Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

? *Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah…*

Allah memerintahkan hambanya untuk membaca doa dalam al-fatihah, karena seorang hamba dalam meniti jalan yang lurus ini membutuhkan hidayah. Ia tidak bisa berjalan tanpa melenceng ke kiri dan ke kanan kecuali dengan hidayah dari Allah.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” [QS. Al-Fatihah1: 6]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Si’di رحمه الله menjelaskan :
“Hidayah mendapat petunjuk shiratal mustaqim adalah hidayah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama-agama selain Islam. Adapun hidayah dalam meniti shiratal mustaqim mencakup seluruh pengilmuan dan pelaksanaan ajaran agama Islam secara terperinci. Doa untuk mendapat hidayah ini termasuk doa yang paling lengkap dan paling bermanfaat bagi hamba. Oleh karena itu wajib bagi setiap orang untuk memanjatkan doa ini dalam setiap rakaat shalat karena betapa pentingnya doa ini” [Taisiirul Kariimir Rahman]

Berkata Iman Ibnu Katsir tentang pendapat ulama yang mengatakan shirotol mustaqim itu adalah Al-Qur’an, ada yang mengatakan dia adalah Islam, ada yang mengatakan dia adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits, bahwa semua pendapat diatas adalah benar, satu sama lainnya saling memperkuat, karena barang siapa yang mengikuti nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan kedua sahabatnya (yakni Abu bakar dan Umar), berarti ia mengikuti jalan yang hak (benar); dan barang siapa yang mengikuti jalan yang benar, berarti ia mengikuti jalan Islam. Barangsiapa mengikuti jalan Islam, berarti mengikuti al-Qur’an, yaitu Kitabullah atau tali Allah yang kuat dan jalan yang lurus. Semua pendapat benar dan masing-masing saling membenarkan yang lain. [Tafsir Ibnu Katsir]

Hidayah yang lurus hanya ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Jalan yang sama sekali tidak pernah diperselisihkan oleh kaum muslimin baik di masa lampau maupun saat ini adalah jalan Al-Kitab dan As-Sunnah, jalan yang senantiasa diridhai Allah. Pada jalan itulah mereka datang dan pada jalan itu pula mereka muncul. Kesepakatan mereka itu disebabkan Allah telah menjamin kelurusan bagi pengikut Al-Kitab, sebagaimana yang Dia firmankan lewat lisan bangsa Jin yang beriman.

قَالُوا يَاقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (al-qur’an) yang diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” [QS. Al–Ahqaf : 30]

Dan Allah juga telah menjamin kelurusan tersebut bagi pengikut Rasul-Nya seperti pada firman-Nya kepada beliau:

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) menunjukkan kepada jalan yang lurus.” [QS. As-Syuura: 52]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

‏من ابتغى الهدى في غيرالكتاب والسنة
لم يزدد من الله إلا بعدا
فنسأل الله العظيم أن يهدينا صراطه المستقيم
مجموع_الفتاوى ١٢٠/٥

Barangsiapa mencari petunjuk pada selain Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, maka tidaklah bertambah dari Alloh melainkan kejauhan (yakni semakin jauh dari-nya). Maka kita memohon kepada Alloh yang Maha Agung agar memberikan hidayah kepada kita jalan-Nya yang lurus.[Majmu’ al-Fatawa, 5/120]

Wallahu a’lam

? Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc


Posted

in

by

Tags: