NASEHAT PAGI oleh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin



0 Comment

*KAJIAN ILMIAH ISLAMIYAH*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tema : “NASEHAT PAGI”

Tanggal : 8 April 2018, ba’da Shubuh – selesai
Pemateri: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badar bin Abdul Muhsin
Penerjemah : Ustadz Askar Wardhana, Lc.
Tempat : di Masjid Darul Hijrah STAI Ali Bin Abi Thollib, – Surabaya

*1. Nasihat Rasulullah*

قال الرسول صلى الله عليه وسلم: “عليكم بسنتي وسنة خلفاء الراشدين المهديين تمسك بها و عضوا عليها بالنواجد وإياكم و محدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار”(رواه الترمذي)

“Rasulullah shallallahu’alayhiwassalam bersabda ” berpegang teguh lah kalian diatas sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yg mendapat petunjuk ( Abu Bakar, Umar, Utsman, Dan Ali). Jauhilah oleh kalian perkara Baru dalam syariat, karena perkara Baru dalam syariat adalah bid’ah, setiap bid’ah itu sesat,Dan kesesatan itu dineraka. [HR. At Tirmidzi]

*2. Pesan Abu Bakar Ash Shiddiq*

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Dan senantiasa lah kalian memuji dan menyanjung Allah, Dan senantiasalah nyinyir dalam berdoa kepada Allah.

Nasehat ini adalah untuk senantiasa memuji Dan menyanjung Allah Subhanahuwata’ala serta menghadirkan rasa harap, cemas, takut, Dan penghambaan hanya kepada Allah. Dan perkataan yg paling Allah cintai adalah ” Subhanallah, walhamdulillah, walaillahaillallah, wallahuakbar”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” [HR. Muslim]

Rasa harap dan cemas adalah rukun utama dalam beribadah kepada Allah. Berharap pahala kepada Allah, kasih sayang Allah, Ridho Allah, harap agar diterima Allah Ibadah nya.
Dan cemas akan ibadah yg tertolak, cemas azab Allah, cemas akan siksa Allah. Apabila ini hadir dalam ibadah seorang hamba maka sampailah ia pada puncak kenikmatan ibadah
Allah telah mengisahkan tentang Zakaria dalam firman-Nya,

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (89) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (90)

”Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri (tanpa keturunan, pen) dan Engkaulah waris yang paling baik. Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepadanya Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap (rogbah) dan cemas (rohbah) dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami”. [QS. Al Anbiyaa’: 89-90]

Allah sangat menyukai seorang hamba yg senantiasa terus menerus mengulang-ulang doanya dalam meminta kepada Nya, barang siapa yg enggan berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya

Kesimpulan:

A. Wasiat abu bakar :

1. Agar senantiasa bertakwa kepada Allah takwa dalam artian melaksanakan perintahnya diatas cahaya semata-mata mengharapkan pahala disisiNya dan meninggalkan kemaksiatan diatas cahaya semata-mata takut akan adzab nya
2. Agar kita memperbanyak berdzikir kepada Allah diantaranya 4 ucapan yaitu subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar.
3. Agar kita mengumpulkan rasa harap dari pahala dan rasa takut dari adzab nya berharap cemas kepada Allah
4. Hendaknya kita merendahkan diri didalam meminta kepada Allah dan bersabar didalamnya.

*3. Berkata Umar Ibn Khattab*

” hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, timbangilah diri kalian sebelum kalian ditimbangi, berhiaslah kalian untuk pertemuan besar (pertemuan dengan Allah) yang hari itu tidak ada satupun yg bisa di sembunyikan.

حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan berhiaslah (beramal shalihlah) untuk persiapan hari ditampakkannya amalan hamba.”

Allah berfirman:

يَوْمَئِذٍ لاَ تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah)” [QS. Al Haqqah : 18].

Dan Allah ‘azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر/18)

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang sudah dia kerjakan untuk esok hari, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allahmengetahui apa yang kalian kerjakan” [QS. Al Badr:18]

Hiasi diri kita dengan ketaqwaan dan kecintaan kita hanya kepada Allah untuk kelak hari dimana kita akan berjumpa dengan Allah subhanahuwata’ala

Kesimpulan:

B. Wasiat Umar :
1. Agar senantiasa menghisab diri sebelum dihisab oleh Allah diakhirat amal” kita
2. Agar senantiasa kita menimbanng diri sebelum ditimbang baik buruk kita diakhirat.
3. Agar senantiasa menghiasi diri dengan ketakwaan kepada Allah

*4. Berkata Utsman Ibn Affan*

“Ya anak adam, ketahuilah bahwa malaikat maut yg ditugaskan untuk mencabut nyawa mu senantiasa mengejar mu dan berada dekat dengan mu, maka dari itu persiapkanlah dirimu untuk kematian karena kematian itu tidak akan luput darimu”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah, Tirmidzi; Nasai; Ahmad]

Bertaubatlah, karena Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum sampai ke kerongkongan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَوْ لآ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ فَلَوْ لآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan. Padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu.Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar”. [QS. Al Waqi’ah: 83-87]

Kesimpulan:

C. Wasiat Utsman :
1. Agar mengingat kematian karena pemutus kenikmatan tersebut adalah kematian
2. Agar mempersiapkan diri terhadap kematian karena malakul maut senantiasa siap mengambil nyawa kita
3. Agar senantiasa kita bertaubat kepada Allah dan berharap berjumpa yang baik kepada Allah

*5. Berkata Ali bin abi thalib*

قال علي إن أخوف ما أخاف عليكم اثنتين طول الأمل واتباع الهوى فأما طول الأمل فينسي الآخرة وأما اتباع الهوى فيصد عن الحق رواه أحمد في الزهد

“Hai manusia, sesungguhnya yg paling aku takuti menimpa kalian ada dua. Yaitu angan angan yg panjang dan mengikuti hawa nafsu”

_Panjang angan angan akibatnya melupakan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akibatnya jauh dari kebenaran. Ingatlah bahwa dunia ini tempatnya beramal kebaikan dan tidak ada hisab, sedangkan akhirat adalah tempatnya penghisaban Dan tidak ada lagi amalan.

Kesimpulan:

D. Wasiat Ali :
1. Agar senantiasa menjauhi dan menghindar dari angan” yang panjang
2. Agar senantiasa menjauhi dari mengikuti hawa nafsu nya
3. Hendaknya kita mengharapkan menjadi hamba” akhirat yang senantiasa mengingat akhirat sebagai tempat penghisapan yang dimana tidak ada lagi amalan pada hari tersebut.

Afwan bila ada kurang lebihnya dalam ringkasan diatas

Penyusun: Dinan
Di posting ulang oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply