak, raga pun jadi letih. Begitu juga spiritual, kering kerontang. Jika ini tidak diobati, bisa jadi lambat laun akan rusak bahkan mati. Nah, Ramadhan datang sebagai oase. Kehadirannya penghapus dahaga sekaligus penyejuk. Yang sakit pun akan terobati.

Bulan Ramadhan selain penuh beekah juga kaya akan bonus. Beda dengan bulan-bulan lainnya. Allah betul-betul memanjakan hamba-Nya. Di bulan itu pahala dilipatgandakan. Karena ibadah yang sunnah dilipatgandakan ada yang seperti ibadah wajib pahalanya. Seperti umroh di bulan Romadhon pahalanya seperti haji bersama Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… . Bagaimana dengan ibadah yang wajib, pahalanya dilipat gandakan dari 10 kali, 700 kali hingga tidak terbatas, hanya Allah yang mengetahui. Seperti pahala puasa Ramadhan hanya Allah sendiri yang akan membalasnya.
Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ูƒูู„ู‘ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุตูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููุซู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุตู’ุฎูŽุจู’ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ููŠ ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽุฎูู„ููˆูู ููŽู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ููŽุฑู’ุญูŽุชูŽุงู†ู ูŠูŽูู’ุฑูŽุญูู‡ูู…ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ููŽุฑูุญูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู‚ููŠูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู‡ู ููŽุฑูุญูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ูู‡ู.

โ€œSemua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, โ€˜sesungguhnya aku sedang berpuasaโ€™. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira ketika berbuka, dan ia bergembira ketika bertemu dengan rabbnya.โ€ [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda,

ุฃุชุงูƒู… ุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ู…ุจุงุฑูƒ. ูุฑุถ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุนู„ูŠูƒู… ุตูŠุงู…ู‡ุŒ ุชูุชุญ ููŠู‡ ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ูˆุชุบู„ู‚ ููŠู‡ ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฌุญูŠู…ุŒ ูˆุชุบู„ู‘ ููŠู‡ ู…ุฑุฏุฉ ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†ุŒ ู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู„ูŠู„ุฉ ุฎูŠุฑ ู…ู† ุฃู„ู ุดู‡ุฑุŒ ู…ู† ุญุฑู… ุฎูŠุฑู‡ุง ูู‚ุฏ ุญุฑู…

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. [HR. Ahmad, Nasai 2106, dishahihkan Al-Albany dalam At-Targhib 2/69].

Wallahu a’lam

๐Ÿƒ Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc