Ukuran kebenaran iman

? *Ukuran kebenaran iman …*

Allah telah menetapkan rambu kebenaran untuk mengetahui batas kebenaran iman seseorang.

Allah berfirman,

فَإِنْ آمَنُواْ بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَواْ وَّإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kalian (para sahabat) telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS. Al-Baqarah: 138]

Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya, Bila orang-orang kafir dari kalangan orang-orang Yahudi, Nasrani dan selain mereka beriman pula kepada apa yang kalian imani dan beriman pula kepada apa yang dibawa oleh Rasul maka telah mendapat hidayah kepada kebenaran. Namun bila mereka berpaling maka mereka terjatuh kedalam khilaf (perselisihan) yang keras, maka Allah akan mencukupkanmu wahai Rasul dari keburukan mereka dan menolongmu atas mereka. Dia maha mendengan perkataanmu dan Maha Mengetahui keadaanmu. [Tafsir Al-Muyassar]

Allah berfirman,

فَإِنْ آمَنُواْ …

“Maka jika mereka beriman,” yakni orang-orang kafir dan ahli kitab serta lain-lainnya mau beriman, “kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya,” hai orang-orang mukmin, yakni mereka beriman kepada semua kitab dan rasul Allah, serta tidak membedakan seorang pun di antara mereka, “sungguh mereka telah mendapat petunjuk,” yakni mereka telah menempuh jalan yang hak dan mendapat bimbingan ke arahnya.

Allah mengingatkan mereka yang tidak mau mengikuti firmannya,

وَّإِن تَوَلَّوْاْ …

“Dan jika mereka berpaling,” yakni dari jalan yang benar dan menempuh jalan yang batil, sesudahnya hujjah mematahkan alasan mereka, “sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka,” yakni Allah akan menolongmu dalam menghadapi mereka dan Dia akan memberikan kemenangan kepada kalian atas mereka, “Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A’la telah membacakan kepada kami, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Abu Na’im yang menceritakan bahwa mushaf Usman ibnu Affan dikirimkan kepada sebagian khulafa untuk dikoreksi. Ziad melanjutkan kisahnya, “Maka aku bertanya kepadanya (Nafi’ ibnu Abu Na’im), ‘Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa mushaf (kopi asli Usman ibnu Affan) berada di atas pangkuannya ketika ia dibunuh, lalu darahnya menetesi mushaf yang ada tulisan firman-Nya:

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[QS. Al-Baqarah [2]: 137]

Nafi’ mengatakan, “Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri darah itu ada yang menetes pada ayat ini, tetapi agak pudar karena berlalunya masa.” [Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim Imam Ibnu Katsir]

Al-Imam Ibnul Qayyim mengatakan, bahwa ayat ini menunjukkan akan keutamaan para sahabat dan wajibnya kembali kepada pemahaman para sahabat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjamin dalam ayat ini kebenaran keimanan mereka. [Miftah Dar As-Sa’adah]

Wallahu a’lam

? Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc


Posted

in

by