Golongan Allah dan Rasul-Nya



0 Comment

💧 *Golongan Allah dan Rasul-Nya…*

Allah berfirman,

لَّا تَجِدُ قَوۡمࣰا یُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ یُوَاۤدُّونَ مَنۡ حَاۤدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوۤا۟ ءَابَاۤءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَاۤءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَ ٰ⁠نَهُمۡ أَوۡ عَشِیرَتَهُمۡۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَتَبَ فِی قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِیمَـٰنَ وَأَیَّدَهُم بِرُوحࣲ مِّنۡهُۖ وَیُدۡخِلُهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۚ رَضِیَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَاۤ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [QS. Al-Mujadilah 22]

Allah berkata kepada Rasul-Nya,
“Engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang mau beriman kepada Allah dan hari kikamat. Mereka mencintai orang yang memusuhi dan menentang perintah Allah dan rasul-Nya, dan justru menjadikan sahabat bagi mereka. Itu semua sungguh tidak patut untuk mereka lakukan. Engkau tidak akan mendapati sama sekali, meskipun bapak mereka, atau anaknya, atau saudaranya, atau kerabatnya. Artinya walaupun orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya itu adalah bapak dari orang-orang yang mencintai mereka, dan seterusnya. Karena iman melarang untuk itu. Mereka orang-orang mukmin yang tidak mencintai para pembangkang Allah, akan Allah tanamkan iman yang teguh di dalam hati mereka. Allah akan menancapkan cahaya dalam hati mereka. Allah akan memasukkan mereka dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, Allah meridhoi mereka sebab ketaatan mereka. Allah meridhoi mereka dengan memberi pahala kepada mereka sebagaimana janji-Nya. Mereka adalah tentara Allah dan penolong Agama-Nya. Mereka para penolong agama adalah golongan yang mendapatkan dua kebaikan, yaitu kebaikan dunia dan akhirat.
[Tafsir Al-Muyassar]

Berkata Imam Ibnu Katsir, firman Allah :

{أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. [QS. Al-Mujadilah: 22] Yakni mereka yang bersifat demikian itu adalah golongan Allah, yaitu hamba-hamba-Nya yang dimuliakan oleh-Nya.

Firman Allah :

{أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. [QS. Al-Mujadilah: 22] Ayat ini mengandung isyarat yang menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang beruntung, berbahagia, dan mendapat pertolongan Allah di dunia dan akhirat. Dan ini merupakan kebalikan dari orang-orang lain yang dimasukkan ke dalam golongan setan. Kemudian disebutkan oleh firman-Nya: Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. [QS. Al-Mujadilah: 19][Tafsir Ibnu Katsir]

Ciri utama hizbulloh (golongan Allah) adalah kokohnya mereka dalam berpegang kepada al-haq meskipun bersendirian dalam menggenggam ajaran kebenaran. Karena mereka selalu menggolongkan dirinya kepada kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya. Mereka tidak khawatir dan tidak pula merasa takut bersendirian dan menyelisihi umumnya manusia ketika sudah diatas yang haq. Karena jamaah mereka tidak diintisabkan kepada umumnya manusia jika mereka menyimpang dari kebenaran.

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata,

الجماعة ما وافق الحق وإن كنت وحدك

“Yang disebut jama’ah adalah jika mengikuti kebenaran, walau ia seorang diri.” [Syarh I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah : 160, Imam Al-Lalikai]

Berkata Imam Ibnul Qoyyim,
Sebagian salaf mengatakan,

عليك بطريق الحق ولا تستوحش لقلة السالكين وإياك وطريق الباطل ولا تغتر بكثرة الهالكين

“Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa” [Madarijus Salikin, 1/ 22]

Menjadi golongan Allah dan Rasul-Nya harus siap untuk menyelisihi kebanyakan manusia.

Berkata Imam Ibmul Qoyyim رحمه الله,

ولا تستصعب مخالفة الناس و التحيز الى الله ورسوله ولو كنت وحدك فان الله معك وانت بعينه و كلاءته و حفظه لك و انما امتحن يغقينك و صبرك واعظم الاعوان لك على هذا بعد عونن الله التجرد من الطمع و الفزع فمتى تجردت منهما هان عليك التحيز الى الله و رسوله و كنت داءما في اللجانب الذى فيه الله ورسوله

“Dan janganlah engkau merasa berat untuk menyelisihi manusia dan menggabungkan diri pada golongan Allah dan RasulNya, meskipun engkau sendirian, karena sesungguhnya Allah bersamamu dengan pengawasan, pemeliharaan dan penjagaannya untukmu. Dan hanyalah Allah itu menguji keyakinan dan kesabaranmu. Dan penolong terbesar bagimu untuk itu – setelah pertolongan Allah- adalah melepaskan diri dari sifat tamak (rakus dunia) dan ketakutan. Maka kapan saja engkau bisa lepas dari keduanya, akan ringan bagimu untuk menggabungkan diri kepada golongan Allah dan Rasul- Nya, dan engkau senantiasa berada pada sisi yang disitulah Allah dan Rasul-Nya.” [Al fawa’id ” 1/hal.116]

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc