WAHYU MENGALAMI MASA VAKUM



0 Comment

*🌙 SIRAH NABAWIYAH*

————EPISODE 18————–

*⛔🍃 “WAHYU MENGALAMI MASA VAKUM”*

Pada saat wahyu mengalami masa vakum tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dirundung kesedihan yang mendalam serta diselimuti oleh kebingungan & kepanikan.

Dalam kitab “At-Ta’bir”, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebagai berikut:
“Berdasarkan informasi yang sampai kepada kami, wahyu pun mengalami masa vakum sehingga membuat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih dan berulang berlari kencang agar dapat terjerembab dari puncak-puncak gunung, namun setiap beliau mencapai puncak gunung untuk mencampakkan dirinya, malaikat Jibril menampakkan wujudnya seraya berkata, ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya engkau adalah benar-benar utusan ALLAH !’

Spirit ini dapat menenangkan dan menstabilkan kembali jiwa beliau lalu beliau pulang. Namun manakala masa vakum masih berlanjut beliau pun mengulangi tindakan sebagaimana sebelumnya. Dan ketika dia mencapai puncak gunung, maka malaikat Jibril kembali menampakkan wujudnya dan berkata kepadanya seperti sebelumnya”. [1]

‘Ibnu Hajar Berkata’, “Adanya masa vakum itu bertujuan untuk menghilangkan ketakutan yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan membuatnya penasaran untuk mengalaminya kembali”. [2]

Ketika hal itu benar-benar terjadi pada beliau, dan beliau mulai menanti-nanti datangnya wahyu, maka datanglah malaikat Jibril ‘alaihis sallam untuk kedua kalinya.

Imam-Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwasanya dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menceritakan tentang masa vakum itu,
Beliau bertutur, “Ketika aku tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari arah langit, lalu aku mendongakkan pandangan ke arah langit, ternyata malaikat yang telah mendatangiku ketika di gua Hira’, sekarang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun terkejut karenanya hingga aku tersungkur ke bumi. Kemudian aku pulang kepada keluargaku sembari berkata, ‘Selimuti aku! Selimuti aku!’ Lantas mereka menyelimutiku, maka ALLAH menurunkan Firman-NYA, “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah”. [QS. Al-Muddatstsir: 1-5]

Setelah itu Wahyu turun secara berkesinambungan dan teratur. [3]

Dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan,
“Aku tinggal di gua Hira’ selama sebulan. Lalu tatkala aku sudah selesai melakukan itu, maka aku turun gunung. Dan ketika aku berada di sebuah lembah, ada suara yang memanggilku…”
(Kemudian diketengahkan teks hadits sebagaimana yang telah disebutkan di atas).

Inti darinya, bahwa ayat tersebut turun setelah beliau menjalani bulan Ramadhan secara penuh di sana. Dengan demikian, berarti masa vakum antara dua Wahyu tersebut berlangsung selama sepuluh hari, sebab beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak lagi menjalani Ramadhan berikutnya di sana setelah turunnya wahyu pertama.

Ayat-ayat tersebut merupakan permulaan dari masa kerasulan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam, di mana datang setelah masa kenabian yang berjarak rentang masa vakum turunnya wahyu. Ayat-ayat tersebut mengandung dua jenis ‘taklif’ (tugas syariat) beserta penjelasan konsekuensinya.

Permulaan ayat-ayat tersebut (surat Al-Muddatstsir) berbicara tentang panggilan langit nan agung (melalui suara Dzat Yang Mahabesar dan Mahatinggi) yang menyeru Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar melakukan urusan yang mulia ini dan agar meninggalkan tidur, berselimut dan berhangat-hangat guna menyongsong panggilan jihad, berjuang, dan menempuh jalan penuh ranjau. Hal ini tergambar dalam firman-NYA, “Hai orang yang berselimut, bangunlah! Lalu berilah peringatan”. [QS. Al-Muddatstsir: 2]

Seakan-akan dikatakan (kepada beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam),
“Sesungguhnya orang yang hanya hidup untuk kepentingan dirinya saja,
bisa saja hidup tenang dan nyaman sedangkan engkau yang memikul beban yang besar ini,

Bagaimana mungkin engkau tidur?

Bagaimana mungkin engkau istirahat?

Bagaimana mungkin engkau menikmati permadani yang hangat?

Hidup yang tenang dan kesenangan yang membuaikan?

Bangkitlah untuk melakukan urusan maha penting yang sedang menunggumu dan beban berat yang dipersiapkan untukmu!

Bangkitlah untuk berjuang, bergiat-giat, bekerja keras dan berletih-letih!

Bangkitlah!
Karena waktu tidur & istirahat sudah berlalu, dan sejak hari ini, tidak akan kembali lagi.

Yang ada hanyalah mata yang bergadang terus menerus, jihad yang panjang dan melelahkan.

Bangkitlah!
Persiapkan diri menyambut urusan ini dan bersiagalah!”

Maka bangkitlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan dakwah dan terus melakukannya setelah datangnya perintah itu selama lebih dari 20 tahun, tanpa sempat beristirahat maupun menikmati hidup untuk kepentingan dirinya maupun keluarganya.

Bangkit & tetap bangkit menegakkan dakwah kepada ALLAH, mengembankan di pundaknya beban yang amat berat dan sarat, namun beliau tidak merasa berat dan terbebani.

Beban amanah yang sangat besar di muka bumi ini, beban umat manusia secara keseluruhan, beban akidah secara keseluruhan dan beban perjuangan dan jihad di medan-medan yang berbeda. Beliau hidup menghadapi pertempuran terus menerus yang tiada henti selama lebih dari 20 tahun. Selama tenggang waktu ini, tidak satu pun hal yang dapat membuatnya lengah, yaitu sejak beliau mendengar panggilan langit nan agung, yang beliau terima darinya tugas yang mendebarkan. Semoga ALLAH membalas jasa beliau terhadap manusia secara keseluruhan dengan sebaik-baik imbalan. [4]

In Syaa Allah bersambung minggu depan……

*📝 “FOOTNOTES:”*

*📜 HIKMAH (PELAJARAN)*

[A]
Maksud dengan adanya kevakuman Wahyu terhadap diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah agar rasa takutnya hilang dan agar kerinduan untuk bertemu kembali lahir. Setelah rasa takutnya hilang dan hatinya mulai tenteram, hakikat kebenaran telah disadarinya dan kesiapan untuk menghadapi wahyu telah tegar, maka datanglah Jibril membawa wahyu berikutnya. [5]

[B]
Termasuk bagian dari hikmah, kevakuman wahyu adalah hak ALLAH yang DIA turunkan kapan saja yang DIA kehendaki, Sementara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak memiliki hak memajukan ataupun memundurkan.

[C]
Kita harus ingat bahwa perintah untuk berdakwah datang mengawali semua perintah secara keseluruhan, lalu kenapa manusia lalai darinya & mengalihkan perhatian kepada perintah yang lain. Seharusnya semua amalan itu diindahkan. Apabila ada orang yang dikatakan kepadanya, “Bangkitlah dan serukanlah kebenaran”.
Mestinya tidak kaget yang mengakibatkan bangkit dengan terperangah seakan ada sesuatu yang membahayakan karena cobalah renungkan, “Apakah ada yang lebih berbahaya daripada seorang mati dalam kondisi kafir?”,
Mengapakah kita tidak menyadari makna ini, padahal ini dalam Al-Qur’an!? [Fikih Sirah Nabawiyah]

Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Sumber Buku:

– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

[1] Shahih Al-Bukhari, kitab At-Ta’bir, bab Awwalu Ma Budi’a bihi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam min al-Wahyi’ ar-Ru’ya ash-Shadiqah, 2/10340.

[2] Fath Al-Bari, op.cit., 1/27.

[3] Shahih Al-Bukhari, op.cit., Kitab At-Tafsir, bab Warrujjza Fahjur, 2/733.

[4] Fi Zhilalil Qur’an, tafsir dua surat, yaitu surat al-Muzzammil dan al-Muddatstsir, Juz 29, hal. 168-171 dan 182.

[5] Ibnu Hajar, Fathu Al-Bari, 1/27.

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *