Categories
Al Qur'an

PELAJARAN DARI KISAH ASHABUL UKHDUD (PART 2)

*PELAJARAN DARI KISAH ASHABUL UKHDUD (PART 2)*

 

📌 Sekarang bagaimana nasib anak muda yang beriman itu…?

👉 Simak cerita selanjutnya…

▪Kemudian giliran anak tersebut yang didatangkan. Ia diperintahkan hal yang sama, Ia pun enggan. Kemudian anak itu diserahkan kepada pasukan raja.

▪Raja berkata, “Pergilah kalian ke gunung ini dan itu. Dakilah gunung tersebut bersamanya. Jika kalian telah sampai di puncaknya (tanyalah dirinya), apabila ia kembali pada agamanya, bebaskan ia. Jika tidak, lemparkanlah ia dari gunung tersebut.”

▪Lantas pasukan raja tersebut pergi bersama pemuda itu lalu mendaki. Lalu anak ini berdoa, “Ya Allah, lindungilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Gunung lantas berguncang dan semua pasukan raja jatuh.

▪Anak itu kembali kepada raja. Ketika sampai, raja berkata, “Apa yang dilakukan teman-temanmu?” Ia menjawab, “Allah telah mencukupiku dari tindakan mereka.” Lalu anak ini dibawa lagi bersama pasukan raja. Raja berkata, “Pergilah kalian dengan sebuah sampan menuju tengah lautan. Jika ia mau kembali pada ajarannya, bebaskan dia. Jika tidak, tenggelamkan ia.”

▪Mereka pun lantas pergi. Lalu anak ini berdoa sama seperti sebelumnya. Tiba-tiba sampan pun terbalik, pasukan raja tenggelam. Anak tersebut kembali mendatangi raja. Raja pun berkata, “Apa yang dilakukan teman-temanmu?” Ia menjawab dengan jawaban sebelumnya.

▪Ia berkata pada raja, *“Engkau tidak bisa membunuhku kecuali engkau memenuhi syaratku.”* Raja bertanya, “Apa syaratnya?” Anak itu menjawab, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku. Ambillah anak panah dari tempat panahku, ucapkanlah, *“Dengan nama Allah, Tuhan dari anak ini.” Lalu panahlah aku maka pasti engkau dapat membunuhku.”*

▪Rakyat pun dikumpulkan. Anak tersebut disalib, lalu raja tersebut mengambil anak panah si anak kemudian diletakkan di busurnya. Lalu mengucapkan, “Dengan nama Allah Tuhan anak ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut berkata, “Kami beriman pada Tuhan anak itu.”

▪Raja datang, lantas ada yang berkata, *“Apa yang selama ini engkau khawatirkan sepertinya benar-benar terjadi. Manusia saat ini telah beriman pada Tuhan anak tersebut.”*

🔥 Lalu raja tadi membuat parit di jalan lalu dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata, *“Siapa yang tidak mau kembali pada ajarannya, maka lemparkanlah ia ke dalamnya.”* Mereka pun melakukannya, sampai ada seorang wanita bersama bayinya. Wanita ini pun begitu tidak berani maju ketika akan masuk di dalamnya. Bayinya lantas berkata, *“Wahai ibu, bersabarlah karena engkau di atas kebenaran.”* (HR. Muslim)

*⏯ Simak Pelajaran-pelajaran berharga dari kisah ini insyaallah pada edisi berikutnya…*

🗂 Diadaptasi dari Buletin At-Tauhid

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

 

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Al Qur'an

PELAJARAN DARI KISAH ASHABUL UKHDUD (PART 1)

*PELAJARAN DARI KISAH ASHABUL UKHDUD (PART 1)*

 

▪Diantara kisah dalam Al Qur’an yang sangat layak kita ambil pelajarannya adalah kisah ashabul ukhdud, yaitu kisah dibakarnya orang-orang yang beriman di dalam parit. Kisah ini Allah abadikan di dalam Al Qur’an surat Al Buruj.

*🍃 Kisah selengkapnya*

▪Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu ada raja dari golongan umat sebelum kalian, ia mempunyai tukang sihir. Ketika tukang sihir tersebut dalam usia senja, ia mengatakan kepada raja bahwa ia sudah tua dan meminta agar dikirimkan anak yang mewarisi ilmu sihirnya. Maka ada seorang anak yang diutus padanya. Tukang sihir tersebut lalu mengajarinya.

▪Di tengah perjalanan belajar, anak ini bertemu seorang rahib. Ia pun duduk bersamanya dan menyimak nasehat si rahib. Ia begitu takjub pada apa yang disampaikan si rahib. Ketika ia telah mendatangi tukang sihir untuk belajar, ia pun menemui si rahib dan duduk bersamanya. Ketika ia terlambat mendatangi tukang sihir, ia dipukul, maka ia mengadukannya pada rahib. Rahib berkata, “Jika engkau khawatir pada tukang sihir, maka katakan bahwa keluargaku menahanku. Jika engkau khawatir pada keluargamu, maka katakan bahwa tukang sihir telah menahanku”

▪Suatu ketika tibalah ia di suatu tempat dan di sana ada seekor binatang besar yang menghalangi jalan orang-orang banyak. Anak itu berkata, “Pada hari ini saya akan mengetahui, apakah penyihir itu yang lebih baik ataukah rahib itu.” Ia mengambil sebuah batu seraya berkata, “Ya Allah, apabila pelajaran dari rahib lebih Engkau cintai daripada tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang dapat melintas.” Lalu ia melempar sesuatu kepada binatang tersebut dan binatang itu terbunuh. Lalu orang-orang dapat melintas.

▪Lalu ia mendatangi rahib dan mengabarkan hal tersebut. Rahib mengatakan, “Wahai anakku, saat ini engkau lebih mulia dariku. Kamu sudah pada suatu tingkat yang saya lihat. Sesungguhnya engkau akan mendapat cobaan, maka jika benar, janganlah menyebut namaku”

▪Anak itu lalu dapat menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kulit. Ia dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini sampai ke telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia mendatangi pemuda tersebut dengan membawa banyak hadiah. Ia berkata, “Ini semua jadi milikmu asalkan engkau menyembuhkanku”. Anak itu berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau beriman pada Allah, aku akan berdoa pada-Nya agar engkau bisa sembuh.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya.

▪Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia menjawab, “Tuhanku”. Raja kaget, “Apa engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab, “Tuhanku dan Tuhanmu itu sama yaitu Allah.” Raja pun menindaknya. Ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan anak yang tadi.

▪Raja lalu berkata pada anak itu, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Anak itu menjawab, “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.” Raja lalu menindaknya dan terus menyiksanya, sampai ditunjukkan pada rahib.

▪Raja berkata kepada rahib, “Kembalilah pada agamamu!” Rahib itu enggan. Lantas didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut.

▪Setelah itu, sahabat dekat raja didatangkan, ia diperintahkan hal yang sama dengan rahib, “Kembalilah pada ajaranmu!” Ia enggan. Lantas terjadilah hal yang sama padanya sebagaimana keadaan si rahib.

▪Kemudian giliran anak tersebut yang didatangkan…

*Apa yang akan terjadi dengan anak itu*❓

*Apakah raja mampu membunuhnya*❓

*Apakah anak muda itu akan selamat*❓

 

*⏯ Simak lanjutan kisahnya insyaallah…*

🗂 Diadaptasi dari Buletin At-Tauhid

 

================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•