Categories
Tanya Jawab

‌🇹‌🇦‌🇳‌🇾‌🇦 ‌🇯‌🇦‌🇼‌🇦‌🇧 *TANDA HITAM DI JIDAT TANDA KESHALIHAN?*

‌🇹‌🇦‌🇳‌🇾‌🇦 ‌🇯‌🇦‌🇼‌🇦‌🇧

*TANDA HITAM DI JIDAT TANDA KESHALIHAN?*

۞ Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya :

هل ورد أن العلامة التي يحدثها السجود في الجبهة من علامات الصالحين ؟

Apakah ada dasarnya bahwa tanda yang muncul di jidat karena sujud itu termasuk tanda-tanda orang yang shalih?

✽ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu menjawab :

ليس هذا من علامات الصالحين ، ولكن العلامة هي النور الذي يكون في الوجه ، وانشراح الصدر ، وحسن الخلق ، وما أشبه ذلك .

Ini bukan termasuk tanda orang yang shalih. Namun tanda keshalihan itu berupa cahaya yang tampak pada wajah, dada yang lapang, akhlak yang baik, dan yang semisal itu.

أما الأثر الذي يسبِّبه السجود في الوجه : فقد يظهر في وجوه من لا يصلُّون إلا الفرائض لرقة الجلد وحساسية عندهم ، وقد لا تظهر في وجه من يصلي كثيراً ويطيل السجود .

Adapun bekas pada wajah yang disebabkan sujud, bisa jadi munculnya di wajah orang² yang hanya melakukan sholat wajib saja, mungkin karena kulitnya yang tipis atau sensitif, dan terkadang juga tidak muncul di wajah orang yang banyak melakukan sholat dan memperpanjang sujud.

[Majmû Fatâwâ wa Rosâ’il Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn (13/188)]

 

@abinyasalma
✉ Group WhatsApp *_Al-Wasathiyah Wal I’tidål_*

 

 

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: http://parapencintasunnah.com
💻 Facebook: https://m.facebook.com/home.php
📷 Instagram: https://www.instagram.com/parapencintasunnah/
📺 Youtube Channel:
https://www.youtube.com/channel/UC57GxhB_9_e3Ns4S4z2qybw
📱 Twitter: https://twitter.com/PPSunnah?s=08

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

Categories
Artikel

AR-ROZZAAQ, AR ROOZIQ, MAHA PEMBERI REZEKI (Tema Asm’aul Husna)

📚 *[TEMA: ASMA’UL HUSNA]*

*الرزاق ، الرازق*

*AR-ROZZAAQ, AR ROOZIQ*
*MAHA PEMBERI REZEKI*

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين،  وبعد:

 

*SIAPAKAH YANG MENANGGUNG REZEKI MEREKA?*

 

🍂 Saudaraku.. Pernahkah Anda perhatikan bagaimana sebuah janin yang lemah bisa bertahan hingga masa dilahirkan ke dunia?  Siapakah yang menanggung kebutuhannya selama di perut ibunya?

▪Pernahkah Anda memikirkan bagaimana seekor gajah yang tidak punya ijazah bahkan tidak sekolah bisa mendapatkan rezeki dengan mudahnya, bahkan mereka gemuk-gemuk?

▪Pernahkah Anda merenungkan bagaimana cicak yang hinggap di dinding dan tidak bisa terbang bisa mendapatkan Rezeki padahal makanannya rata-rata bisa terbang?

▪Demikianlah manusia dan seluruh makhluk ciptaan Allah, Rezeki mereka ditanggung oleh Allah subhanahu wata’ala.

📖 Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ  كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

🍃 _”Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”_

[QS. Hud 11: Ayat 6]

🍂 Ya. Allahlah yang menanggung apa yang dibutuhkan oleh makhluk tersebut. Makanan, minuman, pasangan dan lain-lain. Termasuk ilmu, Allah turunkan kitabNya dan Allah utus RasulNya serta membekali setiap manusia dengan akal yang dengannya mereka bisa berfikir.

*ALLAH MAHA PEMBERI REZEKI*

🍂 Allah adalah Ar-Rozzaaq dan Ar Rooziq, yang Maha Pemberi Rezeki.

Berkata Imam Al Khattaby rahimahullah:

🎓 _”Allah yang menjamin rezeki pada setiap jiwa akan segala kebutuhan hidupnya terkhusus makanannya”_

📖 Allah Ta’ala berfirman :

اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ

🍃 _”Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”_

[QS. Adz-Dzaariyaat 51: Ayat 58]

وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ  خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

 

🍃 _”Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”_

[QS. Al-Maa’idah 5: Ayat 114]

📖 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إنَّ الله هو الخالقُ القابضُ الباسطُ، الرّازق المُسعِّر

🍃 _”Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta, Yang Maha Menggenggam, Yang Maha Membentangkan, Yang Maha Memberi Rezeki”_

[HR. Abu Dawud, At-Trmidzi]

*REZEKI ALLAH ADA DUA MACAM*

✅ Pertama, rezeki yang umum. Rezeki ini diberikan kepada orang beriman maupun kafir, yang baik maupun yang jahat. Yaitu rezeki yang sampai kepada badan, berupa makanan, minuman, dan lain-lain.

✅ Kedua, rezeki yang khusus. Hanya diberikan kepada orang-orang beriman dan yang berbuat baik. Yaitu rezeki yang sampai kepada hati, berupa ilmu, iman, dan rezeki yang halal yang menguatkan ketaatan kepada Allah.

 

*PENGARUH BERIMAN KEPADA DUA NAMA INI*

1⃣ Senantiasa beribadah hanya kepada Allah, berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan. Karena hanya Allahlah yang menanggung rizkinya.

2⃣ Tenangnya hati dan jiwa menghadapi kehidupan. Senantiasa Tawakal dan tidak khawatir terhadap permasalahan rezeki, karena semua sudah ditanggung rizekinya, bahkan seseorang tidak akan mati sampai terpenuhi semua rezekinya.

3⃣ Semakin Cinta kepada Allah, sehingga mendahulukan Allah di atas segalanya.

4⃣ Berusaha mengamalkan sebab-sebab datangnya rezeki. Diantara sebab yang paling utama adalah bertakwa kepada Allah Ta’ala.

📖 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مخرجا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ   ۗ  وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ   ۗ
🍃 _” Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”_

[QS. Ath-Thalaaq 65: Ayat 2-3]

5⃣ Akan senantiasa mencari rezeki Allah yang paling berharga, yaitu keridhoan Allah dan surgaNya.

6⃣ Tidak akan kikir kepada manusia, ujub (berbangga diri) dan sombong kepada mereka. Justru sebaliknya, ia akan dermawan dan tawadhu (rendah hati) karena ia yakin bahwa apa saja yang ia miliki dari harta dan ilmu semuanya berasal dari Allah Ta’ala.

 

📕Referensi :
Kitab: _Mukhtashor Kitab Walillahil Asmaul Husna_ karya: Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Al Jalil
Kitab: _Fiqhul Asmail Husna_ karya Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafizhahumallah

 

✍🏻 Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc.

Pesantren Tahfizh Al Hunafa,  23 Dzulhijjah1438 H
13 September 2017

Categories
Artikel

BEKAL YANG PALING BERMANFAAT BAGIMU SETELAH KEMATIAN

🔍 *CARILAH BEKAL YANG PALING BERMANFAAT BAGIMU SETELAH KEMATIAN :::*

 

PERTANYAAN :
Manakah dari tiga perkara di bawah ini yang lebih bermanfaat bagi seseorang setelah kematiannya?
1. Apakah sedekah jariyah yang pahalanya mengalir?
2. Atau ilmu yang bermanfaat?
3. Atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya?

 

JAWABAN :

العلم هو أنفعهم لأن العلم : ينتفع به الإنسان الذي يتعلمه . والعلم فيه حفظ الشريعة . والعلم فيه نفع الخلق عموما . أشمل وأعم . لأنه يتعلم من علمك الموجود في حياتك والموجود بعد وفاتك

Ilmu adalah yang paling bermanfaat bagi mereka karena :
1. Orang yang mempelajarinya bisa mengambil manfaat dari ilmu tersebut.
2. Dengan ilmu maka syari’at Islam akan terjaga.
3. Ilmu akan memberikan manfaat kepada seluruh makhluk secara umum.
4. Ilmu itu sendiri lebih mencakup segala hal dan lebih umum dibandingkan selainnya.
5. Dan juga karena seseorang bisa belajar dari ilmumu pada saat engkau masih hidup maupun setelah engkau meninggal dunia.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[Syarh Shahih Muslim 5/447-448]

—————-

Categories
Artikel

Rubrik Tadabbur Al Qur’an : Allah Maha Besar

 

*Rubrik Tadabbur Al Quran*

 

Selasa, 14 Dzulhijjah 1438 H / 5 September 2017

 

*Allah Maha Besar*

Diantara nama Allah yang sangat mulia adalah Al-Kabiir yang bermakna “Yang Maha Besar”.

Allah Subhanahu wata’aala berfirman menegaskan tentang salah satu nama dan sifat agungnya ini :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

” Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. [Surat Al-Hajj ayat 62]

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah sematalah yang Maha Haq Dan Dia lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Adapun yang lain dari para makhluk-Nya, setinggi apapun posisi dan kedudukan mereka, tetap saja mereka makhluk lemah, kerdil dan tidak memiliki kekuatan apapun.

Karena kemahasempurnaan dan kemahabesaran Allah Subhanahu wata’aala tersebut, seorang hamba selalu memuji dan mengagungkanNya dengan sepenuh jiwa. Sebagaimana firman Allah :

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” [Surat Al-Isra’ ayat 111]

Allah juga memerintahkan agar kita selalu mengagungkanNya kapan dan dimanapun kita berada :

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

“Dan Tuhanmu agungkanlah!” [Surat Al-Muddatstsir ayat 3]

Inilah makna yang sangat dalam yang terkandung dalam takbir ” *Allahu Akbar* ” yang selalu diucapkan seorang hamba. Lafadz agung nan penuh makna ini, tidak hanya berhenti sebatas di lidah saja, tapi meresap sampai hati menjadi akar kokoh dari keyakinan bahwa Allah lah yang maha besar, maka Dialah yang pantas untuk kita sujud dan merendahkan diri, hanya Dia yang pantas kita harapkan, hanya kepadaNya kita minta pertolongan, hanya padaNya dan pada adzabNya kita merasa takut. Hanya syariatNya yang sempurna yang harus diterapkan di bumi. Hanya perintah dan laranganNya yang harus dilaksanakan secara mutlak tanpa terkecuali. Semua adalah karena kemahabesaran Allah Subhanahu wata’aala.

” *Allahu Akbar* ” juga tidak sebatas di lidah saja, tapi dia meresap menjadi kekuatan besar yang dibuktikan dengan gerak dan tingkah laku terpuji seorang hamba. Tidaklah dia rukuk dan sujud kecuali hanya kepada Allah Al-Kabiir. Tidak dia merendah kecuali kepada Allah dan syariatNya. Semua perasaan hati, pandangan, pendengarannya, gerak tangan dan langkah kakinya, semuanya terkandung di dalam nya makna dari ” *Allahu Akbar* ” .

Dan dalam berkorban dan berjuang menegakkan agama Allah tidaklah ada yang kita takuti dan kita harapkan kecuali Allah yang Maha Besar

 

✍ Penulis : Ustadz Abdusshomad Rifai, Lc

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: http://parapencintasunnah.com
💻 Facebook: https://m.facebook.com/home.php
📷 Instagram: https://www.instagram.com/parapencintasunnah/
📺 Youtube Channel:
https://www.youtube.com/channel/UC57GxhB_9_e3Ns4S4z2qybw
📱 Twitter: https://twitter.com/PPSunnah?s=08

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*LAPORAN DANA TA’AWUN & PENGADAAN BUKU PANDUAN MUI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH 2017*

 

Dana Ta’awun Rp. 4.135.000

*Pemasukkan*

1/9/2017 Sisa Dana Baksos Rp. 4.377.500

*Pengeluaran*

2/9/2017 Ta’awun untuk Ustadz Basuki Rahmad Rp. 1.000.000,-

*TOTAL SALDO : Rp. 7.512.500,-*
================

📢📢INFO TA’AWUN DI GROUP PARA PENCINTA SUNNAH/ PPS

Kami di group Para Pecinta Sunnah ingin mengajak semua member/anggota untuk berperan pada program ta’awun bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Bagi yang ingin berpartisipasi,
Sumbangan dana bisa langsung ditransfer ke:
➖➖➖➖➖➖➖➖
⬇ Donasi

Rekening PPS :
BNI SYARIAH
A/N : NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 009 (jk transfer dr bank lain)

Mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke : Nurkholid Ashari
No HP : 081331946911

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

🍃Para Pecinta Sunnah🍃

Categories
Kegiatan

LAPORAN KEGIATAN BAKTI SOSIAL BULAN DZULHIJJAH (Pacitan)

📊 *LAPORAN KEGIATAN BAKTI SOSIAL BULAN DZULHIJJAH*

🗓 Periode : 5 Dzulhijjah 1438 H

➖➖➖➖

📥 *PEMASUKAN DONASI:*

📂 Sebesar *Rp 24.979.000,-*

⚖ *TOTAL PENGELUARAN DONASI*

📂 Sebesar *Rp 20.601.500,-*

 

💳 *SALDO AKHIR sebesar Rp 4.377.500*

 

💽 *KEGIATAN BAKTI SOSIAL YANG TELAH DILAKUKAN:*

📌 Kajian Ba’da Isya’ hari Sabtu di Dusun Dawung, bersama Ustadz Rizqi Amirurrosyid Hafidzahullah

📌 Kajian Shubuh hari Minggu di Dusun Srau, bersama Ustadz Rizqi Amirurrosyid Hafidzahullah

📌 Pembagian 80 Paket Alat Tulis Sekolah untuk anak-anak sekolah

📌 Pembagian 300 Jilbab Syar’i Dewasa di Dusun Srau dan Dusun Dawung, plus 40 Jilbab anak dan 10 Jilbab Syar’i Dewasa di Dusun Ngebrak.

📌 Pembagian 300 Buku Saku Dzikir Pagi Petang

📌 Pembagian 35 Buku Iqra’ untuk pengajar TPQ di Dusun Srau dan Dawung

📌 Pengobatan Gratis dengan data sbb:

✔ Dusun srau:
Pasien laki-laki : 24,
Pasien perempuan: 75.
Total : 99 pasien

✔ Dusun dawung :
Pasien laki-laki : 20,
Pasien perempuan 87.
Total : 107 pasien.

✔ 5 besar penyakit tertinggi ditiap dusun :
1. Hipertensi (darah Tinggi),
2. Myalgia (linu2),
3. ISPA (batuk pilek),
4. Dyspepsia (lambung),
5. Chepalgia ( nyeri kepala).

➖➖➖➖

Demikian Laporan Kegiatan Bakti Sosial Bulan Dzulhijjah bersama Para Pencinta Sunnah, Muslim Positif, dan Al Furqan.

🌙 Semoga semua donasi yang masuk dicatat sebagai amal shaleh yang akan memberatkan timbangan amal kita, dan semoga di balas Allah dengan sebaik-baik balasan… Aamiin

Jazakumullahu Khoyron Katsiron wa Baarakallahu Fiikum

🖋 *Koordinator Baksos*

👤 Nugroho Wicaksono

__________________

_info lebih lanjut_ : +628815006720

Categories
Artikel

MANUSIA ANTARA MALAIKAT DAN BINATANG

👣🐾 💭 *MANUSIA ANTARA MALAIKAT DAN BINATANG*

 

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala bahwa Qotadah mengatakan,

🌤 “Allah ﷻ telah menciptakan MALAIKAT dalam keadaan berakal tanpa memiliki syahwat.”

🍃 “Allah ﷻ pun menciptakan HEWAN dalam keadaan mempunyai syahwat tanpa memiliki akal.”

☝🏼 “Adapun MANUSIA maka Allah ﷻ menciptakannya dalam kondisi memiliki akal sehat dan syahwat.”

🗯 Sehingga barang siapa akalnya lebih dominan daripada syahwatnya, maka dia akan bersama para malaikat.

💥 Namun barangsiapa akalnya terkalahkan oleh syahwatnya, maka ia seperti binatang.

[ Uddatus Shabirin 1/15 ]

Categories
Artikel

JANGAN TERPEDAYA DENGAN “TIPUAN” DUNIA!

📎 *JANGAN TERPEDAYA DENGAN “TIPUAN” DUNIA!*

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullaah berkata :

احذر يا أخي لا تغرنك الحياة الدنيا ولا يغرنك بالله الغرور . أنت إن وسع الله عليك الرزق وشكرته فهو خير لك. وإن ضيق عليك الرزق فصبرت فهو خير لك. أما أن تجعل الدنيا أكبر همك ومبلغ علمك فهو خسارة في الدنيا والآخرة

Wahai saudaraku waspadalah engkau jangan sampai kehidupan dunia itu memperdayakanmu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu membuatmu terpedaya dari mengingat Allah.

Jika Allah memberimu keluasan dalam rezeki lalu engkau bersyukur atasnya, maka hal itu lebih baik bagimu. Namun seandainya Allah mempersempit rezekimu lalu engkau bersabar, maka itu lebih baik bagimu.

Adapun ketika engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarmu dan puncak pengetahuanmu, maka yang demikian itu adalah kerugian di dunia dan diakhirat.

[Syarah Riyadhus Sholihin 6/688]

🌍 Web | shahihfiqih.com/nasehat-ulama/jangan-terpedaya-dengan-tipuan-dunia/

Categories
Artikel

Menikahlah, Allah Akan Mencukupimu

*MENIKAHLAH, ALLAH AKAN MENCUKUPIMU*
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
. ‎وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN, Allah akan mencukupi mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur:32)
Syaikh Muhammad Al-Amin Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan,
. ‎وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُتَزَوِّجَ الَّذِي وَعَدَهُ اللَّهُ بِالْغِنَى، هُوَ الَّذِي يُرِيدُ بِتَزْوِيجِهِ الْإِعَانَةَ عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ بِغَضِّ الْبَصَرِ، وَحِفْظِ الْفَرْجِ ; كَمَا بَيَّنَهُ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ .
“Yang nampak, bahwasanya orang menikah yang akan dicukupi kebutuhannya oleh Allah adalah orang yang berharap pernikahannya tersebut bisa membantunya semakin ta’at kepada Allah, yaitu membantu menjaga pandangan dan kemaluannya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih,
‎«: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ» الْحَدِيثَ
“Wahai para pemuda. Siapa di antara kalian yang mampu menikah hendaknya ia bersegera menikah.
Karena dengan menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan…” al-hadits.
Sumber: Adhwaul Bayan, 5/531
Categories
Hikmah dalam sunnah Kesehatan

Keutamaan Saling Mengunjungi Sesama Muslim, oleh dr. Mochamad Faishal Riza, SpJP

*HIKMAH DALAM SUNNAH – 2*

*_Keutamaan Saling Mengunjungi Sesama Muslim_*

📚Dalam hadits Abu Hurairah berikut,
أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِى قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ. قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
_“Sesungguhnya seseorang ada yang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’ Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.”_ (HR. Muslim no. 2567). Hadits ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Shahih Muslim dengan judul bab “Keutamaan saling cinta karena Allah”. Dan dalil ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keutamaan saling mengunjungi sesama muslim dan mengunjungi orang sholeh yang dilandasi ikhlas dan saling mencintai karena Allah. Jadi dasarnya adalah karena Allah yaitu karena iman yang dimiliki saudaranya.

📚Hadits lain disebutkan Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash Shamit, disebutkan,
حَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَحَابِّينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَصَادِقِينَ فِىَّ وَالْمُتَوَاصِلِينَ
_“Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku. Sungguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.”_ (HR. Ahmad 5/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

📚Dari Anas bin Malik, ia berkata,
إِذَا جَاءَكُمُ الزَّائِرُ فَأكْرِمُوْهُ
_“Jika ada yang mengunjungi kalian, maka muliakanlah.”_ (Diriwayatkan dalam Musnad Asy Syihab)

📕Baru2 ini ada studi yg dipublikasikan _Health Psychology_ adanya hubungan antara kesendirian dengan resiko terserang penyakit akibat virus. Dr Amy Bank, menyatakan bahwa *hubungan interpersonal bermanfaat antara lain:*
1⃣ Meningkatkan pembentukan jaringan syaraf secara spesifik
2⃣ Sistem terhadap respon stress akan berfungsi secara baik sehingga mampu bertindak secara rasional
3⃣ Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah sakit
4⃣ Rasa memiliki (sense of belonging) dalam arti yang lebih luas memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.
5⃣ Meningkatkan perkembangan kemampuan sosial yang kompleks
6⃣ Menurunkan tingkat kecemasan dan depresi

Alhamdulillah Nabi ﷺ mengajarkan kepada kita suatu tuntunan mempunyai hikmah yang luar biasa

Semoga kita mampu meneladani sunnah-sunnah beliau dan dipertemukan dengan beliau ﷺ ditelaganya. Amien.

Ditulis dr. Mochamad Faishal Riza, SpJP

Surabaya, Dzulqaidah 1438 H