Categories
Artikel

Manfaat suatu amalan hanya dengan Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم

Semuanya harus mengikuti Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم, jika ingin diterima dan sah.

قَال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه،:

” لا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلا بِعَمَلٍ ،
وَلا عَمَلٌ إِلا بِقَوْلٍ ،
وَلا قَوْلٌ وَعَمَلٌ إِلا بِنَيَّةٍ ،
وَلا نِيَّةٌ إِلا بِمُوَافَقَةِ السُّنَّةِ ” .

📚الشريعة للآجوري رقم 261

Berkata Abdullah bin mas’ud رضي الله عنه,

Tidak akan bermanfaat suatu ucapan kecuali disertai perbuatan,
Tidak akan bermanfaat suatu ucapan dan perbuatan kecuali disertai dengan niat,
Dan tidak akan bermanfaat suatu ucapan, perbuatan dan niat jika tidak sesuai dengan sunnah (Nabi)

[Asy-Syari’ah, Imam Al-Ajury nomer, 261]

قال الحسن البصري :

لا يصح القول إلا بعمل ،
ولا يصح قول وعمل إلا بنية ،
ولا يصح قول وعمل ونية إلا بالسنة .

📚 شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة للالكائي

Berkata Imam Hasan Al-Bashry رحمه الله,

Tidak akan sah suatu ucapan kecuali disertai perbuatan,
Tidak akan sah suatu ucapan dan perbuatan kecuali disertai dengan niat,
Dan tidak akan sah suatu ucapan, perbuatan dan niat jika tidak mengikuti sunnah (Nabi)

[Syarh Usul I’tiqod Ahlis Sunnah, Imam Al-Lalikai]

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Categories
Artikel

Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

🔥 *Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah…*

Allah memerintahkan hambanya untuk membaca doa dalam al-fatihah, karena seorang hamba dalam meniti jalan yang lurus ini membutuhkan hidayah. Ia tidak bisa berjalan tanpa melenceng ke kiri dan ke kanan kecuali dengan hidayah dari Allah.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” [QS. Al-Fatihah1: 6]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Si’di رحمه الله menjelaskan :
“Hidayah mendapat petunjuk shiratal mustaqim adalah hidayah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama-agama selain Islam. Adapun hidayah dalam meniti shiratal mustaqim mencakup seluruh pengilmuan dan pelaksanaan ajaran agama Islam secara terperinci. Doa untuk mendapat hidayah ini termasuk doa yang paling lengkap dan paling bermanfaat bagi hamba. Oleh karena itu wajib bagi setiap orang untuk memanjatkan doa ini dalam setiap rakaat shalat karena betapa pentingnya doa ini” [Taisiirul Kariimir Rahman]

Berkata Iman Ibnu Katsir tentang pendapat ulama yang mengatakan shirotol mustaqim itu adalah Al-Qur’an, ada yang mengatakan dia adalah Islam, ada yang mengatakan dia adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits, bahwa semua pendapat diatas adalah benar, satu sama lainnya saling memperkuat, karena barang siapa yang mengikuti nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan kedua sahabatnya (yakni Abu bakar dan Umar), berarti ia mengikuti jalan yang hak (benar); dan barang siapa yang mengikuti jalan yang benar, berarti ia mengikuti jalan Islam. Barangsiapa mengikuti jalan Islam, berarti mengikuti al-Qur’an, yaitu Kitabullah atau tali Allah yang kuat dan jalan yang lurus. Semua pendapat benar dan masing-masing saling membenarkan yang lain. [Tafsir Ibnu Katsir]

Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Jalan yang sama sekali tidak pernah diperselisihkan oleh kaum muslimin baik di masa lampau maupun saat ini adalah jalan Al-Kitab dan As-Sunnah, jalan yang senantiasa diridhai Allah. Pada jalan itulah mereka datang dan pada jalan itu pula mereka muncul. Kesepakatan mereka itu disebabkan Allah telah menjamin kelurusan bagi pengikut Al-Kitab, sebagaimana yang Dia firmankan lewat lisan bangsa Jin yang beriman.

قَالُوا يَاقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (al-qur’an) yang diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” [QS. Al–Ahqaf : 30]

Dan Allah juga telah menjamin kelurusan tersebut bagi pengikut Rasul-Nya seperti pada firman-Nya kepada beliau:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) menunjukkan kepada jalan yang lurus.” [QS. As-Syuura: 52]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

‏من ابتغى الهدى في غيرالكتاب والسنة
لم يزدد من الله إلا بعدا
فنسأل الله العظيم أن يهدينا صراطه المستقيم
مجموع_الفتاوى ١٢٠/٥

Barangsiapa mencari petunjuk pada selain Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, maka tidaklah bertambah dari Alloh melainkan kejauhan (yakni semakin jauh dari-nya). Maka kita memohon kepada Alloh yang Maha Agung agar memberikan hidayah kepada kita jalan-Nya yang lurus.[Majmu’ al-Fatawa, 5/120]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Categories
Artikel Manhaj

MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT (Bag.10)

*MANHAJ/JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT Bag.10*

Golongan Yang Selamat;

تدعو المسلمين جميعا إلى الجهاد في سبيل الله

“Mengajak seluruh umat Islam
berjihad di jalan Allah”

▪Jihad adalah wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kekuatan
dan kemampuannya.

Jihad dapat dilakukan dengan beberapa keadaan;

1⃣ Jihad dengan lisan dan tulisan:
Yaitu mengajak umat Islam dan umat lainnya agar berpegang teguh dengan ajaran Islam yang shahih, tauhid yang murni dan bersih dari syirik yang ternyata banyak terdapat di negara-negara Islam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan tentang hal yang akan menimpa umat Islam ini. Dengan bersabda,

لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين ، و حتى تعبد قبائل من
أمتي الأوثان

“Hari kiamat tidak akan tiba, sehingga kelompok-kelompok dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sehingga kelompok-kelompok dari umatku menyembah berhala-berhala.” [Hadits shahih, riwayat Abu Daud, hadits yang semakna ada dalam riwayat Muslim]

2⃣ Jihad dengan Harta:
Menginfakkan harta buat penyebaran dan perluasan ajaran Islam. Mencetak buku-buku dakwah ke jalan yang benar, memberikan santunan kepada
umat Islam yang masih lemah iman agar tetap memeluk agama Islam, memproduksi dan membeli senjata-senjata dan peralatan perang, memberikan bekal kepada para mujahidin, baik berupa makanan, pakaian atau keperluan lain yang dibutuhkan

3⃣ Jihad dengan Jiwa:
Bertempur dan ikut berpartisipasi dimedan peperangan untuk kemenangan Islam. Agar kalimat Allah (Laa ilaaha illallah) tetap jaya, dan kalimat orang-orang kafir (syirik) menjadi hina

Dalam hubungannya dengan ketiga
perincian jihad diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dalam sabdanya:

جاهدوا المشركين بأموالكن وأنفسيكم وألسنتكم

“Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan
lisanmu.” [HR. Abu Daud, hadits shahih]

▪Adapun hukum jihad di jalan Allah ada beberapa keadaan:

1⃣ Fardhu ‘ain:
Berupa perlawanan terhadap musuh-musuh yang melakukan agresi ke beberapa negara Islam wajib dihalau. Agresor-Agresor Yahudi misalnya, yang merampas tanah umat Islam di Palestina. Umat Islam yang memiliki kemampuan dan kekuatan jika hanya berpangku tangan, maka mereka ikut berdosa sampai orang-orang Yahudi terkutuk itu pergi dari wilayah Palestina

Mereka harus berupaya mengembalikan Masjidil Aqsha ke pangkuan umat Islam dengan kemampuan yang ada, baik dengan harta maupun jiwa

2⃣ Fardhu kifayah:
Jika sebagian umat Islam telah ada yang melakukannya, maka sebagian yang lain kewajibannya menjadi gugur.

Seperti dakwah mengembangkan misi Islam ke negara-negara lain, sehingga berlaku hukum-hukum Islam di segenap penjuru dunia.

Barangsiapa yang menghalangi jalan dakwah ini, ia harus diperangi, sehingga dakwah Islam dapat berjalan lancar.

[Manhajul Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

✍ Al-Ust Abu Zubair hafizhahullah

Repost oleh Para Pencinta Sunnah

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

*PROGRAM TA’AWUN GROUP PARA PENCINTA SUNNAH*

Bagi yang ingin berdonasi di kegiatan ta’awun Para Pencinta Sunnah, dana dapat disalurkan ke :

Rekening PPS
BNI SYARIAH
NURKHOLID ASHARI
NOREK : 0431487389
KODE BANK : 427 (Jika transfer dari bank lain)

Lalu konfirmasi ke salah satu Admin :

Farid : 0823-3603-7726
Nugroho : 0881-5006-720
Nurkholid : 081-331-946-911

Konfirmasi :
#nama#tanggal transfer#jumlah#keperluan

Atas partisipasi dan ta’awunnya kami ucapkan jazaakumullohu khoiron (Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

•┈┈••❁🌹🌹🌹❁••┈┈•

🌐 Website: bit.ly/ParaPencintaSunnah
💻 Facebook: bit.ly/fb-ParaPencintaSunnah
📷 Instagram: bit.ly/IG-ParaPencintaSunnah
📺 Youtube Channel:
bit.ly/Youtube-ParaPencintaSunnah
📱 Twitter: bit.ly/Twitter-ParaPencintaSunnah
🖨 Telegram: bit.ly/Telegram-ParaPencintaSunnah

Categories
Artikel Manhaj

ASAL MUASAL PERKATAAN: “MEREKA (YANG TIDAK MENGIKUTI SUNNAH NABI) LEBIH BAIK AKHLAKNYA DARIPADA YANG MENGIKUTI SUNNAH

*ASAL MUASAL PERKATAAN: “MEREKA (YANG TIDAK MENGIKUTI SUNNAH NABI) LEBIH BAIK AKHLAKNYA DARIPADA YANG MENGIKUTI SUNNAH.”*

[1]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ أُوتُوْا نَصِيْبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْـجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” [QS. An-Nisaa’: 51]

[2]- Imam Ibnu Katsir -rahimahullaah- berkata:

“Firman Allah:

…وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“…dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.”

Yakni: mereka (orang-orang Yahudi) menganggap orang-orang kafir (kaum musyrikin) lebih utama dari kaum muslimin. (Anggapan semacam ini) dikarenakan kebodohan mereka (Yahudi), dan tipisnya agama mereka, serta kekafiran mereka terhadap kitab Allah (Taurat) yang ada pada mereka.

Imam Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan (dengan sanadnya)…dari ‘Ikrimah, ia berkata: Huyay bin Akhthab dan Ka’b bin Al-Asyraf (tokoh-tokoh Yahudi) datang ke Makkah, mereka (kaum musyirikin) berkata (kepada orang-orang Yahudi tersebut): “Kalian adalah Ahlul Kitab dan Ahli ilmu, maka kabarkanlah kepada kami tentang kami dan tentang Muhammad!” Mereka (orang-orang Yahudi) berkata: “Bagaimana keadaan kalian dan keadaan Muhammad?” Mereka (kaum musyrikin) berkata: “Kami menyambung silaturahmi, menyembelih unta (untuk dibagikan), memberi minum air dan juga susu, memerdekakan budak-budak, dan memberi minum kepada jama’ah Haji. Sedangkan Muhammad adalah “Shunbuur” (terputus, tidak punya keturunan laki-laki), memutus silaturahmi, pengikutnya adalah para pencuri dari kaum Ghifar yang mencuri Jama’ah Haji. Maka, apakah kami yang lebih baik ataukah dia?” Maka orang-orang Yahudi menjawab: “Kalian lebih baik dan lebih benar jalannya.” Maka Allah menurunkan firman-Nya:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ أُوتُوْا نَصِيْبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْـجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا سَبِيْلًا

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” [QS. An-Nisaa’: 51]

(Tafsiran) ini diriwayatkan dari banyak jalan, dari Ibnu ‘Abbas, dan dari sekelompok ulama Salaf.”

[“Tafsiir Al-Qur’aan Al-‘Azhiim” (II/335- cet. Daar Thayyibah)]

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

Categories
Artikel

BEKAL YANG PALING BERMANFAAT BAGIMU SETELAH KEMATIAN

🔍 *CARILAH BEKAL YANG PALING BERMANFAAT BAGIMU SETELAH KEMATIAN :::*

 

PERTANYAAN :
Manakah dari tiga perkara di bawah ini yang lebih bermanfaat bagi seseorang setelah kematiannya?
1. Apakah sedekah jariyah yang pahalanya mengalir?
2. Atau ilmu yang bermanfaat?
3. Atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya?

 

JAWABAN :

العلم هو أنفعهم لأن العلم : ينتفع به الإنسان الذي يتعلمه . والعلم فيه حفظ الشريعة . والعلم فيه نفع الخلق عموما . أشمل وأعم . لأنه يتعلم من علمك الموجود في حياتك والموجود بعد وفاتك

Ilmu adalah yang paling bermanfaat bagi mereka karena :
1. Orang yang mempelajarinya bisa mengambil manfaat dari ilmu tersebut.
2. Dengan ilmu maka syari’at Islam akan terjaga.
3. Ilmu akan memberikan manfaat kepada seluruh makhluk secara umum.
4. Ilmu itu sendiri lebih mencakup segala hal dan lebih umum dibandingkan selainnya.
5. Dan juga karena seseorang bisa belajar dari ilmumu pada saat engkau masih hidup maupun setelah engkau meninggal dunia.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

[Syarh Shahih Muslim 5/447-448]

—————-

Categories
Hikmah dalam sunnah Kesehatan

Keutamaan Saling Mengunjungi Sesama Muslim, oleh dr. Mochamad Faishal Riza, SpJP

*HIKMAH DALAM SUNNAH – 2*

*_Keutamaan Saling Mengunjungi Sesama Muslim_*

📚Dalam hadits Abu Hurairah berikut,
أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِى قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ. قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
_“Sesungguhnya seseorang ada yang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’ Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.”_ (HR. Muslim no. 2567). Hadits ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Shahih Muslim dengan judul bab “Keutamaan saling cinta karena Allah”. Dan dalil ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keutamaan saling mengunjungi sesama muslim dan mengunjungi orang sholeh yang dilandasi ikhlas dan saling mencintai karena Allah. Jadi dasarnya adalah karena Allah yaitu karena iman yang dimiliki saudaranya.

📚Hadits lain disebutkan Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash Shamit, disebutkan,
حَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَحَابِّينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَصَادِقِينَ فِىَّ وَالْمُتَوَاصِلِينَ
_“Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku. Sungguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.”_ (HR. Ahmad 5/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

📚Dari Anas bin Malik, ia berkata,
إِذَا جَاءَكُمُ الزَّائِرُ فَأكْرِمُوْهُ
_“Jika ada yang mengunjungi kalian, maka muliakanlah.”_ (Diriwayatkan dalam Musnad Asy Syihab)

📕Baru2 ini ada studi yg dipublikasikan _Health Psychology_ adanya hubungan antara kesendirian dengan resiko terserang penyakit akibat virus. Dr Amy Bank, menyatakan bahwa *hubungan interpersonal bermanfaat antara lain:*
1⃣ Meningkatkan pembentukan jaringan syaraf secara spesifik
2⃣ Sistem terhadap respon stress akan berfungsi secara baik sehingga mampu bertindak secara rasional
3⃣ Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah sakit
4⃣ Rasa memiliki (sense of belonging) dalam arti yang lebih luas memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.
5⃣ Meningkatkan perkembangan kemampuan sosial yang kompleks
6⃣ Menurunkan tingkat kecemasan dan depresi

Alhamdulillah Nabi ﷺ mengajarkan kepada kita suatu tuntunan mempunyai hikmah yang luar biasa

Semoga kita mampu meneladani sunnah-sunnah beliau dan dipertemukan dengan beliau ﷺ ditelaganya. Amien.

Ditulis dr. Mochamad Faishal Riza, SpJP

Surabaya, Dzulqaidah 1438 H