PANDUAN MENUNTUT ILMU



0 Comment

*PANDUAN MENUNTUT ILMU*

_Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du._

*Ilmu Yang Bermanfaat*

Ialah *ilmu yang diatas dalil-dalil yang shohih atau ilmu yang dibawah oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.* Dan tanda-tanda ilmu yang bermanfaat adalah:

ⓐ Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap kedudukan, benci terhadap pujian manusia, tidak menganggap dirinya suci, tidak sombong terhadap orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.

ⓑ Pemilik ilmu yang bermanfaat, apabila ilmunya bertambah, maka bertambah pula sikap tawadhunya, rasa takut, kehinaan, dan ketundukan di hadapan Allah.

ⓒ Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari dari dunia.

ⓓ Pemilik ilmu yang bermanfaat tidak mengaku-ngaku memiliki ilmu dan tidak berbangga dengan ilmunya.

📈 *Tingkatan-Tingkatan Ilmu*

1- Mendengar pelajaran dengan baik.

2- Memahami pelajaran yang disampaikan dengan baik.

3- Komitmen untuk menghafal agar ilmu tidak hilang.

4- Menyampaikan atau menyebarkan ilmu dengan sabar.

*Cara Memperoleh Ilmu Yang Syar’i*

Yaitu dengan cara:

_■ Mengkaji dari kitab-kitab terpercaya._

_■ Mengkaji ilmu dari seorang guru yang terpercaya dalam ilmu dan agamanya._

🗒 *Kiat-Kiat Meraih Ilmu Syar’i*

ⓐ Wajib ikhlas dalam menuntut ilmu (Al-Bayyinah:5).

ⓑ Berdoa kepada Allah untuk diberi ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana doa dalam Al-Quran :

وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

_*”Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”*_ [QS. Ta-Ha 20: Ayat 114]

🏷 Dan doa yang senangtiasa yang diucapkan oleh Rasulullah:

*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

_*”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.”*_ [HR. Ibnu Majah dan ahli hadits yang lain. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah 1/152 dan Majma’uz Zawaaid 10/111]

ⓒ Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu untuk mendapatkannya keutamaannya. Seorang ulama pernah berkata bahwa ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai).

ⓓ Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

_*”Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.”*_ [QS. Al-Anfal 8: Ayat 29]

Imam Ibnul Qoyyim berkata *seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat.*

ⓔ Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu. Imam Mujahid berkata: Tidak akan mendapatkan ilmu orang yang malu dan orang yang sombong.

ⓕ Mendengarkan dengan baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh, atau guru.

ⓖ Diam ketika pelajaran disampaikan

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

_*”Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”*_ [Al-Araf:204].

💬 Bahkan Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: _*”Seorang murid tidak boleh mengangkat suara tanpa keperluan, tidak boleh tertawa, tidak boleh banyak berbicara tanpa kebutuhan, bahkan ia harus menghadapkan wajahnya kearah gurunya.”*_

ⓗ Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan. Kiat untuk memahami ilmu yang disampaikan yaitu:

• Mencari tempat duduk yang tepat di hadapan guru.
• Memperhatikan penjelasan guru dengan baik.
• Tidak banyak bertanya pada saat pelajaran disampaikan.
• Tidak mengambil aktivitas lain ketika pelajaran disampaikan.
• Mengulang pelajaran setelah kajian selesai.
• Bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
• Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan.
• Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

*“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya.”* [Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026]

• Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
• Mendakwahkan ilmu dengan sabar.

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ

_*”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”*_ [An-Nahl : 125]

🖇 _Seseorang yang ingin menyampaikan ilmu syar’i, maka ia harus terlebih dahulu untuk mengilmui hal tersebut. Syarat untuk mendakwahkan ilmu ada empat, yaitu:_

*1- Niat yang ikhlas.*
*2- Aqidahnya benar.*
*3- Manhajnya benar.*
*4- Beramal dengan benar.*

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: “MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA” Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *